Tutup Iklan

Salurkan Hobi Masak, Ibu Muda Asal Solo Ini Raih Jutaan Rupiah Lewat Bakpao Unik

Ide untuk membuat bakpao berkarakter unik itu berawal dari para buah hatinya yang menyukai bakpao pada umumnya.

 Efrina Yulianti saat mengikuti pameran UMKM beberapa waktu di Solo. (Istimewa/Dok Efrina Yulianti)

SOLOPOS.COM - Efrina Yulianti saat mengikuti pameran UMKM beberapa waktu di Solo. (Istimewa/Dok Efrina Yulianti)

Solopos.com, SOLO — Berawal dari hobi memasak hingga aktif mengikuti kelas masak, seorang ibu muda, Efrina Yulianti, 35, warga RT 002/RW 002, Mojo, Pasar Kliwon, Solo bisa menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah per bulan. Efrina sapaan akrabnya, mengubah bakpao yang biasanya polos berwarna putih menjadi bakpao unik berbentuk berbagai karakter unik.

Efrina kepada Solopos.com, Kamis (5/8/2021), menceritakan ide untuk membuat bakpao berkarakter unik itu berawal dari para buah hatinya yang menyukai bakpao pada umumnya. Namun, anak-anaknya tiba-tiba bosan karena bakpao kesukannya hanya polos berwarna putih.

“Lalu saya mencoba membuat bakpao karakter, ternyata bisa. Saya sempat foto dan saya unggah di media sosial ternyata respons teman-teman meminta saya untuk membuatkan,” papar Efrina.

Baca Juga: Kisah Abon Ksatria Solo Mulai Usaha dari Nol hingga Raup Omzet Rp50 Juta Sebulan

Melihat peluang bisnis, ia pun memutuskan menekuni usaha bakpao karakter yang ia beri nama Napao. Ia mulai merintis Napao pada awal pandemi tahun lalu. Ia mengaku tercengang, baru setahun produksi, Napao sudah merambah ke wilayah Jabodetabek.

“Belajar bentuk karakter ya dari para pemesan. Kalau pemesan minta karakter superhero ya saya buatkan, lalu saya perlihatkan bentukknya dulu ke pemesan,” papar Efrina.

Bahkan, berbagai prestasi berhasil Napao raih yang membuatnya terus fokus memproduksi bakpao unik di tengah-tengah kesibukanya sebagai apoteker.

“Pengiriman luar kota bakpao frozen food, nanti dikukus dulu. Hanya beberapa kota dulu, masih terkendala jasa pengiriman makanan,” imbuh dia.

Baca Juga: Ini Rahasia Kelezatan Onde-onde Aneka Rasa Bu Is Boyolali

Ia menjual setiap bakpao karakter seharga Rp4.000. Napao juga tersedia dalam beberapa pak. Dalam sehari Napao bisa membuat 60 bakpao karakter. Menurutnya, pembuatan bakpao unik karakter memerlukan waktu cukup lama. Hal itu mengingat keterbatasan alat dan proses produksi yang ia kerjakan sendiri.

Ia berharap setelah mengikuti UMKM Virtual Expo 2021 yang digelar Bank Indonesia (BI) Solo dan Solopos Media Group dapat memperluas wawasan dan meraih prestasi lewat bakpao unik.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jekek Lanjutkan Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri

Joko Sutopo melanjutkan program karena mahasiswa penerima beasiswa sudah memberi kontribusi yang berdampak positif bagi warga dan pembangunan daerah.

29 Motor yang Disita Polisi Karanganyar Bisa Diambil, Ini Syaratnya!

Ada 29 sepeda motor yang tidak sesuai dengan spesifikasinya seperti tidak menggunakan spion, plat nomor dan menggunakan knalpot brong yang diamankan.

3 Gedung Pemkab Karanganyar Ini Anti Oglangan, Kok Bisa?

Pelayanan listrik premium ini dinilai sangat dibutuhkan karena kelancaran pelayanan digital tergantung suplai energi listrik.

Sebelum Membakar, Pria Sragen Hantam Kaca Mobil Tetangga Pakai Cangkul

Rangkaian peristiwa sebelumnya, tersangka sakit hati karena pernah dipinjami kendaraan bermotor rusak sehingga hal itu dianggap tersangka sebagai penghinaan.

5 Pasar Tradisional di Sragen Terbakar dalam 10 Tahun, Ini Daftarnya!

Para pedagang dan pengelola pasar lainnya diimbau berhati-hati agar tidak terjadi musibah serupa. Empat kejadian kebakaran lainnya terjadi di tiga pasar dengan penyebabnya korsleting.

Uji Petik Swab Antigen di Sekolah Bakal Digelar Rutin Setiap Bulan

Tes acak swab antigen kepada guru dan siswa bakal digelar rutin sekali dalam sebulan untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 dari penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Granat Nanas di Dekat Stasiun Solo Balapan Sempat Dikira Mainan

Granat nanas yang ditemukan pekerja proyek PT KAI di dekat Stasiun Solo Balapan, Minggu (26/9/2021), sempat dikira mainan.

Edarkan Sabu-Sabu, Emak-Emak dengan Tiga Anak Dibekuk

Ketiga tersangka tertarik menjual sabu-sabu karena iming-iming keuntungan yang tinggi.

Korban Komplotan Pembobol ATM di Klaten Ternyata Seorang Polisi

Korban pembobolan ATM di Ngawen, Klaten, adalah anggota Polri. Kebetulan, saldo tabungan yang dimiliki korban tak terlalu banyak. Dari sana, polisi memperoleh informasi tentang komplotan Lawang Cs.

Untung Rp28 Juta/Bulan dari Tembakau Gorilla, Warga Ngawen Diringkus

Pengungkapan kasus narkoba jenis tembakau gorila berawal dari penangkapan tersangka Krisna Yudha Aditama, 23, warga Manjung, Kecamatan Ngawen.

Komplotan Pembobol ATM di Klaten Diringkus, 2 Tersangka Berhasil Kabur

Komplotan Lawang Cs diduga telah beraksi selama enam kali sebelum ditangkap polisi. Barang bukti kasus pembobolan ATM yang disita adalah buku ATM, obeng, ponsel, dan pakaian.

Percepat Penanganan Perkara, PN Sukoharjo Luncurkan Aplikasi e-CDP

PN Sukoharjo meluncurkan aplikasi e-CDP yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan perkara hukum.

Vaksinasi Covid-19 di Klaten Meningkat, Optimistis Tembus 70%

Sejauh ini, serbuan vaksinasi Covid-19 terus ditingkatkan guna membentuk kekebalan tubuh masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Penghulu di Klaten Viral Setelah Membuat Surat Terbuka, Ini Isinya!

Sugiyanto menegaskan surat tersebut itu bukan sebagai komplain. Surat tersebut dia buat untuk menginformasikan serta memohon agar tes antigen untuk keperluan menikah bisa digratiskan.

Banyak Hajatan di Karanganyar Melanggar Prokes

Satpol PP Karanganyar menemukan banyak penyelenggaraan hajatan di desa-desa yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Salah satunya digelar dengan jumlah tamu undangan melebihi ketentuan maksimal 20 orang.

Seru, Universitas Duta Bangsa Solo Gelar Outbound Dosen dan Tendik

Universitas Duta Bangsa (UDB) Solo menyelenggarakan kegiatan outbound bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk meningkatkan keakraban.