Kategori: Karanganyar

Santri Kembali ke Ponpes Jatim, Karanganyar Gratiskan Rapid Test


Solopos.com/Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memfasilitasi rapid test gratis untuk 127 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor dan Lirboyo Kediri, Jawa Timur (Jatim).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, menuturkan Pemkab memfasilitasi kebutuhan santri yang hendak kembali ke ponpes di Jatim. Kebutuhan yang dimaksud adalah surat keterangan sehat atau rapid test Covid-19.

Akhir Juni lalu, Pemkab memfasilitasi 43 orang santri Ponpes Gontor. Pagi tadi, Senin (6/7/2020), Pemkab memfasilitasi 84 orang santri Ponpes Lirboyo Kediri.

Update Covid-19 Indonesia: Pasien Positif Tambah 1.209, Total 64.958 Kasus

"Kami berikan dukungan kepada anak-anak yang hendak kembali belajar di pondok pesantren. Bentuk dukungan berupa rapid test Covid-19. Hasil rapid test nonreaktif. Kami memastikan mereka sehat saat hendak kembali ke pondok pesantren masing-masing," kata Bupati saat berbincang dengan wartawan seusai memberangkatkan 84 orang santri Ponpes Lirboyo Kediri, Jatim, Senin.

Sebanyak 84 santri ponpes Jatim diberangkatkan dari depan Kantor Bupati Karanganyar. Mereka menumpang tiga mini bus dan didampingi sejumlah ustaz hingga ponpes di Jatim. Bupati berharap hasil rapid test Covid-19 itu bisa meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

"Pemerintah bersyukur, bangga. Anak-anak bisa belajar kembali menuju pondok pesantren. Belajar agama. Semoga orang tua dimudahkan, anak-anak menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, kuat akhlak, dan luas wawasan. Kami bangga karena anak-anak itu masa depan bangsa," ujarnya.

Solo, Sukoharjo, Boyolali & Klaten, Masuk Zona Oranye Covid-19

 

Syarat Santri

Ketua Himpunan alumni santri Lirboyo (Himasal) Karanganyar, Achmad Hudaya, mengapresiasi peran Pemkab membantu puluhan siswa Ponpes Lirboyo Jatim mendapatkan surat keterangan sehat. Surat itu menjadi salah satu syarat santri yang hendak kembali ke ponpes.

"Kami sudah siap-siap sejak sepekan terakhir. Ponpes Lirboyo membuat kebijakan santri yang hendak kembali ke pondok secara bertahap. Tahap satu Kediri Raya 2.500 orang santri tanggal 20 Juni. Lalu ini Karanganyar, Sragen, Boyolali masuk Lirboyo," ujar Hudaya, sapaan akrabnya, saat ditemui wartawan saat menyiapkan keberangkatan santri di depan Kantor Bupati.

Sampai di ponpes, menurut Hudaya, santri akan menjalani masa karantina 14 hari sebelum diizinkan masuk kamar. Ponpes Lirboyo menjadi percontohan ponpes tangguh yang dicanangkan Pemprov Jatim. Dia bersyukur seluruh santri bisa kembali ke ponpes.

Lembaga Eijkman Ingatkan Virus Flu Babi G4 Berpotensi Jadi Pandemi

"Masih dua orang belum bisa kembali bersama rombongan karena sakit. Jadi yang berangkat ini 84 orang. Mereka karantina 14 hari dulu, baru masuk kamar. Ponpes mensyaratkan santri balik ke ponpes bersama rombongan dan tidak boleh menggunakan kendaraan umum," ujarnya.

Menurut informasi, para santri ponpes di Jatim pulang ke Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya pada awal Maret atau saat pandemi Covid-19 merebak. Rombongan saat itu dari Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Solo. Hudaya menyampaikan rapid test Covid-19 dilaksanakan Senin pagi dan hasilnya langsung keluar.

"Rapid test tadi pagi. Hasil sudah keluar lalu diberangkatkan. Semua nonreaktif. Dalam kondisi pandemi Covid-19 begini bisa jadi ada kebijakan tidak boleh pulang selama jeda semeter maupun libur semester. Saya personal berharap begitu tetapi kembali kepada kebijakan ponpes."

Di Kota Lama, Warga Semarang Pura-Pura Dirampok

Share