SANKSI FIFA : Keputusan Cabut Pembekuan PSSI Tunggu Kongres FIFA
Pembicaraan Kemenpora dan Perwakilan Klub QNB League (Ligandonesia.co.id)

Sanksi FIFA terhadap sepak bola Indonesia membuat Menpora menggelar pertemuan dengan PSSI. 

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, belum berencana mencabut surat keputusan (SK) pembekuan PSSI, meskipun sepak bola Indonesia diberi sanksi FIFA. Ia menunggu Kongres Luar Biasa FIFA yang akan digelar Desember 2015.

Dikutip dari Detik, Selasa (23/6/2015), Menpora telah mengundang PSSI yang diwakili oleh Djohar Arifin, bukan La Nyalla sebagai bentuk menjalankan amanah DPR yang meminta agar segera dilakukannya penyelesaian sanksi FIFA dan membahas soal kompetisi.

Setelah pertemuan yang berlangsung selama sekitar empat jam mulai pukul 14.00 WIB tersebut, Menpora mengisyaratkan belum memiliki rencana mencabut SK pembekuan tertanggal 17 April 2015. Imam ingin menunggu sampai FIFA-yang sedang dihantam skandal korupsi-lebih dulu menyelesaikan urusannya.

"Pembekuan dicabut sampai FIFA selesai kongres. FIFA sendiri masih sibuk dengan persoalan sendiri. Makanya kita tunggu dulu. FIFA harus membersihkan diri dulu dan katanya mau ke sini, jadi tunggu saja," ujar Imam.

Mengenai kehadiran Djohar sebagai pengurus lama PSSI dan bukannya La Nyalla Mattalitti, sebagai Ketua Umum PSSI saat ini, yang menghadiri pertemuan tersebut, Menpora juga memberikan penjelasannya. "Itu sudah sesuai aspek legal. Siapa yang tidak diakui sudah jelas. Kami undang PSSI tapi yang datang seperti itu," tambah Imam.

Imam Nahrawi juga menepis apabila ada anggapan dirinya menolak untuk bertemu Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. "Siapa bilang saya tidak mau bertemu La Nyalla. Saya membuka pintu untuk berkomunikasi dengan siapa saja," ujar Menpora.

Tim Transisi Ingin Kompetisi Tidak Mati
Dilansir Liputan6.com, Selasa, setelah rapat, beberapa pihak yang ikut dalam pertemuan menggelar jumpa pers di Ruang Media Center Kemenpora. Hadir dalam acara ini anggota Tim Transisi, Saut Sirait, Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, Djohar Arifin, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah, dan anggota Tim Transisi Lodewijk Freidrich Paulus.

"Intinya dari Tim Transisi adalah menjamin kompetisi tak mati. Kaitannya, turnamen-turnamen dalam waktu dekat akan digelar seperti Panglima Cup, Piala Kemerdekaan, di daerah-daerah ada Kapolda Cup, Pangdam Cup, Gubernur Cup," kata Saut Sirait.

Dia menambahkan selain turnamen level senior, pada awal tahun ajaran baru pihaknya ingin menggagas turnamen-turnamen di usia dini. "Ini akan dikemas agar terekspose dengan baik oleh wartawan," tutur Saut lagi.

Senada dengan Saut, Djohar Arifin Husin mengungkapkan alasan kedatangannya. Ia juga mengupayakan agar kompetisi tetap berjalan. "Saya ingin kegiatan sepak bola di Indonesia tidak berhenti. Kami akan fokus pada pembinaan usia muda, kursus-kursus kepelatihan, dan juga kompetisi tetap berjalan," kata Djohar.

Pada kesempatan lain Faisal Abdullah menjelaskan soal belum adanya penyelesaian masalah sanksi FIFA yang masih membebani sepak bola Indonesia.

"Banyak yang dibahas seperti sanksi FIFA, tapi masalahnya FIFA sedang mengalami masalah dan kita belum bisa berkomunikasi dengan baik karena hal itu," kata Faisal.

Menpora dan PSSI memang harus bertemu secepatnya karena efek sanksi FIFA mulai dirasakan pelaku sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia dilarang tampi diberbagai kejuaraan.

PSSI menyatakan Timnas Futsal Indonesia gagal bertanding di kejuaraan AFF Futsal Championship 2015 karena sepak bola Indonesia yang dijatuhi sanksi FIFA sejak 30 Mei lalu.

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-16 dan U-19 resmi dibubarkan akibat adanya sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada Indonesia. Timnas Indonesia juga tidak bisa mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2018, yang mulai digelar 11 Juni lalu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom