Saling Menguatkan, Saling Memulihkan

Momentum mudik Lebaran 2022 menjadi momentum untuk saling menguatkan saling memulihkan. Tulisan opini ini juga dimuat di rubrik Selasar Koran Solopos

 Rini Yustiningsih (Istimewa/Dokumen pribadi)

SOLOPOS.COM - Rini Yustiningsih (Istimewa/Dokumen pribadi)

Solopos.com, SOLO — Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, berkali-kali Leni geleng-geleng kepala, saat tangannya memencet tombol delete di tuts keyboard komputer. Berkali-kali rupanya dia salah meng-input kode barang di komputer saat dilakukan penghitungan.

“Maaf ya, salah terus ini. Maklum sudah capai, lelah, dari tadi berdiri terus,” ujar Leni yang merupakan kasir di toko sembako kepada saya awal pekan ini.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Sejak akhir pekan lalu, tempatnya bekerja sudah ramai oleh pembeli. Selama delapan jam kerjanya, nyaris dia lebih banyak berdiri untuk menghitung belanjaan pembeli. Ini berbeda dengan situasi hari-hari sebelumnya.

Masih dua belas hari lagi menuju Hari Raya Idulfiri 1443 Hijriah, namun hiruk pikuk Lebaran sudah terasa. Pusat-pusat belanja busana mulai dijejali warga. Toko-toko sembako dan aneka parsel juga. Terminal bus menunjukkan tren peningkatan penumpang, kursi kereta api (KA) untuk berbagai rute rata-rata hanya menyisakan belasan seat, pun halnya dengan pembelian tiket penerbangan makin bergerak naik.  Gairah masyarakat menyambut Lebaran, menggelora.

Suasana Lebaran tahun ini pasti sangat berbeda. Dua tahun sudah selama masa pandemi, pemerintah melarang mudik saat Lebaran. Alasaannya, karena kasus Covid-19 masih tinggi. Boleh dibilang sudah dua tahun, masyarakat ngempet mudik, pulang kampung bertemu dengan orang tua, sanak keluarga, kerabat handai taulan.

Kampanye tunda mudik yang digaungkan pemerintah dua tahun ini, cukup efektif menekan laju mobilisasi warga. Masih ingat dalam benak kita, Youtuber almarhumah Mbah Minto, lewat dagelan Jawanya ikutan kampanye lewat lakon #GagalMudik. Sosok  simbok, mbah, nenek dalam drama pendek itu mampu mengemas kesedihan tidak atau batal mudik menjadi ruang komedi yang bikin kita tertawa. Alhasil gagal mudik—waktu itu bukanlah sebagai sesuatu yang diratapi penuh dengan kesedihan, melainkan sebagai ikhtiar untuk saling menyelamatkan.

Kampanye dan gerakan tunda mudik yang diinisiasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan diresonansi media, influencer, hingga semua lapisan masyarakat, sukses besar. Meski pun masih ada juga warga yang curi-curi kesempatan bisa mudik di tengah larangan. Masyarakat Transportasi Indonesia memperkirakan pemudik di masa pandemi 2020 sebanyak 1,3 juta orang, sementara Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 900.000 pemudik saat Lebaran waktu itu.

Kerinduan

Lebaran tahun ini, ada kebahagiaan membuncah. Kerinduan panjang tak bersua bakal terobati. Mereka yang ada di perantauan dari pelosok negeri akan memanfaatkan dibolehkannya mudik, sebagai momentum untuk melepas kerinduan dan silaturahmi. Jutaan warga diperkirakan akan pulang kampung.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik Lebaran tahun ini naik sekitar 40% dibanding sebelum pandemi 2019 yang mencapai 33,4 juta orang. Tahun 2022 ini diperkirakan sekitar 85,5 juta warga akan melakukan perjalanan mudik Lebaran, dengan puncak arus mudik pada 29-30 April 2022. Ini didukung dengan kebijakan cuti bersama untuk pegawai negeri sipil (PNS) pada 29 April dan 4-6 Mei 2022.

Sekitar 31% penduduk Indonesia akan melakukan mobilitas. Ini tentu pergerakan warga yang luar biasa yang mempunyai multiplier effect, dampak berantai yang dahsyat terutama dari sisi ekonomi. Karena bagaimana pun juga mobilitas warga merupakan salah satu syarat ekonomi bergerak, tumbuh dan berdampak ke sektor lainnya. Dibolehkannya mudik, menjadi upaya saling menguatkan dari sisi gerakan ekonomi dan saling memulihkan setelah dua tahun terpuruk karena pandemi.

Pemerintah telah mengeluarkan syarat melakukan perjalanan selama masa Lebaran. Vaksin booster bagi pelaku perjalanan, maupun tes antigen/PCR bagi warga berusia di atas 18 tahun yang belum divaksin dosis ketiga. Aturan ini sebagai pengaman, antisipasi penyebaran Covid-19 yang dalam beberapa bulan terakhir ini menunjukkan tren menurun.

Hasil survei serologi antibodi penduduk Indonesia terhadap Covid-19 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, menjadi kabar cukup menyejukkan. Kadar antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 naik menjadi 99,2% penduduk sudah memiliki kekebalan terhadap Covid-19, sebelumnya 86,6% penduduk pada November-Desember 2021. Kekebalan ini baik berasal dari vaksinasi maupun antibodi infeksi virus.

Tentu saja hasil survei ini tak menjadikan kita lossdol, tidak menjaga protokol kesehatan. Sebagai antisipasi dan menjaga budaya hidup sehat, meski pada akhirnya nanti Indonesia akan memasuki endemi, alangkah lebih baik jika protokol kesehatan juga menjadi bagian dari gaya hidup. Demikian halnya saat Lebaran, memakai masker, mencuci tangan masih perlu dilakukan demi kesehatan.

Semoga kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan ini tak mengurangi substansi mudik dan berlebaran. Karena pada hakikatnya mudik Lebaran adalah puncak mengobati kerinduan, dan juga upaya saling menguatkan dan memulihkan.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

+ PLUS Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

Di banyak negara berkembang di Asia dan Afrika, bahkan negara maju seperti di Jepang, becak masih menjadi sarana transportasi. Restorasi Meiji menjadi momentum sejarah lahirnya becak sebagai sarana transportasi di Jepang.

Berita Terkini

Eksplorasi Inovasi Energi 2022

Seiring dengan Pemberangkatan Tim Ekspedisi Energi 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyajikan artikel opini bertajuk Eksplorasi Inovasi Energi 2022 di Rubrik Gagasan Solopos, Kamis 23 Juni 2022.

Career Advancement dengan Penguatan Soft Skills

Untuk dapat menyelesaikan masalah dan menciptakan ideasi baru dalam karier, setiap individu harus mampu berpikir kritis.

Swasembada Beras, Hil yang (Tak Lagi) Mustahal

Berbeda dengan keberadaan jalan tol, keberadaan infrastuktur penyedia air irigasi bagi lahan pertanian yang juga banyak dibangun belakangan ini, relatif jarang dibicarakan.

Merawat Kenangan

Merawat kenangan adalah sebuah bentuk penghargaan. Candi Borobudur layak mendapatkannya, karena kebanggaan bangsa.

Negara dan Dana Pesantren

Dosen UIN Raden Mas Said Solo dan peneliti Pusat Pengkajian Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM PIN) Zainal Anwar pada 23 Oktober 2021 menyajikan artikel opini bertajuk Negara dan Dana Pesantren dalam rangka Hari Santri tahun 2021. Dosen UIN Raden Mas Said Solo dan peneliti di Pusat Pengkajian Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM PIN), Zainal Anwar, 23 Oktober 2021, menyajikan artikel opini bertajuk Negara dan Dana Pesantren dalam Koran Solopos.

Beranda: Euforia Bank Digital, Pelajaran dari Bank MNC

Pada rubrik Beranda Koran Solo edisi 22 Oktober 2022 Hery Trianto, jurnalis Bisnis Indonesia. menyajikan kolom atau artikel opini bertajuk Euforia Bank Digital, Pelajaran dari Bank MNC.

Menolak Legalitas Nikah Siri

Penghulu Madya KUA Kecamatan Teras Boyolali yang juga Sekretaris  PW Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Tengah, Mahmuduzzaman, S.Ag., pada 21 Oktober 2022, menyajikan artikel opiini bertajuk Menolak Legalitas Nikah Siri di Kora Solopos.

Pemerataan Mutu Pendidikan Solo Raya

Khaerul Anwar sebagai pengawas SMA pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah pada 20 Oktober 2021 berkontribusi pada rubrik Opini Gagasan di Harian Solopos melalui tulisan bertajuk Pemerataan Mutu Pendidikan Solo Raya.

Syafii Maarif Mengalahkan Rasa Takut

Kini, Buya Syafii Maarif berpulang pada usia 86 tahun. Seharusnya, 31 Mei 2022 Buya berulang tahun. Kita kehilangan sosok guru bangsa yang menjaga moral bangsa.

Apem, Kolak, dan Ketan

Pura Mangkunegaran bikin gebrakan kecil. Beberapa paket wisata disajikan untuk masyarakat umum. Antara lain paket kuliner khas Pura berupa apem, kolak pisang dan ketan.

Kue Ekonomi Lebaran

Lebaran tahun ini menjadi evidence alias bukti yang nyata. Mudik bukan sekadar perjalanan spiritual menengok kampung leluhur atau sungkem kepada orang tua, melainkan juga menjadi manifestasi geliat ekonomi wisata yang nyata.

Adil dalam Pikiran dan Perbuatan

Sekarang ini, orang cenderung menyukai informasi atau pendapat yang memperkuat keyakinan atau nilai-nilai mereka sebelumnya. Mereka mengabaikan bukti-bukti baru yang berbeda dengan keyakinannya.

Saling Menguatkan, Saling Memulihkan

Lebaran tahun ini, ada kebahagiaan membuncah. Kerinduan panjang tak bersua bakal terobati.

Mudik, Rohali, dan Rojali

Bayangkan perputaran uang yang tercipta dari sekitar 85 juta orang itu. Tentu tidak sedikit. Apalagi, dua tahun sudah agenda mudik ini tidak dilakukan. maria.benyamin@bisnis.com 

Hukum Cagar Budaya dan Agraria

Bagimana untuk mencegah terjadinya perusakan bangunan, struktur, situs cagar budaya terkait keberadaan masyarakat yang menempatinya? Tentu saja harmonisasi hukum antara UU Cagar Budaya dan UU Agraria perlu dijalankan.          

Surga Kuliner

Keunggulan kuliner Solo bukan muncul tiba-tiba, melainkan berakar dan bertumbuh seiring perkembangan kota.