Saluran Irigasi Peninggalan Belanda Jebol, Ini Nasib Lahan Pertanian di Kulonprogo

Saluran irigasi peninggalan Belanda yang jebol berada di Dusun Pantog Wetan, Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo.

 Seorang anggota Polres Kulonprogo menutup akses jalan di saluran irigasi di Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, yabg jebol diterjang debit air pada Selasa (21/9/2021). (Istimewa-Polres Kulonprogo)

SOLOPOS.COM - Seorang anggota Polres Kulonprogo menutup akses jalan di saluran irigasi di Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, yabg jebol diterjang debit air pada Selasa (21/9/2021). (Istimewa-Polres Kulonprogo)

Solopos.com, KULONPROGO — Ribuan hektar lahan pertanian terancam gagal panen usai saluran irigasi dengan diameter sekitar empat meter jebol karena diterjang debit air yang besar pada Selasa (21/9/2021) di wilayah Kapanewon (Kecamatan) Kalibawang, Kulonprogo. Debit air yang meningkat disinyalir membuat struktur irigasi menjadi lemah hingga akhirnya runtuh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Kulonprogo Gusdi Hartono mengatakan saluran irigasi itu peninggalan kompeni. Berada di Dusun Pantog Wetan, Kalurahan (Kelurahan) Banjaroyo, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo.

“Penyebab jebolnya saluran irigasi diduga karena hujan deras pada Selasa [21/9]. Debit air meningkat signifikan. Sehingga, struktur irigasi menjadi lemah dan tak kuasa menahan debit air yang banyak,” ujar Gusdi pada Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Capaian Vaksinasi Di Bantul Dinilai Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

Dikatakan Gusdi, debit air yang tinggi juga menggerus dinding tanggul sepanjang lima meter. Terlebih, debit air yang tinggi juga merusak jalur inspeksi irigasi di sekitar lokasi kejadian.

Bahkan, sebuah jembatan yang tak jauh dari jebolnya saluran irigasi ikut rusak karena terhempas debit air yang tinggi. Guna mengantisipasi terjadinya kerusakan tambahan, jawatannya berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar menutup sementara aliran air.

“Aliran air sementara waktu kami tutup untuk meminimalisir kerusakan menjadi lebih parah. Meskipun, dampaknya akan dirasakan kepada lahan pertanian di sekitar lokasi kejadian jebolnya saluran irigasi,” ujar Gusdi dikutip dari Harian Jogja.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Ponorogo, 3 Orang Luka-Luka

Perbaikan Irigasi Kulonprogo

Selama ini, saluran air peninggalan Belanda tersebut mengalirkan 7.000 liter air per harinya. Mampu mengaliri kebutuhan pertanian di Kulonprogo dan wilayah sekitarnya. Dengan ditutupnya sementara aliran air bakal berdampak kepada lahan pertanian seluas 2010 hektar.

“Untuk perbaikannya nanti akan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Jika tidak diperbaiki, 2010 hektar lahan pertanian terancam gagal panen. Terlebih, saat ini Kulonprogo tengah memasuki masa tanam pertama,” imbuh Gusdi.

Dikonfirmasi terpisah, Staf Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) Arif Wibowo mengatakan upaya perbaikan menjadi agenda yang akan dilakukan. Menyusul kerusakan aliran irigasi di wilayah kapanewon Kalibawang.

Ari mengaku jika jawatannya sudah mengajukan upaya perbaikan instansi terkait. “Rencananya perbaikan akan memakan waktu selama dua Minggu. Perbaikannya juga masih menunggu hasil koordinasi antar stakeholder,” kata Arif.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Hasil Swab PCR, 1 Siswa di Sleman Positif Covid-19

Sesuai kebijakan Bupati Sleman, pembelajaran tatap muka di sekolah siswa yang positif Covid-19 ditutup sementara waktu.

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.