Tutup Iklan
Sapi Kurban Jokowi Seberat 1.030 Kg di Masjid Agung Solo Sehat
Seekor sapi kurban sumbangan Presidan Joko Widodo (Jokowi) diikat di kompleks Masjid Agung Solo sebelum disembelih, Sabtu (1/8). Sapi jenis limosin ini berbobot 1.030 kg. (Istimewa/Dok Masjid Agung)

Solopos.com, SOLO—Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sumbangan dua sapi kurban untuk Solo dalam perayaan Iduladha tahun ini. Keduanya masing-masing diserahkan kepada takmir Masjid Agung kompleks Keraton Solo dan Masjid Al Wustha kompleks Istana Mangkunegaran.

Penyembelihan sapi dari Jokowi di Masjid Agung dilaksanakan Sabtu (1/8/2020). Petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan baik saat sapi masih hidup maupun setelah disembelih.

Kasi Kesehatan Hewan Keswan dan Pengawasan Obat (Keswan dan PO) pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, Abdul Aziz, mengatakan sapi jenis limosin tersebut berbobot 1.030 kilogram (kg) dan dalam kondisi sehat.

Duh, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sragen Bertambah 5 Orang

“Bobotnya 1.030 kg dan kondisinya sehat dan layak untuk berkurban sesuai syarat Islam,” ujar Aziz yang melakukan pemeriksaan bersama Kasi Kesmavet Sudarmanto.

Sementara itu, selain sapi dari Jokowi, di Masjid Agung Solo juga terdapat lima sapi lain dan 11 kambing untuk kurban. Semuanya juga turut diperiksa kesehatannya. Aziz mengatakan terdapat satu sapi yang tidak layak kurban karena terdapat benjolan di bagian perut, serta menderita penyakit kulit (gudik).

“Untuk kambing-kambingnya semuanya sehat. Tapi sapinya ada satu yang tidak layak kurban karena ada benjolan [di dekat sini panggul] sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, serta ada gudiknya. Gudik ini bahaya karena bisa menular kepada manusia. Sehingga sapi yang sakit ini kami sarankan kepada pengurus masjid agar dikembalikan kepada pekurban untuk ditukar,” imbuh Aziz.

Tak Pakai Masker, 79 Orang di Salatiga Diminta Nyanyi & Push Up

Selain itu, juga ada sapi lainnya yang terdapat cacing hati. “Ada yang kena cacing hati sehingga bagian hati yang kena itu harus dibuang. Bagian lainnya tetap bisa dikonsumsi,” imbuhnya.

Sementara itu, petugas pemeriksa lain dari Kementerian Pertanian yang bertugas di Masjid Agung, Endah Krisnamurti mengatakan, “penolakan” sapi kurban yang tidak layak ini merupakan hal yang wajar untuk menjamin kesehatan manusia yag mengonsumsinya. “Ini adalah edukasi kepada masyarakat bahwa hewan kurban harus Asuh atau aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Solo Muhammad Muhtarom mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pekurban perihal sapi yang sakit tersebut. “Sohibul qurban sudah kami hubungi. Kemungkinan akan ditukar,” ujarnya.

Penyembelihan Sapi Kurban Presiden Jokowi di Masjid Agung Solo Sepi Penonton

 

Hindari Kerumunan

Di sisi lain, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung sehari setelah salat Iduladha ini dilakukan atas pertimbangan waktu pengelolaan daging. “Iduladha tahun ini kan hari Jumat, sehingga kami juga mempersiapkan salat Jumat. Kalau hari itu kami juga menyembelih hewan kurban, kami akan sangat kewalahan. Makanya penyembelihanya Sabtu,” ujarnya.

Sementara itu, pada penyembelihan hewan kurban kali ini takmir melarang masyarakat umum memasuki area masjid. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan sesuai anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19.

Terpisah, di Masjid Alwustha, penyembelihan hewan kurban dilakukan dilaksanakan Jumat, seusai salat Iduladha. Menurut Sekretaris masjid setempat, Purwanto, selain sapi dari Jokowi, terdapat empat sapi lain dan 14 kambing yang berasal dari jemaah dan masyarakat sekitar.

Eksotisnya Lubang Sewu, Grand Canyon Ala Wonosobo

“Sapi dari Pak Jokowi dan semua hewan kurban di Al Wustha sehat dan pengantaran daging kurban berjalan lancar,” ujar Purwanto, Sabtu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho