Saifuddin Ibrahim Klaim FBI Takkan Tangkap Dirinya, Benarkah?

Menurut Saifuddin, FBI tidak mau menangkap dirinya karena tak ada pelanggaran hukum yang ia lakukan di Amerika Serikat.

 Pendeta Saifuddin Ibrahim dari Amerika Serikat terus memproduksi konten menyerang agama Islam. (Youtube Saifuddin Ibrahim)

SOLOPOS.COM - Pendeta Saifuddin Ibrahim dari Amerika Serikat terus memproduksi konten menyerang agama Islam. (Youtube Saifuddin Ibrahim)

Solopos.com, JAKARTA Saifuddin Ibrahim, tersangka penodaan agama yang kabur ke Amerika Serikat mengklaim FBI tak mau menangkapnya.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat itu menurut Saifuddin Ibrahim tahu di mana dirinya tinggal.

PromosiFajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

“FBI tahu di mana saya tapi tidak mau menangkap saya, kenapa? Karena mereka tahu saya tidak bersalah. Polisi di Amerika ini cerdas-cerdas, tidak seperti polisi di Indonesia,” kata Saifuddin Ibrahim seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtubenya, Sabtu (13/5/2022).

Menurut Saifuddin, FBI tidak mau menangkap dirinya karena tak ada pelanggaran hukum yang ia lakukan di Amerika Serikat.

Hukum yang berlaku di Indonesia berbeda dengan aturan hukum di Amerika Serikat.

Saifuddin kembali aktif di kanal Youtube setelah sebelumnya selama sembilan hari sejak 3 Mei 2022 tak ada unggahan baru di kanal Youtubenya. Informasi yang beredar kanal Youtube milik residivis penista agama diblokir Google.

Baca Juga: Belajar Menembak di AS, Pendeta Saifuddin Ibrahim Klaim Dilatih FBI

Namun kanal itu kembali aktif pada 12 Mei 2022 lalu. Saifuddin mengatakan, pemerintah Indonesia takkan bisa menutup kanal Youtubenya.

Pasalnya, Youtube adalah milik orang Amerika Serikat yang notabene keturunan Yahudi.

“Youtube itu yang punya Amerika, orang Yahudi, makanya Youtube saya tidak bisa ditutup,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengakui pihaknya tak bisa menangkap, Saifuddin Ibrahim, karena terganjal aturan.

Saifuddin Ibrahim berada di Amerika Serikat di mana di negara tersebut penistaan agama bukan termasuk tindakan pidana.

Baca Juga: Youtube Saifuddin Ibrahim Tak Bisa Diblokir, Ini Sebabnya

Kabareskrim menyatakan Polri belum mendapat respons dari otoritas Amerika Serikat untuk menangkap Saifuddin Ibrahim.

“Otoritas Amerika Serikat tidak dapat menangkap Saifuddin Ibrahim karena tidak ada aturan yang dilanggar di negeri tersebut,” ujar Kabareskrim seperti dikutip Solopos.com dari Antara, Jumat (13/5/2022).

Namun, menurutnya, Polri terus berupaya untuk bisa menangkapnya dengan memberikan informasi kepada Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia terkait pelanggaran hukum yang pernah dilakukan Saifuddin Ibrahim di Tanah Air.

Baca Juga: Saifuddin Ibrahim Buat Video Permintaan 300 Ayat Alquran Dihapus di AS

“Upaya tetap dilakukan dengan menginfokan kepada Kedutaan AS di Indonesia bahwa data aplikasi pengajuan visanya kan ada pertanyaan apakah sudah pernah dihukum atas suatu kasus. Informasinya tidak diisi dengan benar,” lanjut Agus.

Agus menambahkan saat ini Polri hanya bisa menunggu respons dari otoritas Amerika Serikat untuk menangkap Saifuddin Ibrahim.

“Kami lebih banyak pasif menunggu respons mereka, kami kan tidak punya kewenangan saat yuridiksi bukan wilayah Polri,” kata Agus.

Senada dengan Kabareskrim, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengakui pihaknya belum bisa menangkap Saifuddin yang kini kabur ke AS.

Baca Juga: Menunggu Akhir Kisah Saifuddin Ibrahim

Menurutnya, Polri telah menggandeng FBI Amerika Serikat untuk memburu Saifuddin Ibrahim.

“Masih berproses untuk upaya pemulangan tersangka melalui jalur kerja sama yang dimiliki oleh Polri dengan FBI,” kata jenderal bintang dua itu.

Menurut Dedi, Polri melalui Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) terus berkomunikasi dengan aparat penegak hukum yang ada di Amerika Serikat untuk memulangkan tersangka Saifuddin Ibrahim ke Tanah Air.

Baca Juga: Bantah Disergap FBI, Saifuddin Ibrahim: Saya akan Menyerah

“Belum (ditangkap) karena otoritas AS, jadi terus dikomunikasikan dengan aparat penegak hukum di sana. Nanti kalau sudah ada info lagi akan disampaikan,” kata Dedi.

Seperti diketahui, Polri telah menetapkan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka dugaan tindak pidana ujaran kebencian bermuatan SARA.

Sebelum menetapkannya sebagai tersangka, penyidik telah memeriksa 13 orang saksi yang terdiri atas 9 saksi, 4 saksi ahli (ahli bahasa, ahli Agama Islam, ahli ITE dan ahli pidana).

Baca Juga: Youtube Sempat Diblokir, Saifuddin Ibrahim: Saya Live Sampai Kiamat

Saat berada di AS, Saifuddin tiap hari membuat konten menghina Islam di kanal Youtubenya. Kanal Youtube Saifuddin Ibrahim, sempat terblokir sembilan hari.

Postingan Saifuddin yang kini tinggal di Amerika Serikat itu kali terakhir tanggal 3 Mei 2022.

Namun per Kamis (12/5/2022), kanal Youtube yang dipakai untuk menebar kebencian atas nama agama itu kembali aktif.

Baca Juga: Youtube Saifuddin Ibrahim Tak Bisa Diblokir, Ini Sebabnya

Saifuddin kembali mengunggah video yang menghina Islam. Ketika kanal Youtubenya tak bisa dibuka, Saifuddin sempat membuat akun Youtube baru.

“Saya akan terus live sampai kiamat,” katanya dalam video terbarunya yang dikutip Solopos.com, Jumat (13/5/2022).

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

IDI dan 4 Dokter Radiologi Digugat Rp50 Miliar

Perkumpulan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) menggugat IDI dan empat dokter spesialis radiologi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Stok Melimpah, Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng

Menurut Jokowi, dirinya kembali membuka ekspor minyak goreng karena pasokan di pasar melimpah pada bulan ini.

Fajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

Pemulihan industri penerbangan telah mulai di sejumlah negara. Mudik Lebaran 2022 menjadi laksana fajar merekah pertanda pemulihan industri penerbangan domestik Indonesia.

Sosok Lin Che Wei, Pembongkar Kasus Lippo yang Terjerat Kasus Migor

Analisis Lin Che Wei sempat menuai kontroversial karena membongkar skandal di Bank Lippo pada 2003.

Dea Onlyfans Hamil dan Minta Tak Ditahan, Ini Aturan Hukumnya

Dea OnlyFans meminta polisi tidak menahannya karena dirinya sedang berbadan dua.

Keren! Pemilik Miyago Naknan Dapat Suntikan Dana dari Menteri Investasi

Bukan hanya pemilik Miyago Naknan, terdapat tiga mahasiswa lainnya yang juga memperoleh suntikan dana segar dari Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Pulau Terkecil di Dunia Ternyata di Indonesia, di Sini Lokasinya

PBB mengakui Pulau Simping di Singkawang Kalimantan Barat merupakan pulau terkecil di dunia.

Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Setelah puluhan tahun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bungkam mengenai fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal, akhirnya mereka buka suara pada audiensi publik pertama, Selasa (17/5/2022), yang dapat ditarik kesimpulan bahwa fenomena tersebut bukan fiksi dan dianggap sebagai ancaman serius.

Kinerja Kabinet Jokowi Kian Terpuruk karena Menteri Sibuk Kampanye

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengatakan manuver politik para menteri Jokowi tidak hanya menimbulkan persoalan moral dan etika, tapi juga kontradiksi kompleksitas sistem presidensial.

Kisah Pilu Medusa, Wanita Cantik Jelita yang Dikutuk Berambut Ular

Dalam mitologi Yunani, Medusa dikenal sebagai sosok wanita cantik jelita yang dikutuk berambut ular namun memiliki kekuatan yang mematikan.

Semangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Sistem pengajaran yang memerdekakan adalah jalan terbaik memulihkan sektor pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Semua negara di kawasan ini harus bekerja sama memulihkan sektor pendidikan.

Hadir di UKSW, Menteri KKP Ungkap Strategi Ekonomi Biru dan Riset PT

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam ajang Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Leaders Forum hari ke-2 yang berlangsung di Balairung Universitas.

Mengintip Isi Cawet, Desa Nan Indah di Pemalang

Inilah pemandangan indah di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PT BSI (BRIS) Akan Right Issue Kuartal III/2022, Segini Nilainya

Kuartal III/2022, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. (BRIS) akan melakukan right issue sebagai upaya penambahan modal.

Siapa Wirda Mansur yang Bilang Paytren Baik-Baik Saja?

Di Paytren Wirda Mansur menjabat Direktur Inovasi & Pengembangan.