Peternak memberi pakan sapi peliharaannya di Berlin Farm Dusun Logung, Desa Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Selasa (23/7/2019). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Sapi lokal atau sapi jawa dan sapi jenis peranakan ongole (PO) kini sulit didapat khususnya di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Padahal sapi tersebut banyak diminati warga yang ingin berkurban saat Iduladha.

Harga sapi jenis jawa atau PO itu tergolong murah antara Rp17 juta-Rp20 juta per ekor. Harga itu terbilang ekonomis untuk kurban secara gotong royong ditanggung tujuh orang sesuai ketentuan syariah.

“Jadi setiap orang bisa patungan Rp3 juta, misalnya. Tapi, sekarang cari sapi jawa atau PO itu sulit sekali,” peternak sapi asal Ngadirojo, Mh. Zainudin, saat ditemui wartawan di kawasan Kota Wonogiri, Selasa (23/7/2019).

Zainudin menjelaskan kelangkaan sapi jenis lokal dan PO itu dipicu proses inseminasi buatan yang selama ini dilakukan menghasilkan keturunan sapi jenis metal dan limosin. Akibatnya, suplai sapi jenis lokal makin menurun.

Zainudin memprediksi keberadaan sapi lokal atau PO bisa hilang dalam 4-5 tahun ke depan. “Dari segi permintaan, memang sedang melonjak antara 20-30 persen dibanding hari biasa,” terang dia.

Tingginya permintaan itu berasal dari lokal Wonogiri maupun dari luar kota mulai dari Tasikmalaya, Jogja, hingga Tegal. Suplai sapi ke Jakarta biasanya dilakukan oleh peternak asal Bulukerto dengan berjualan di sana. Sapi dari Wonogiri biasanya berangkat ke Jakarta pada H-10 Iduladha.

“Animo masyarakat untuk berkurban itu tinggi,” tutur dia.

Zainudin menambahkan dari segi perawatan baik sapi lokal maupun sapi metal dan limosin relatif sama. Hanya saja, tingkat pertumbuhan sapi metal dan limosin lebih cepat ketimbang sapi jawa. Hal itu membuat peternak lebih suka mengembangkan sapi metal dan limosin.

Tahun lalu, Zainudin pernah menjual sapi metal dengan harga tertinggi Rp63 juta. Sapi itu memiliki berat 1.019 kilogram Sapi itu dibeli oleh salah satu tokoh PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto.

“Kalau tahun ini saya masih mencarikan sapi pesanan sejumlah tokoh penting,” imbuh dia.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, Sutardi, mengatakan pada Iduladha 2018 di Wonogiri menyembelih sebanyak 2.715 ekor sapi jantan, 128 ekor sapi betina, 15.355 ekor kambing jantan, dan 109 ekor domba jantan.

Dislapernak Wonogiri terus menyosialisasikan pelarangan penyembelihan sapi betina produktif.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten