Salah Sebut 25 Pasien Corona Bali Wafat, Akun Twitter Prof Musni Umar Dirisak
Cuitan akun Twitter Musni Umar dibalas ketus oleh netizen. (Istimewa/Twitter)

Solopos.com, SOLO – Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar kembali menjadi bulan-bulanan netizen di Twitter. Perkaranya, Musni Umar keliru menulis 25 pasien virus corona di Bali meninggal dunia.

Akun Twitter Musni Umar @musniumar baru-baru ini menulis kekhawatirannya tentang pasien virus corona yang meninggal. Sayang tulisannya dianggap keliru fatal dan menimbulkan salah persepsi.

WHO Tetapkan Virus Corona Pandemi Global, Apa Maknanya?

Menanggapi cuitan Musni Umar, netizen Twitter langsung riuh berkomentar.

Yg wafat itu, 1 orang, kasus pasien nomor 25. Semua suspect di setiap kota dikasih nomor, pak. Jd bukan yg wafat sudah 25 orang,” tulis @Widyarenee.

Pak tolonglah jangan ngarang info, itu yang meninggal pasien kasus nomor 25, hanya 1 orang bukan 25 orang. Saya yakin sebagai seorang rektor Anda cerdas jadi paham cara membaca berita. Jika demikian apakah Anda sengaja menyebar berita tidak benar? Untuk tujuan apa?” tulis @DianOnno.

Iya pak sedih bg(s)t. Tapi, lebih sedih lagi kalau ada Profesor gabisa bedain Pasien (ke) 25 sama 25 pasien,” cuit @anwarku_r.

Kasus Sebelumnya

Akun Twitter Musni Umar belakangan memang kerap mendapat sorotan tajam dari netizen. Hal ini lantaran cuitannya mengomentari sini Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amien yang kala itu sedang berkompetisi di Pilpres 2019.

Musni Umar juga menulis Jokowi memiliki pulung dalam Bahasa Jawa agar bisa kembali menjadi presiden. Atas cuitannya itu, Musni Umar lantas membuat klarifikasi atau penjelasan melalui video Youtube yang diunggah pada 9 Mei 2019.

Pengunggah Tweet Klenik Jokowi Sudah Minta Maaf, Eh…Masih Dihujat

Musni Umar mengunggah video berdurasi 5 menit 27 detik. Di mana dalam keterangan video itu tertulis “Penjelasan Musni Umar ttg Pulung dan Minta Maaf”.

cuitan Rektor Musni Umar yang menyebut Jokowi memiliki pulung yang diunggah pada 7 Mei 2019 itu sudah tidak ada alias dihapus.

Hanya, sejumlah netizen keburu membidik atau meng-capture cuitan akun Twitter Musni Umar tersebut. Di mana ada beberapa netizen di kolom komentar cuitan Musni Umar yang membagikan hasil bidik layar cuitan yang dihapus itu.

Musni Umar: Penusuk Wiranto Bukan JAD, Tapi Korban Penggusuran


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho