Sambut HUT RI, Warga dan Eks Napiter Boyolali Heboh Lomba Mancing Mania

Seratusan warga Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, serta stakeholder pemerintahan di kecamatan setempat menggelar lomba memancing disertai pengibaran bendera dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 RI dan meningkatkan nasionalisme di desa setempat, Minggu (14/8/2022).

Selasa, 16 Agustus 2022 - 00:52 WIB Editor: Ika Yuniati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Serangkaian acara lomba memancing dan pengibaran bendera dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 RI sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme bagi warga dan mantan narapidana terorisme di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Minggu (14/8/2022). (Istimewa/Diskominfo Boyolali).

Solopos.com, BOYOLALI – Seratusan warga Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, serta stakeholder pemerintahan di kecamatan setempat menggelar lomba memancing disertai pengibaran bendera dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 RI di desa setempat, Minggu (14/8/2022).

Acara tersebut diadakan dalam rangka menyambut HUT ke-77 RI sekaligus meningkatkan nasionalisme para mantan narapidana terorisme (eks napiter) di desa setempat.

Dilansir dari situs resmi pemkab.boyolali.go.id yang tayang, Senin (15/8/2022), Warga dan unsur pemerintahan Kecamatan Banyudono mengibarkan bendera merah putih di lokasi pemancingan dikomandoi langsung Danramil 08/Banyudono Kodim 0724/Boyolali , Kapten Inf Budiyanto.

Setelah itu, warga dan stakeholder Kecamatan Banyudono menebarkan benih ikan untuk kemudian dipancing bersama.

Kapten Inf. Budiyanto mengatakan pengibaran bendera merah putih tersebut diikuti berbagai unsur pemerintah di kecamatan setempat mulai dari mulai dari TNI, Polri, Kesbangpol, Badan Intelejen Negara (BIN), hingga perangkat setempat.

Baca juga: Sambut HUT RI, Warga Krakitan Klaten Bikin Es Puter Merah Putih

“Pengibaran bendera ini untuk menyosong Hari Kemerdekaan ke-77 RI. Dan untuk meramaikan kegiatan ini kita lakukan tebar benih ikan sekaligus lomba mancing ikan,” katanya kepada wartawan, Minggu (14/8/2022).

Budiyanto mengatakan pengibaran bendera merah putih ini bertujuan penyadaran diri warga eks napiter yang berada di desa tersebut.

“Kami bersyukur eks napiter ini sudah mau kembali ke NKRI, dan kembali kemasyarakat. Mereka sudah mau menghormat bendera. Dan kita lakukan pengibaran bendera secara bersama sama warga di sini [desa setempat],” jelas Danramil.

Budiyanto mengatakan mantan napiter yang sudah kembali ke NKRI ini kembali diterima oleh masyarakat dan kemudian berbaur dengan warga sekitar.

“Ya, setelah kembali ke masyarakat ini, semoga mereka dapat berbuat yang lebih baik untuk lingkungannya serta kembali berbaur dengan masyarakat,” ujar dia.

Baca juga: Rayakan HUT, Desa Kemuning Karanganyar Ingin Gelar Festival Balon Udara

Danramil berharap, dengan adanya kegiatan tersebut warga masyarakat dapat menerima kehadiran mereka, terjadi interaksi yang baik ditengah masyarakat.

“Semoga mereka (eks napiter) ke depan lebih baik ekonominya. Ya, kalau warga disini sudah menerima kembali dan semoga menjadi interkasi yang baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Boyolali, Arif Budi Nuranto mengatakan, pengibaran bendera merah putih merupakan bentuk penanaman rasa cinta Tanah Air. Sekaligus kegiatan untuk menyongsong HUT RI.

“Ini bentuk cinta kita kepada NKRI, kita kibarkan bendera secara bersama sama sebelum melakukan lomba mancing,” kata dia.

Ikan yang ditebar untuk lomba mancing sebanyak 700 ikan lele di tiga kolam. Bagi warga yang berhasil mendapat ikan yang diberi tanda pita berhak mendapat hadiah dari panitia.

Baca juga: Difabel Boyolali Adu Ketangkasan Jumping Kursi Roda Meriahkan HUT RI

“Pengelola kolam ini diberi nama kelompok Karya Bhakti Kunden. Kebetulan dengan kegiatan ini sambutan warga disini antusias dan cukup meriah,” kata Arif.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Wisata Kali Talang Klaten, Spot Terbaik Nikmati Puncak Merapi dari Jarak Dekat 15 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Konversi Plastik jadi BBM, Wong Sukoharjo Selesaikan 2 Masalah dengan 1 Solusi 32 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ini Syarat Teknis Menjadi Desa Wisata di Wonogiri 48 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Fakta-Fakta Warga Sukoharjo Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Solar Dijual Murah 59 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Harga Tiket Nonton Panggung Hiburan Sekaten Solo, Denny Caknan Termahal 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya DLH Sragen Kini Punya Bank Sampah, Hasilnya Bisa untuk Bayar Retribusi  1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Duh! Sedikitnya 52 Desa di Wonogiri Terdampak Serangan Kera Ekor Panjang 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Sekaligus Tonggak Sejarah Dakwah Islam 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Taman Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Melegenda di Kaki Merapi 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sopir Ngantuk, Mobil Panther Masuk Selokan di Jalur Matesih-Karanganyar 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tabrak Anak SD, Mobil Ditumpangi Anggota DPRD Solo Dirusak Warga di Minahasa 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Dijajah Belanda, Tapi Tak Bisa Berbahasa Belanda 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Yuk, Tukar Botol Plastik Jadi Bibit Tanaman di DLH Sragen 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Beri Kode ke Danrem 052/Wijayakrama, Begini Jawaban Wali Kota Gibran 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pelatihan Desa Wisata Bakal Digelar Lagi, Desa di Wonogiri Diminta Bersiap 4 jam yang lalu