Salatiga Berlakukan Jam Malam, Warga Diminta di Rumah Mulai Jam...

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, mengeluarkan kebijakan jam malam untuk menekan aktivitas atau mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat.

 Wali Kota Salatiga, Yulianto (Solopos.com/Imam Yuda S.)

SOLOPOS.COM - Wali Kota Salatiga, Yulianto (Solopos.com/Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG – Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, mengeluarkan kebijakan jam malam untuk menekan aktivitas atau mobilitas masyarakat selama penerapan PPKM Darurat. Sebelumnya mengeluarkan kebijakan berupa Gerakan Salatiga di Rumah Saja setiap hari Minggu.

Pembatasan jam malam yang diterapkan dalam Gerakan Salatiga di Rumah Saja pada Malam Hari itu akan diberlakukan mulai tanggal 15,16, 17, 19, dan 20 Juli 2021. Pelaksanaannya mulai pukul 19.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Sedang pada 18 Juli yang bertepatan dengan hari Minggu, Wali Kota Yuliyanto kembali mencanangkan Gerakan Salatiga di Rumah Saja.

Baca juga: Mobilitas Warga Salatiga Turun 23,98? Selama PPKM Darurat

Yuliyanto saat dijumpai Semarangpos.com di rumah dinasnya, Kamis (15/7/2021), mengaku gerakan jam malam itu bertujuan untuk menekan laju penambahan Covid-19 di Kota Salatiga.

“Kami harap masyarakat mau menyukseskan gerakan ini. Gerakan ini dilaksanakan semua komponen, kecuali unsur yang terkait sektor esensial. Seperti kesehatan, kebencanaan, keamanan, logistik, dan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Yuliyanto.

Yuliyanto menegaskan Gerakan di Rumah Saja pada Malam Hari atau jam malam ini juga bertujuan mengurangi mobilitas warga Salatiga. Apalagi saat ini di sejumlah ruas jalan utama di Kota Salatiga telah dilakukan pemadaman lampu mulai pukul 20.00 WIB hingga 24.00 WIB.

“Kemarin sudah mulai dipadamkan. Ada 13 ruas jalan utama yang lampu penerangannya dimatikan. Mumpung dimatikan, mari kita maksimalkan dengan gerakan di rumah saja saat malam hari,” imbuh Yuliyanto.

Baca juga: Petani Tembakau di Temanggung Divaksin Covid-19, Ganjar Doakan Ini

SE Jam Malam Salatiga

Untuk gerakan di rumah saja saat malam hari ini, Yuliyanto juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 443.1/577/101.1 yang ditandatanganinya tertanggal 14 Juli 2021.

SE ini sudah disampaikan kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Salatiga dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Yuliyanto menilai dampak gerakan di rumah saja cukup signifikan dalam menurunkan mobilitas warga yang efeknya penurunan kasus Covid-19.

“Dalam indikator penilaian penurunan mobilitas, Salatiga juga tertinggi se-Jawa dan Bali. Penurunan mobilitas warga Salatiga selama PPKM Darurat mencapai 23,98%. Tentunya, ini berpengaruh dengan penurunan kasus Covid-19 di Salatiga juga,” ujarnya.

Baca juga: Ini 3 Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Jateng

Yuliyanto menambahkan Gerakan Salatiga di Rumah Saja pada Malam Hari juga sudah disosialisasikan kepada aparat TNI-Polri dan Satpol PP.

Selama gerakan jam malam di Salatiga, aparat TNI Polri dan Satpol PP diminta lebih gencar dalam melakukan pengawasan. Juga pengamanan keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Salatiga.

Sementara itu, seorang warga Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Dian Permana, mengaku tidak mempermasalahkan aturan jam malam yang dibuat Wali Kota Salatiga itu. Terlebih lagi, saat ini aturan PPKM Darurat masih berlaku sehingga menyebabkan warung dan toko tutup pada pukul 20.00 WIB.

“Apalagi lampu jalan juga dipadamkan. Jadi lebih baik ya di rumah saja. Toh jalanan juga sepi, warung-warung tutup, toko tutup, apalagi kafe [tempat hiburan]. Mau kemana lagi? Mending di rumah,” ujar Dian saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis.

 

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Sakti! Bakul Gorengan di Magelang Ini Balik Masakannya Dengan Tangan

Seirabg penjual gorengan di Magelang mendadak viral setelah aksinya membalik masakannya dengan tangan kosong.

Baznas Banjarnegara Kembali Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Rp773 Juta

Pada penyaluran dana kali ini untuk bantuan fakir miskin, menyasar 58 desa yang masuk kategori tertinggal. Per desa dipilih 10 orang sehingga total 580 orang.

KA Kedungsepur dan KA Lokal Cepu Beroperasi Lagi, Ini Syarat Naiknya…

Beroperasinya KA Kedungsepur dan KA Ekonomi Lokal Cepu itu setelah mendapat izin dari Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA).

Kebakaran Kandang Ayam di Tegowanu Grobogan, 20.000 Ayam Terpanggang

Kebakaran kandang ayam milik Suparno, 59, warga Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, terjadi Rabu (22/9/2021).

Ketan Pencok, Berawal dari Coba-Coba hingga Jadi Ikon Kuliner Brebes

Ketan pencok merupakan makanan yang menjadi oleh-oleh khas Brebes saat melewati jalur tengah Jawa Tengah atau jalur Tegal-Purwokerto.

Vaksinasi Covid-19 di Jateng Dipercepat, Sepekan 1,6 Juta Orang Disuntik

Program vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah terus ditingkatkan untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunal.

Muncul Klaster PTM di Purbalingga, Gubernur Ganjar Minta Semua Sekolah Lakukan Tes Acak

Gubernur Jateng meminta Bupati Purbalingga menyetop seluruh PTM menyusul adanya 90 siswa yang positif terpapar Covid-19.

Derita Petambak Bandeng di Pantura Jateng: Produksi Turun, Pasar Tak Pasti, Tapi Harga Pakan Tinggi

Petambak ikan di wilayah pantura Jateng mengalami masa-masa sulit karena hasil produksi menurun dan pasar tak pasti, namun harga pakan terus meningkat.

Ternyata, Cakupan Vaksinasi Jateng Terendah di Pulau Jawa

Vaksinasi dosis I di Jateng baru mencakup 10.290.626 orang, atau sekitar 35,82% dari total sasaran 28.727.805 orang.

Waduh, 6,5 Juta Penduduk di Jateng Belum Jadi Peserta BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan berinovasi dengan menyediakan layanan secara online. Salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN.

Seleksi Bintara TNI AD Kodam IV Diponegoro Sisakan 238 Pendaftar

Ratusan pendaftar calon bintara PK TNI AD menjalani pantukhir di Aula Jenderal Sudirman Rindam IV Diponegoro, Magelang.

69 Orang Terkonfirmasi Covid-19, Klaster PTM di Jateng?

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah memunculkan klaster Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng).

Nikmatnya Sate Bumbon Khas Kendal, Bumbu Rempahnya Nampol Lur!

Kuliner khas Kedal sate bumbon mirip dengan sate maranggi, hanya saja kekuatan rasanya adalah manis dan gurih.

Duh, Vaksinasi 4 Daerah di Jateng Ini Masih Lemot

Empat daerah disebut Gubernur Ganjar Pranowo capaian vaksinasinya masih di bawah daerah lain di Jateng.

Ganjar Pranowo Dijuluki George Clooney Versi Jawa, Begini Profilnya

Begini profil Ganjar Pranowo yang dijuluki sebagai George Clooney dengan kearifan lokal.

Dibayangi Ancaman Sanksi PDIP, Begini Respons Ganjar

PDIP menebar ancaman akan memberi sanksi kepada anggotanya yang dideklarasikan jadi capres. Ancaman itu diyakini tertuju pada Ganjar Pranowo.