Saran Warga Solo: Pelaku Vandalisme Dihukum Coret-Coret Rumah Sendiri

Pemkot Solo diharapkan lebih tegas dalam menerapkan aturan dan sanksi bagi para pelaku vandalisme, salah satunya hukuman mencoret-coret rumah sendiri.

 Pengguna jalan melintas di depan pertokoan Jl Kusumoyudan Solo yang disasar vandalisme, Senin (23/8/2021) sore. (Solopos-Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pengguna jalan melintas di depan pertokoan Jl Kusumoyudan Solo yang disasar vandalisme, Senin (23/8/2021) sore. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Warga Solo berharap adanya penegakan aturan yang lebih tegas terhadap para pelaku vandalisme. Bahkan ada warga yang memiliki saran unik untuk sanksi bagi pelaku vandalisme, yakni mencoret-coret rumahnya sendiri.

Aksi vandalisme dinilai sudah cukup meresahkan dan mengganggu, belum lagi merusak wajah kota. Berdasarkan catatan Solopos.com, Kota Solo sebenarnya punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Dalam perda itu diatur pelaku vandalisme bisa kena hukuman pidana tiga bulan kurungan atau denda maksimal Rp50 juta. Namun, penegakan aturan itu hingga saat ini dinilai masih kurang.

Baca Juga: Tepergok Coret-Coret Pintu Toko di Solo, 2 Pelaku Vandalisme Ditangkap

Salah satu warga Solo, Puji, mengaku terganggu jika menemukan adanya coretan-coretan vandalisme tidak jelas di tempat umum. Menurutnya, hal itu cukup menganggu pemandangan.

“Misalnya ada yang hanya menuliskan nama atau inisial ditembok, di tempat umum, semacam itu, menurut saya itu merusak pemandangan,” katanya, Minggu (23/1/2022).

Perlu Sikap Tegas Pemerintah

Namun begitu ia menilai vandalisme bisa juga mengandung tujuan lain. Ada yang membuat coretan, bahkan dengan konsep yang baik, dengan kata-kata yang jelas yang mengandung kritikan. Untuk jenis vandalisme semacam itu, ia memiliki pandangan lain.

Baca Juga: Cegah Vandalisme, KNPI Solo Inisiasi Street Art untuk Seniman Muda

“Terkadang memang perlu ketika kita tidak bisa bersuara memberikan aspirasi atas kebijakan pemerintah yang kaku. Terkadang vandal yang seperti ini mewakili isi hati masyarakat yang tidak bisa berkomentar apa pun. Contoh dulu ada coretan yang di Pringgading, itu coretan vandalisme keberatan kebijakan Omnibus Law,” katanya.

Sementara itu warga lain, Irul Hidayat, yang juga pegiat mural di Solo, mengatakan perlu adanya sikap tegas dalam menangani vandalisme. Menurutnya, sanksi yang diberikan kepada pelaku vandalisme saat ini masih terlalu ringan.

“Hanya membersihkan. Itu pun asal, hanya bagian yang ada coretannya, malah jadi kotor. Padahal kalau misal itu di toko, pemilik toko juga dirugikan, mengecat itu kan mahal. Kalau suatu ketika hukuman di Perda itu diwujudkan, [pelaku] pasti juga akan berpikir ulang,” katanya, Minggu.

Baca Juga: Marak Aksi Vandalisme Kritik Pemerintah, Ini Komentar Eks Wali Kota Solo Rudy

Irul juga memberikan saran unik. Menurutnya, pelaku vandalisme di Solo bisa dihukum dengan mencoret-coret tembok rumahnya sendiri. “Gantian tembok rumahnya, pasti nanti juga akan dimarahi orang tuanya,” lanjutnya.

Menyasar Ruang Kosong

Ia mengatakan jika upaya pemerintah untuk menangani vandalisme adalah dengan memberi ruang kepada para pelaku vandalisme untuk berkarya, itu juga tidak akan sepenuhnya berhasil. “Sebab ideologi mereka tidak begitu. Ideologi vandal itu ada dan mereka harus melakukan itu,” katanya.

Mengenai lokasi yang banyak disasar vandalisme, menurutnya, para pelaku lebih menyasar ruang kosong. Biasanya, pada tembok-tembok yang sudah ada karya mural, tidak disasar vandalisme.

Baca Juga: Pelaku Vandalisme di Kota Solo Diburu Polisi, Tapi Tak Akan Dihukum

“Kami melakukan riset lama, rolling door toko bergambar tidak menjadi sasaran. Mereka lebih menyasar ruang kosong. Seperti di sebuah toko kawasan Warung Pelem, ada pintu toko, bukan dimural tapi ada branding dari sebuah produk, itu aman. Kemudian yang dimural kebanyakan juga aman,” katanya.

Namun ia mengatakan ada pula area mural yang ditimpa vandal, di flyover Manahan sisi utara misalnya. “Kalau sisi barat dan timur tidak ada karena gambarnya full. Kalau utara banyak ruang kosong dan di situ gelap dan tidak banyak terberdayakan sebagai ruang publik. Mereka ingin tampil,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

+ PLUS Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Berita Terkini

Gaji ke-13 Segera Cair Lur, DPRD dan PPPK Karanganyar Juga Dapat

Komponen gaji ke-13 adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, dan tunjangan PPh, tanpa potongan.

Kecelakaan di Sukoharjo Tinggi, Sopir Ambulans Dibekali PPGD, Apa Itu?

Ketua umum Forum Ambulans Sukoharjo Bersatu (FAST), Wirawan Setiadi, mengatakan perlunya pengemudi ambulans mengetahui penanganan korban lakalantas dengan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Begini Kronologi Pegowes Asal Solo Meninggal di Karangpandan

Korban meninggal dunia diduga mengalami serangan jantung.

Nenek Hilang Diduga Hanyut di Sungai Mungkung Sragen, Ini Ciri-Cirinya

Ini ciri-ciri nenek-nenek yang hilang diduga hanyut di Sungai Mungkung Sragen.

Diduga Terjatuh di Sungai, Nenek Berusia 95 Tahun Asal Sragen Hilang

Nenek-nenek diduga terjatuh ke Sungai Mungkung.

Pegowes Asal Kepatihan Kulon Solo Meninggal di Karangpandan Karanganyar

Korban diduga meninggal dunia karena kelelahan saat gowes bersama rombongan.

Ketika Ganjar Pranowo Menari Gatotkaca Massal di Area CFD Solo

Kedatangan Ganjar menjadi magnet bagi para pengunjung CFD Solo.

Kabar Gembira! CFD Boyolali Bakal Dibuka Juli 2022

CFD Boyolali rencananya dibuka kembali pada Juli 2022.

Sejarah Desa Kenokorejo Sukoharjo Bermula dari Ide Demang Reksoko

Wilayah Kenokokorejo di Polokarto Sukoharjo menurut sejarah pada awalnya merupakan hamparan tanah tandus.

Cuaca Sragen Hari Ini Diprediksi Cerah Berawan dengan Sedikit Hujan

BMKG memprediksi cuaca di Sragen hari ini akan cerah berawan dengan kemungkinan turun hujan di siang hari.

Tak Perlu Payung, Cuaca Karanganyar Hari Ini Diprediksi Tanpa Hujan

Cuaca di Karanganyar hari ini akan lebih bersahabat dengan berawan sepanjang hari tanpa hujan. Simak prakiraan cuaca karanganyar hari ini di sini.

Minggu Hari Libur, Intip Prakiraan Cuaca Sukoharjo 26 Juni 2022 Ini

Berikut ini prakiraan cuaca hari Minggu (26/6/2022) menurut informasi BMKG.

Sebelum Jalan-Jalan Minggu, Simak Yuk Prakiraan Cuaca Kota Solo 26 Juni

Simak dulu yuk prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Solo, sebelum pergi berjalan-jalan dan mengisi hari libur, Minggu (26/6/2022) ini.

Mau Piknik? Ini Loh Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Minggu 26 Juni 2022

Di hari libur ini simak prakiraan cuaca wilayah Boyolali sepanjang Minggu (26/6/2022).

Bulan Bung Karno Diisi Kampanye Gemar Makan Ikan

Di lingkungan DPC PDIP Sragen, para pengurus dan kader PDIP bersama-sama mengampanyekan gemar makan ikan.