Alat berat digunakan untuk membersihkan sampah kayu dan bambu yang tersangkut di Pintu Air 12 Sungai Jeroan, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (8/1/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Sampah kayu dan bambu menumpuk di Pintu Air 12 di Sungai Jeroan, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Seluruh pintu air yang tertutup sampah membuat air tidak lancar mengalir.

Untuk membersihkan sampah tersebut tidak bisa dilakukan secara manual. Tetapi harus menggunakan alat berat, karena saking banyaknya sampah kayu tersebut.

PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Aditya Sidik Waskito, Rabu (8/1/2020), mengatakan saat ini kondisi debit air di Sungai Jeroan, Sungai Sono, dan Sungai Piring masih normal meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan terus mengguyur.

"Kondisi yang bahaya itu saat air di Sungai Jeroan penuh dan Sungai Sono serta Sungai Piring juga penuh. Ini mengakibatkan pintu air tidak bisa berfungsi dan itu bisa membuat air meluap," terang Aditya.

Dia menuturkan saat ini yang menjadi masalah di Pintu Air 12 adalah persoalan sampah yang menumpuk. Gara-gara sampah menumpuk ini, lanjut Aditya, kondisi air di pintu sempat sampai diambang siaga. Karena air tidak bisa mengalir dengan lancar di pintu tersebut. Pihaknya pun mengoperasikan satu pompa untuk membuang air yang semakin meninggi tersebut.

"Sebelum tahun baru kemarin, ada dua batang kayu besar dan bambu yang menutup seluruh pintu. Kami akhirnya menyalakan pompa sekitar satu jam," kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengatakan Pintu Air 12 ini menjadi salah satu pusat perhatian. Dia mengakui saat ini tumpukan sampah di pintu air tersebut sangat banyak.

Dalam sekali membersihkan sampah di pintu air tersebut menggunakan alat berat bisa sampai 20 kali angkutan truk.

"Sekarang ini, kalau ada sampah yang menumpuk langsung dibersihkan. Jadi tidak menunggu sampai menumpuk banyak. Posisi pintu air ini sangat penting karena menjadi titik temu sungai-sungai yang ada di Madiun," terang Rowi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten