Pengendara kendaraan bermotor melintas di jalan Soekarno Hatta ketika kabut asap pekat dampak karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). (Antara/Rony Muharrman)
Solopos.com, JAKARTA -- PT Langgam Inti Hibrindo (PT LIH) masuk ke dalam daftar perusahaan sawit yang dianggap abai dengan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area konsensinya. PT LIH diketahui merupakan eks anak perusahaan PT Provident Agro Tbk milik Sandiaga Uno. Deputi Direktur Eksekutif Daerah Walhi Riau, Fandi Rahman, mengonfirmasi hal tersebut. PT LIH pun disebutnya berulang kali melakukan pelanggaran yang sama yang berdampak terhadap karhutla tanpa ada rasa jera. "LIH ini sudah lama berulang. Iya, pernah punya Sandiaga tapi dia jual," kata Fandi saat ditemui Suara.com di Kantor Walhi Nasional, Jl Tegal Parang, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). Fandi mengungkapkan bahwa perusahaan itu masih milik Sandiaga pada 2015. Akan tetapi perusahaan itu akhirnya dilepas pada Maret 2019. Fandi menilai hal itu wajar ketika seorang pengusaha melepaskan perusahaan ketika melihat ada sumber masalah dari kerugian yang akan dia telan. "Ketika 2015 punya dia. Menjelang Maret tahun lalu dia jual. Jadi pas terbakar orang bisnis itu ketika ada potensi rugi dia jual ya, tapi ketika menguntungkan. Tapi dia tahu ini sumber masalah ya dia lepaskan," katanya. Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melayangkan surat teguran kepada lima perusahaan di Riau pada Juli lalu. Teguran kepada korporasi karena adanya kebakaran di sekitar perusahaan. Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melayangkan surat teguran kepada lima perusahaan di Riau, termasuk PT LIH. Teguran yang disampaikan pada Juli lalu itu disebabkan karena perusahan itu dianggap abai dengan kebakaran yang terjadi di area perusahaannya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten