Tutup Iklan
Sapi TPA Putri Cempo Tidak untuk Kurban di Wilayah Solo
Kondisi sapi di TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jumat (10/7/2020). (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Sapi kurban Kota Solo tidak mengambil dari TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Para pedagang mengurangi stok hewan kurban akibat pandemi Covid-19.

Ketua RW 039 Kelurahan Mojosongo, Solo, Trimin, menjelaskan tidak ada peningkatan permintaan sapi milik warga RW 039 Kelurahan Mojosongo. Permintaan sapi masih normal dari para pedagang sapi wilayah Soloraya yang kerap datang melakukan transaksi.

"Populasi sapi sekitar 1.000 ekor. Separuh warga memelihara sapi. Rata-rata memelihara sapi lima ekor," katanya, Jumat (10/7/2020).

Tetap Digelar, Sayembara Misuh Internasional 2020 Bakal #misuhipandemi

Menurut Trimin, tidak ada peningkatan permintaan sapi dari TPA Mojosongo Putri Cempo karena adanya isu daging sapi mengandung timbal.

Namun, ia mengklaim sapi TPA Putri Cempo masih memiliki peminat karena memiliki bobot lebih berat dibandingkan sapi lain dengan harga sama.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distan KPP) Kota Solo, Sudarmanto, menjelaskan hewan kurban Kota Solo tidak mengambil dari TPA Putri Cempo.

Meski Ada Pandemi Covid-19, Flyover Purwosari Solo Hampir Separuh Jadi Loh!

Hewan kurban yang dijual oleh para pedagang berasal dari Madura dan wilayah Soloraya.

"Sapi TPA pernah diteliti dan ada kandungan timbal. Kalau untuk kurban tidak masuk ke wilayah Solo. Biasanya dijual kebanyakan sebelum kurban kepada bakul," katanya.

Sementara itu, Distan KPP Kota Solo melakukan pendataan para pedagang hewan kurban. Pedagang mengurangi stok hewan kurban karena menyesuaikan permintaan pasar saat pandemi Covid-19.

"Pedagang mengurangi stok hewan kurban yang dijual. Kami mendata MTA Mojosongo. Mereka mulai berjualan satu bulan sebelum Iduladha. Biasanya dua bulan sebelum kurban sudah persiapan," katanya.

Kasus Positif Covid-19 dan PDP Solo Meningkat, DKK Waspadai Gelombang Ke-2 Pandemi

Dia menjelaskan, salah satu faktor pasar tidak seramai tahun lalu disebabkan sekolah-sekolah yang biasa melakukan kurban melakukan pembelajaran dalam jaringan.

Stok Sedikit

Kantornya belum menerima permohonan pemeriksaan hewan di sekolah hingga kemarin siang.

"Sekolah biasa melakukan kurban saat masuk atau setelah hari H. Sampai saat ini kami belum menerima surat permohonan pemeriksaan hewan dari sekolah," paparnya.

Unik! Bukan Bersepeda, Warga Boyolali Ini Justru Lebih Suka Jalan-Jalan Naik Sapi

Salah satu pengelola MTA M9 di Mojosongo, Maryono, 75, mengatakan menyiapkan 100 stok tahun ini. Stok sapi lebih sedikit dibandingkan tahun lalu karena melihat kondisi pasar yang terdampak pandemi Covid-19.

"Sapi yang kami jual berkisar Rp17 juta sampai Rp28 juta tergantung berat sapi. Harga sapi yang diminati pasar sekitar Rp20 juta," paparnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho