Tutup Iklan

Saluran Drainase Depan Hotel Amarelo Solo Dibongkar, Ternyata Penuh Sampah

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo membongar saluran drainase di seberang depan Hotel Amarelo dibongkar, Rabu (23/1/2019).

Saluran Drainase Depan Hotel Amarelo Solo Dibongkar, Ternyata Penuh Sampah

SOLOPOS.COM - Petugas Dinas PUPR mengebor saluran drainase di depan Hotel Amarelo Solo, Rabu (23/1/2019). (Solopos/Ratih Kartika)

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo membongar saluran drainase di seberang depan Hotel Amarelo dibongkar, Rabu (23/1/2019).

Pembongkaran itu lantaran sepanjang Jl. Langen Asmoro di RT 003/RW 003, Kelurahan Kemlayan, Serengan, digenangi air setelah hujan deras.

Pengawas Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, Gunarno, menjelaskan tim yang terdiri atas beberapa orang tersebut cukup kesulitan saat memberi lubang di saluran drainase tersebut. Hal itu dikarenakan penutup saluran drainase cukup keras.

Penutup saluran drainase tersebut juga tidak dilengkapi dengan pegangan yang memudahkan bagian penutup diangkat manusia. "Setelah saluran bisa dilubangi, tiga orang masuk ke dalam untuk membersihkan bagian dalamnya. Ada banyak sampah di saluran itu," jelas Gunarno kepada Solopos.com, Rabu.

Dinas PUPR akan memfokuskan pembersihan saluran drainase di Jl. Gatot Subroto (Gatsu). Hari berikutnya setelah semua masalah yang menyumbat saluran drainase di Jl. Gatsu sudah teratasi, Dinas PUPR akan berlanjut untuk mengecek saluran drainase di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon.

"Paling sulit membuat lubang yang akan digunakan personel kami masuk ke dalam lubang saluran drainase. Personel kami kesulitan saat masuk ke dalam karena tempat untuk menggali sangat keras. Besi untuk mengangkat penutupnya enggak ada. Kalau ada besinya itu kan bisa buat menarik penutup drainasenya," jelas Gunarno.

Ketua RT 003/RW 003 Kampung Singosaren, Kelurahan Kemlayan, Pardi Suwarno, menjelaskan warga kesulitan saat kerja bakti membersihkan saluran drainase. Menurut Pardi, air dari saluran drainase tersebut tersumbat lumpur yang menutupi selokan atau saluran pembuangan tersebut.

"Air terus tumpah dan nggak masuk ke selokan saat hujan mengguyur. Dulu sudah laporan tapi enggak ada tanggapan. Baru ini ditanggapi dari Pemkot Solo datang mengecek," ujar Pardi kepada Solopos.com, Rabu.

Warga setempat juga ogah-ogahan apabila harus kerja bakti membersihkan saluran tersebut. Saluran akan kotor lagi apabila ada genaangan setelah hujan turun.

"Kalau hujan pasti tergenang. Baru dilihat dan dicek hari ini sama Pemkot. Kami mau bongkar juga takut salah dan kena sanksi," ujar Pardi.

Ketua RW 003, Fredy Setio Oktafianto, mengatakan semenjak saluran drainase di Jl. Gatsu selesai dibangun saat hujan pasti ada genangan di kampung. Halaman depan rumah warga pasti tergenang air.

Air genangan butuh waktu lama untuk surut. "Sini hujan sebentar saja sudah tergenang. Sebelum ada proyek hujan sederas apa pun enggak banjir. Harapan warga ya seperti dulu lagi. Jadi enggak ada masalah air menggenang lagi," papar Fredy.

Dari pantauan Solopos.com, petugas dari Dinas PUPR cukup kesulitan menggali saluran drainase tersebut. Butuh waktu hampir setengah jam untuk dapat membuat satu lubang di tempat tersebut.

Setelah lubang selesai dibuat tiga orang masuk ke dalam dan membuka sumbatan. Petugas lainnya langsung membersihkan bagian saluran drainase yang dapat dijangkau tanpa harus masuk ke dalam. Terlihat berbagai macam sampah dikeluarkan petugas.

Berita Terkait

Berita Terkini

Soal Perusakan Makam Di Mojo Pasar Kliwon, Ini Kata Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan tentang langkah polisi dalam penanganan kasus perusakan makam di Kelurahan Mojo.

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo, Ini Keunggulannya

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) meluncurkan layanan 5G komersial pertama di Solo pada Selasa (22/6/2021).

Tambah Lagi, Total 107 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Terpapar Covid-19

Karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Jaten yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 107 orang.

Lengkapi Barang Bukti, Polisi Sragen Ubek-Ubek Jamban Cari Celana Dalam Bocah Korban Pencabulan Sukodono

Polisi Sragen mengubek-ubek jamban untuk mencari celana dalam milik bocah korban pencabulan di Sukodono sebagai barang bukti,

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.