Sapi Karanganyar yang Sudah Divaksin Mulai Diberi "Anting-Anting"

Sekitar 12.000 ekor sapi di Karanganyar sudah divaksinasi PMK. Dari jumlah tersebut, 200 ekor di antaranya dipasangi Anting-Anting berupa eartag dengan barcode.

 Ilustrasi eartag pada sapi yang sudah divaksinasi. (ANTARA Jatim/Didik Suhartono)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi eartag pada sapi yang sudah divaksinasi. (ANTARA Jatim/Didik Suhartono)

Solopos.com, KARANGANYAR — Sebagian sapi di Kabupaten Karanganyar yang sudah divaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dipasangi anting-anting berupa eartag dengan barcode. Pemasangan ini untuk memudahkan pemantauan sapi antara yang sudah dengan yang belum divaksinasi.

Sapi tersebut didata riwayatnya, termasuk riwayat vaksinasi PMK, untuk dimasukkan ke database. Sedangkan untuk mengetahui informasi riwayat sapi tersebut dapat diakses via ponsel dengan memindai barcode yang ada pada eartag sapi.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Heri Sulistyo, mengatakan sekitar 12.000 sapi di Kabupaten Karanganyar yang sudah divaksinasi hingga saat ini. Sedangkan pada tahap awal pemasangan eartag barcode tersebut dilakukan terhadap 200 sapi.

“Itu [yang dipasangi eartag barcode] sapi yang sehat dan sudah divaksinasi. Untuk awal ini akan kami pasang barcode pada 200 sapi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pasar Hewan Karanganyar Masih Ditutup Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Menurutnya, dengan pemasangan barcode tersebut akan memudahkan para peternak dan siapa pun untuk mengetahui tentang riwayat sapi. Selain itu, pemasangan eartag barcode tersebut juga dapat mengantisipasi persebaran virus PMK.

Di sisi lain, seluruh pasar hewan di Kabupaten Karanganyar hingga kini masih ditutup sejak Juni 2022 lalu. Belum ada kejelasan kapan pasar hewan bakal dibuka.

Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) belum dapat memastikan kapan pasar hewan akan dibuka kembali. Pasar hewan d Kabupaten Karanganyar tersebar di Jumapolo, Colomadu, Gondangrejo dan Karangpandan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Tak Terima Ditulis "Wanted", Kades Gedongan Karanganyar Ancam Perkarakan Pelaku

      Poster yang menampilkan foto Kades Gedongan disertai tulisan "Wanted" beredar di kalangan warga. Tersebar nya poster itu buntut dari "menghilangnya" Kades Gedongan saat kafe Black Arion akan dibongkar.

      Sedapnya Besengek Manyaran Wonogiri, Dibikin 3 Hari dan Dibungkus Daun Jati

      Besengek telah lama dikenal sebagai kuliner tradisional yang berasal dari Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

      Lalin di Jembatan Jurug ke Arah Barat Belum Terdampak Penutupan Jembatan Mojo

      Arus lalu lintas di kawasan Jembatan Jurug di wilayah Kabupaten Karanganyar belum terdampak penutupan Jembatan Mojo.

      Duh! Defisit Bawang Putih di Boyolali Capai 14.047 Ton hingga Akhir Bulan Ini

      Produktivitas kedelai dan bawang putih di Boyolali diprediksi defisit karena hama penyakit hingga kondisi lahan pertanian.

      Geger! Lari saat Penilangan Polisi Boyolali, 2 Pemuda Dikejar sampai Sungai

      Aparat kepolisian Polres Boyolali mengejar dua pemuda yang lari saat penilangan, Senin (26/9/2022).

      Mojo Ditutup, Jembatan Sesek Solo-Mojolaban Padat Terus sampai Menjelang Malam

      Antrean pengendara roda dua yang hendak melewati jembatan sesek Solo-Mojolaban mengular dan padat sampai menjelang malam, Senin (26/9/2022).

      PSIK Klaten Bertekad Bangkit dan Raih Poin Penuh di Laga Kandang

      PSIK Klaten dibekuk Persebi Boyolali dengan skor 2-4 saat melakoni laga perdana Liga 3 zona Jawa Tengah 2022, Minggu (25/9/2022).

      Kuota BBM Bersubsidi di Sragen Tak Cukup Sampai Akhir Tahun

      Kuota BBM Bersubsidi untuk Sragen sudah hampir 100% pada akhir Agustus 2022 lalu. Diskumindag Sragen berupaya mengajukan penambahan kuota.

      Pemuda Sidowayah Klaten Diperiksa Ihwal Ledakan di Sukoharjo, Ini Pengakuannya

      Seorang warga Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten sempat dimintai keterangan oleh Polisi terkait ledakan yang terjadi di Asrama Polisi (Aspol) Sukoharjo, Minggu (25/9/2022) malam.

      KTNA Sragen Minta Harga Pembelian Pemerintah GKP Dinaikkan Jadi Rp6.000/kg

      KTNA Sragen memprotes kenapa petani tak mendapat bantuan kompensasi kenaikan BBM sementara driver ojek, sopir angkutan umum dapat. Mereka ingin kompensasi kenaikan BBM untuk mereka adalah dengan menaikkan HPP GKP Jadi Rp6.000/kg.

      Wisata Hutan Gergunung Klaten, Ada Miniatur Menara Apam hingga Cerobong Asap

      Wisata Hutan Gergunung atau Taman 1.000 Pelangi di Klaten menawarkan keunikan dan pemandangan yang tak biasa.

      Walah, Kawasan Depan UNS Solo Macet setelah Jembatan Mojo Ditutup

      Arus lalu lintas di Jl Ir Sutami kawasan depan kampus UNS Solo macet pada jam pulang kerja hari pertama Jembatan Jurug B dan Jembatan Mojo ditutup bersamaan, Senin (26/9/2022).

      Pantai Banyutowo Paranggupito Wonogiri, Tempat Bertemunya Air Sungai dan Laut

      Terletak di tepi selatan Pulau Jawa, Wonogiri mempunyai banyak pantai yang masih asri dan belum banyak di ketahui oleh orang luar.

      Rantai Bisnis Perdagangan Anjing di Solo, Daerah Pemasok Masih Endemik Rabies

      Pasokan dalam bisnis perdagangan anjing di Solo berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat yang menurut data Kemenkes masih berstatus endemik rabies.

      Jalan Sunyi Handojo Santosa dan Ancaman Bahaya di Balik Manisnya Minuman Ringan

      Menyandang status sebagai konglomerat, Handojo Santosa memiliki berbagai kemewahan untuk menjadi orang besar, terkemuka dan berkuasa. Namun, wajahnya tergolong jarang tampil di hadapan media massa. Ia memilih jalan sunyi sebagai pemimpin yang melayani.

      2 Tahun Hilang, KTNA Sragen Tuntut ZA dan SP-36 Kembali Jadi Pupuk Bersubsidi

      Permentan yang baru menghilangkan NPK dan SP-36 dalam daftar pupuk yang disubsidi pemerintah. KTNA Sragen agar kedua pupuk itu dikembalikan sebagai pupuk bersubsidi.