Maurizio Sarri (Reuters-Andrew Boyers)

Solopos.com, MANCHESTER — Maurizio Sarri menjanjikan sebuncah harapan ketika didatangkan Chelsea dari Napoli, Juli 2018 lalu. Permainan atraktif plus tak terkalahkan di 12 laga awal Liga Premier membuat fans Chelsea kian optimistis klub mereka bakal kembali bersaing di perebutan gelar. Sayang, harapan itu tampaknya bertepuk sebelah tangan.

Alih-alih menjadi penantang trofi Liga Premier Inggris, Sarri hanya butuh delapan bulan untuk menorehkan kekalahan terburuk Chelsea dalam sejarah Liga Premier sekaligus di semua kompetisi. Ini setelah The Blues secara mengejutkan dipermak Manchester City dengan skor 0-6 di Etihad, Senin (11/2/2019) dini hari WIB. Hasil itu merupakan kekalahan terbesar The Blues setelah diremukkan Nottingham Forest 0-7 pada April 1991.

Bagi Sarri, ini adalah kekalahan terburuk dalam kariernya sebagai pelatih. Tak pernah sebelumnya pelatih 60 tahun itu menelan kekalahan dengan margin lebih dari empat gol. Saking mangkelnya dengan hasil memalukan tersebut, Sarri terlihat menghindari jabat tangan dengan Pelatih City, Josep “Pep” Guardiola, seusai pertandingan.

Sarri pilih langsung ngeloyor ke lorong pemain meski Pep sudah berdiri dan mengulurkan tangannya. “Dia tidak melihat saya, tidak masalah,” ujar Guardiola seperti dilansir Standard, Senin.

Hasil itu membuat Chelsea selalu kalah dalam tiga laga tandang beruntun di Liga Premier tahun 2019. Catatannya pun memalukan, kebobolan 12 gol tanpa sekalipun mencetak gol. Kekalahan ini juga membuat Arsenal tak perlu susah payah menggeser Chelsea dari peringkat kelima klasemen menyusul keunggulan produktivitas gol.

Masa depan Sarri di Chelsea pun kian dispekulasikan. Sejumlah rumah taruhan di Eropa bahkan menempatkan Sarri di posisi teratas sebagai manajer yang bakal segera dipecat. Hal ini bukan tak mungkin terjadi melihat sejarah Chelsea yang hobi bongkar pasang pelatih. Sarri sendiri enggan menanggapi nasibnya di Stamford Bridge.

Dia justru berharap ditegur langsung oleh pemilik Chelsea, Roman Abramovich. “Jika presiden memanggil, saya akan senang mengingat saya belum pernah mendengar dia berbicara. Jujur saya tidak tahu harus berharap apa,” ujar Sarri seperti dilansir Sky Sports.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten