Sarpras TES Pengungsi Merapi Balerante Klaten Dibongkar, Sukarelawan Ditarik
Sekat pembatas di tempat evakuasi sementara (TES) Desa Balerante, Kemalang, Klaten, masih dipertahankan meskipun warga dari KRB III Merapi tak lagi mengungsi. Foto diambil 3 Februari 2021. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Sarana dan prasarana pendukung di tempat evakuasi sementara atau TES untuk pengungsi Merapi Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, mulai dibongkar. Selain itu, sukarelawan juga ditarik dari TES.

Pembongkaran sarana dan prasarana atau sarpras pendukung TES itu karena seluruh warga dari kawasan rawan bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi sudah pulang ke rumah masing-masing sejak 3 Februari 2021 atau lebih dari dua pekan lalu.

Sarana dan prasarana pendukung yang sudah dibongkar itu seperti tenda-tenda. Kepala Desa Balerante, Sukono, mengatakan pembongkaran tenda dilakukan sejak Kamis (18/2/2021). Tenda yang sudah dibongkar seperti tenda dari kepolisian, BPBD, serta peneduh yang digunakan untuk dapur umum.

Baca Juga: Hindari Pemotor Ngeblong Lampu Merah, Bus Tabrak Pagar Kantor Pemkab Sukoharjo 

“Sukarelawan sebelumnya masih ada yang stand by. Namun, sejak kemarin [Kamis] sore, sudah off,” kata Sukono saat ditemui wartawan di Setda Klaten, Jumat (19/2/2021).

Pembongkaran sarana dan prasarana pendukung serta penarikan sukarelawan dari TES pengungsi Balerante, Klaten, itu juga menyusul aktivitas Gunung Merapi belakangan menurun, tidak sampai membahayakan penduduk di KRB III.

Sekat Bilik

Erupsi paling besar sejak Merapi ditetapkan berstatus siaga pada November 2020 lalu terjadi pada 27 Januari 2021. Meski sudah ada pembongkaran tenda dan penarikan sukarelawan, Sukono menjelaskan sekat sebagai bilik pembatas tempat tidur antarpengungsi masih dipertahankan.

Baca Juga: Kali Pertama di Solo, Wali Kota Bakal Dikawal Pasukan Pengamanan Presiden

Alas tidur atau kasur sudah disimpan para sukarelawan. Semaunya bakal dikeluarkan lagi jika pengungsi dari KRB III erupsi Merapi, Desa Balerante, Klaten, kembali ke TES.

Begitu pula dengan logistik yang masih tersisa seperti minyak goreng serta beras masih disimpan di kantor desa.
Sukono mengatakan sejak kembali ke rumah masing-masing warga beraktivitas seperti sediakala seperti berkebun dan beternak.

Begitu pula dengan aktivitas mencari pakan ternak. Namun, mereka diminta tetap waspada terhadap potensi ancaman erupsi Merapi lantaran hingga kini masih berstatus siaga. Warga diminta menjauhi radius bahaya setidaknya 3 km dari puncak Merapi ketika beraktivitas seperti mencari pakan ternak.

Baca Juga: Wow! Inovasi Alat Medis Covid-19 RS UNS Solo Bikin Menko PMK Terkesima

Aktifkan Ronda

Sukono mengatakan hingga kini tingkat kewaspadaan warga masih tinggi. Warga yang tinggal di KRB III Balerante, Klaten, masih rutin ronda untuk memantau aktivitas Merapi dan siap mengungsi ke TES sewaktu-waktu Merapi erupsi.

“Kewaspadaan warga masih terus. Bahkan warga di daerah bawah [luar KRB III] yang semula tidak ada kegiatan ronda terkait Merapi, saat ini sudah aktif ronda lagi karena juga ketika nanti sewaktu-waktu ada aktivitas. Semua warga biar tidak kaget. Aktivitas Merapi saat ini juga fluktuatif meskipun pergerakan landai,” ungkapnya.

Baca Juga: Wadaw! Calon Mobil Dinas Gibran Di Solo Kalah Kelas Dari Bupati Karanganyar Dan Wonogiri

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, menjelaskan seluruh pengungsi dari KRB III Merapi termasuk Balerante yang semula menempati TES sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun, ia mengingatkan warga tetap waspada dengan aktivitas Merapi.

Merapi hingga kini masih berstatus siaga."Meski sudah tidak ada pengungsi, warga tetap waspada karena status Merapi masih siaga dan masih ada aktivitas Merapi masih ada meski arahnya cenderung ke barat," ujarnya.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom