Sampah Terbakar, Sapi di Putri Cempo Solo Bisa Terkena Penyakit Ini
Sapi mencari makan di dekat tumpukan sampah yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Selasa (23/10/2018)./Nicolous Irawan

Solopos.com, SOLO-Kepulan asap tebal masih menerjang rumah-rumah warga di sekitar Putri Cempo, Selasa (23/10/2018) . Kondisi ini menyebabkan warga sekitar terganggu asap. Bahkan, mereka mulai merasakan sesak napas dan sebagian mengungsi ke rumah kerabat.

Namun demikian, sapi-sapi yang dipelihara warga tetap mencari makan di tumpukan sampah tak jauh dari lokasi kebakaran. Asap mengepul di kawasan itu. Sapi-sapi itu terpapar asap. Di sekitar gunungan sampah dengan asap mengepul itu, sekitar 12 ekor sapi berlalu lalang.  

Direktur Klinik Hewan Solo Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati menjelaskan asap di TPA Putri Cempo bisa mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada sapi. "ISPA bisa disebabkan oleh debu, asap, gas dll. Kalau ada asap yang dihirup berlebihan maka bisa menyebabkan terjadinya radang pada daerah hidung dan diikuti juga infeksi sehingga terjadilah penyakit ISPA,” ujarnya, Selasa.

Ida menuturkan jika terlalu banyak menghirup asap dari kebakaran, sapi bisa mati secara mendadak. “Kalau kadar asapnya berlebihan sapi tidak bisa mengambil oksigen.  Saat pertukaran oksigen dan karbon monoksida sapi juga bisa mati secara mendadak. Jika kadarnya sedikit-sedikit, sapi tersebut bisa menderita penyakit kronis,” ujarnya.

Pantauan Solopos.com, asap putih mengepul dari tumpukan sampah. Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo berupaya mendinginkannya dengan menyemprotkan air dari mobil tangki. “Susah sekali menyingkirkan asap dari gunungan sampah tersebut. Sudah tiga hari dilakukan pendinginan tetapi asap masih mengepul di gunungan sampah tersebut,” ujar Muh. Pramujo, pengelola TPA Putri Cempo.

Pramujo belum bisa memastikan volume sampah yang terbakar karena kawasan itu masih dikepung asap. “Belum bisa memastikan untuk berapa volume sampah yang terbakar, tetapi jika asap sudah tidak mengepul lagi kami usahakan memberi tahu pastinya,” ujar Pramujo.

Pramujo bersama petugas lainnya berupaya mengusir asap yang menjalar sampai ke permukiman warga. “Ini sedang proses pendinginan, gunungan sampahnya tinggi lebih dari 10 meter. Warga dimohon bersabar rumahnya terkena kepulan asap,” ujar Pramujo.

Sebelum itu, TPA Putri Cempo pernah didera kebakaran pada 2015. Saat itu, kebakaran juga terjadi saat musim kemarau sehingga api menyebar dengan cepat.

Avatar
Editor:
Syifaul


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom