Santri di Sragen Meninggal Setelah Dianiaya Senior, Kemenag Lakukan Ini

Kantor Kemenag Sragen membenarkan adanya kasus penganiayaan terhadap santri ponpes di Kecamatan Masaran yang berujung kematian. Namun, Kemenag enggan menjelaskan detail dan kronologi kejadian.

 Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Dok)

Solopos.com, SRAGEN — Kasus dugaan kekerasan berujung kematian seorang santri pondok pesantren di Masaran, Sragen, mendapat perhatian Kantor Kementerian Agama setempat. Kemenag Sragen langsung melakukan pembinaan terhadap ponpes tersebut.

Seperti diketahui, seorang santri asal Ngawi, Jatim berinisial D, 14, tahun meninggal dunia pada Minggu (20/11/2022). Bocah kelas IX SMP itu diduga meninggal setelah dianiaya seniornya di ponpes tersebut.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kemenag Sragen, Wiyono, mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak ponpes.. Kemenag juga sudah mendapatkan informasi tentang kasus dugaan kekerasan terhadap santri yang meninggal dunia itu dari pihak ponpes.

“Jadi memang benar terjadi dugaan kekerasan terhadap santri yang mengakibatkan meninggal dunia. Kami sudah sampaikan pembinaan ke lembaga tersebut agar betul-betul menjaga situasi anak-anak supaya tetap sehat dan aman. Nanti dari pihak ponpes yang bersangkutan akan menyampaikan rilis langsung,” jelasnya yang diamini Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Sragen, Khumaidin.

Baca Juga: Diduga Dianiaya Senior, Santri Ponpes di Sragen Meninggal Dunia

Wiyono enggan menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Dia menyampaikan dari pihak ponpes yang bersangkutan yang akan mengeluarkan rilis reminya.

Sebelumnya, seorang santri di salah satu ponpes di wilayah Kecamatan Masaran, Sragen, D, 14, meninggal dunia diduga menjadi korban penganiayaan seniornya sendiri.

Kasi Humas Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro, mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama membenarkan adanya laporan tersebut. Ari menjelaskan kasus tersebut ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen.

“Sudah dalam penanganan Satreskrim,” ujar Ari seraya menjelaskan bila dugaan penganiayaan itu dilakukan dari senior ke juniarnya yang indisiplner tetapi caranya yang kurang pas.

Baca Juga: Penganiayaan Maut di Pondok Gontor, 2 Santri Terancam 15 Tahun Penjara

Sementara Kapolsek Masaran AKP Joko Widodo enggan berkomentar soal kasus tersebut. Dia menyampaikan kasus tersebut sudah ditangani Polres Sragen.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presien Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.

      Menang Lawan Petahana, Cakades Terpilih di Wonogiri Akan Rangkul Lawan

      Aris Wahyu Suryanto, mengatakan setelah dinyatakan terpilih dan mengalahkan cakades petahana nomor urut 2, Margono, akan berupaya membangun hubungan baik dengan pihak lawan

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 9 Desember 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Jumat (9/12/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Nyam, Festival Durian Lokal Digelar 4 Hari di Selogiri Wonogiri, Ini Jadwalnya

      Di antara durian lokal yang dijual, berasal dari Sumatra, Kalimantan, hingga beberapa daerah di Jawa. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp100.000/tiga buah hingga Rp120.000/buah.

      Diawali Menteri Nyirami Kaesang, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Terakhir

      Ada tujuh pasangan yang melakukan siraman kepada calon manten Kaesang yang merupakan keluarga Presiden Jokowi serta menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bersama istri.