Petugas DLH membersihkan sampah di kawasan Pasar Gede Solo, Sabtu (25/1/2020). (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO — Kemeriahan warga menyambut Tahun Baru Imlek pada Jumat (24/1/2020) malam di sekitaran Jl. Jenderal Sudirman, Plaza Balai Kota, sekitaran Pasar Gede Solo hingga simpang empat Warung Pelem menyisakan timbunan sampah.

Pulau hijau atau taman di ruas jalan itupun tak luput jadi tempat sampah. Akibatnya sebagian tanaman rusak karena terlalu berat menyangga sampah di atasnya. Itu belum termasuk tanaman yang terinjak oleh warga.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo memperkirakan jumlah sampah yang ditimbulkan pada malam itu mencapai 15 ton dalam tempo tak sampai 12 jam.

Truk pengangkut sampah pun harus bolak-balik empat kali untuk mengusung sampah itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo.

Kepala DLH Kota Solo, Gatot Sutanto mengatakan pembersihan lingkungan tersebut dimulai pasca shubuh. Petugas menyisir titik-titik yang ditinggalkan warga. Sayangnya, warga tidak memanfaatkan bak sampah yang telah disediakan. Mereka justru membuang plastik dan aneka jenis sampah lain di sekitar bak sampah.

“Kesadaran mereka sangat kurang. Bak sampah bisa kosong tapi sekitarnya penuh sampah. Ya, menjadi tanggung jawab kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membuang sampah di tempatnya,” kata dia, kepada solopos.com, Sabtu (25/1/2020) pagi.

Taman sekitar Pasar Gede Solo penuh sampah, Sabtu (25/1/2020). (Istimewa)

Taman sekitar Pasar Gede Solo penuh sampah, Sabtu (25/1/2020). (Istimewa)Pembersihan sekurangnya membutuhkan waktu hingga lima jam hingga Sabtu siang. Namun, pada Sabtu pagi antusias masyarakat untuk menikmati sajian Tahun Baru Imlek belum surut.

“Sabtu pagi mereka sudah berkerumun kembali di sekitar Pasar Gede. Pikiran positifnya, perkembangan pariwisata kota berkembang,” ucap Gatot.

Lebih jauh dikatakan, DLH menyediakan 20an bak sampah di titik konsentrasi massa. Jumlah itu belum termasuk yang disediakan oleh Panitia Imlek Bersama. Ia memperkirakan jumlah sampah akan bertambah pada Sabtu malam hingga Minggu pagi saat car free day

“Petugas penyapu menyebut sampah tahun ini lebih banyak. Biasanya maksimal cuma sampai dekat Pasar Gede tapi tahun ini sampai Warung Pelem. Plaza Balai Kota juga terkena dampak. Selain itu, sekitar Beteng Vastenburg hingga Jl. Mayor Kusmanto,” beber Gatot.

Ia menyebut rata-rata sampah dari event yang dimulai sejak 15 Januari lalu itu per harinya mencapai 4-5 ton. Panitia Imlek Bersama sempat menjalankan program menukar sampah dengan kue keranjang pada 22-23 Januari.

Pada hari itu, volume sampah yang dibuang sembarangan sempat berkurang. “Sampah Jumat malam tiga kali lipat dari hari biasa,” tandasnya.

Kisah Anisa, Sejak SD hingga Remaja Jualan Koran di Perempatan Panggung Solo

Di sisi lain, Ketua Panitia Grebeg Sudira, Arga Dwi Saputra, mengatakan operasional perahu wisata Kali Pepe diperpanjang hingga awal bulan depan. Hal itu dilakukan menyikapi antusiasme masyarakat yang membeludak.

“Seharusnya sampai Sabtu malam saja tapi diperpanjang. Kami masih menunggu apakah masih akan diperpanjang lagi sampai Cap Go Meh. Mengingat nyala lampion masih sampai 15 Februari,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten