Santri Jateng Didorong Jadi Agen Perubahan
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono. (Antara-Wisnu Adhi N.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Para santri pondok pesantren di Jawa Tengah didorong menjadi agen perubahan dalam pembangunan masyarakat sekitarnya.

"Santri harus menjadi agen perubahan, kemudian menjadi agen pembangunan sehingga ke depannya dapat ikut menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, seperti kemiskinan, pengangguran, pengembangan ekonomi syariah," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/9/2018).

Selain menjadi agen perubahan dan agen pembangunan, para santri juga harus mampu menangkal berbagai gerakan radikalisme dan terorisme di lingkungan pondok pesantren maupun lingkungan tempat tinggal. Tidak kalah penting, sambung Sekda, para santri tidak menyebarkan hoaks atau kabar bohong, ujaran kebencian, serta hal-hal lain yang memicu pertikaian atau memecah belah bangsa, serta mengancam keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

"Santri harus dapat membentengi diri dari beragam berita hoaks yang marak di media sosial, apabila ada informasi atau postingan hoaks, jangan ditanggapi, dikomentari apalagi meneruskan ke pihak lain," ujarnya.

Untuk memastikan kebenaran suatu informasi atau berita, Sekda Sri Puryono meminta para santri tidak segan untuk melakukan konfirmasi atau bertanya kepada orang yang mempunyai kompetensi di bidang tersebut. Sekda juga mengakui jika pondok pesantren sekarang juga telah banyak mengalami pergeseran dari tradisional menjadi modern, apalagi sekarang adalah era globalisasi dan teknologi, dimana kemajuan teknologi sangat pesat sehingga para santri harus melek teknologi.

"Jangan hanya menyebarkan keburukan dan kekurangan para calon pemimpin, jangan senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom