Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, berdialog dengan ibu-ibu di kawasan Pecinan, Kampung Gabahan, Kota Semarang, Jateng, Rabu (24/10/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, menyambangi Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (24/10/2018). Salah satu tempat yang disambangi Sandiaga adalah Kampung Gabahan, yang banyak dihuni warga Pecinan.

Sandi tiba di kawasan Pecinan, Kota Semarang, sekitar pukul 13.40 WIB. Turun dari mobil pribadinya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disambut tarian Barongsai serta dikalungi karangan bunga. Sandi datang turut ditemani beberapa petinggi DPD Gerindra Jateng, salah satunya Abdul Wahid.

Di kawasan Pecinan, Sandi berkesempatan berdialog dengan warga. Ia juga menceritakan sejarah singkat kampung Pecinan yang telah ada sejak 600 tahun silam di Semarang. Ia juga menyanjung warga Tionghoa yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kwik Kian Gie.

“Penasehat tim [pemenangan] kami, om Kwik Kian Gie, yang asli Pati, Jawa Tengah, juga menjadi tokoh bangsa, pahlawan aset ekonomi kita,” ujar Sandi.

Sandi lalu mempaparkan kepada warga  terkait pemilihan pemimpin baru atau Pilpres 2019. Ia juga menjelaskan tentang kondisi ekonomi nasional, yang menurutnya tengah terjadi turbulensi karena kenaikan sejumlah harga pokok, tarif dasar listrik hingga masalah pengangguran.

Sandi pun berjanji, bersama Prabowo akan memperbaiki perekonomi jika dipercaya rakyat Indonesia memimpin.

“Kita ingin bikin dagang gampang, tak lesu lagi tapi ramai dengan keberpihakan ekonomi rakyat serta perkembangan UMKM,” ujar Sandi.

Menyangkut kebijakan nasional, Sandi menjanjikan akan memutus sejumlah kebijakan yang memanjakan impor dan akan mengoptimalkan barang-barang dalam negeri. 

Salah seorang warga Kampung Gabahan, Tri Lestari, mengaku senang kampungnya didatangi cawapres nomor urut 02 itu. Ia memiliki harapan besar kepada Sandi untuk memperbaiki perekonomian nasional.

“Listrik sekarang itu mahal sekali. Tiap bulan pasti naik, saya sendiri bahkan tak sempat memperbaiki rumah. Pak Sandi harus tolong rakyat kecil,” ujar Tri Lestari.

Di akhir acara, Sandiaga lalu mengajak warga yang mayoritas kaum emak-emak bernyanyi lagu berjudul Goyang Dua Jari dengan lirik yang telah diubah. Emak-emak itu pun lantas mendeklarasikan diri sebagai Persatuan Emak-Emak Prabowo-Sandi atau Permak Bodi Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten