Sahur Roti dan Kerupuk di Pengujung Rapat Pleno KPU Boyolali
Petugas KPU membacakan kembali perolehan suara dalam rapat pleno terbuka KPU Boyolali di Semar Resto Mojosongo, Minggu (5/5/2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI—Rapat Pleno Terbuka KPU Boyolali Tentang Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Boyolali semula dijadwalkan selesai Sabtu (4/5/2019).

Namun kenyataan berkata lain. Rapat untuk merekap perolehan suara Pemilu 2019 di 19 kecamatan yang ada di Boyolali ini molor hingga dua hari atau Senin (6/5/2019) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Setelah rapat ditutup, kegiatan pun dilanjutkan dengan penandatanganan berkas-berkas. Mereka pun berharap, penandatanganan ini bisa segera selesai sehingga mereka bisa segera pulang untuk beristirahat sebentar sekaligus berjaga menunggu waktu sahur.

Seperti diketahui, hari tersebut merupakan hari pertama memasuki bulan Ramadan di mana orang Islam menjalankan ibadah puasa. Dalam ibadah ini, mereka mendahuluinya dengan makan sahur.

Namun harapan peserta pleno yang terdiri atas anggota KPU, Bawaslu, saksi-saksi, personel keamanan, dan warga pengamat untuk pulang lebih gasik sepertinya mulai pudar. Hingga pukul 03.00 WIB, penandatanganan berkas belum juga usai.

Sebagian orang mulai resah. Apa yang akan mereka makan untuk sahur. Apalagi ketika mereka tahu pihak KPU tidak menyediakan makanan karena rapat pleno diprediksi selesai malam hari sebelum waktu sahur.

Selain itu, ketika KPU berusaha mencari makanan dari luar, tidak ada warung makan yang buka atau sanggup menyediakan makanan dalam jumlah banyak dan cepat.

Sementara itu, para peserta juga tidak bisa serta merta meninggalkan arena rapat untuk pergi mencari makan. Akhirnya, mereka mulai pasrah dan bersiap makan sahur apa yang ada di lokasi rapat.

Lima Menit

Pardiman, salah satu anggota KPU mengatakan cukup beruntung menemukan roti di dalam kotak snack dan kerupuk. “Sahur saya hanya roti dan kerupuk yang saya ambil dari meja yang ada di lokasi rapat,” ujarnya saat berbincang di Kantor KPU Boyolali, Senin.

Sementara itu, Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin juga mengalami hal yang sama dengan Pardiman. “Saya juga makan roti yang ada di situ. Kalau mau keluar cari makan juga tidak mungkin,” ungkapnya.

Salah satu saksi partai politik yang mengikuti jalannya pleno hingga akhir, Ahmad Hasyim, mengaku sempat makan sahur di rumah meskipun hanya dengan sisa waktu yang terbatas.

“Akhirnya pukul 04.00 WIB saya pergi dan cari makan di pinggir jalan. Lantaran tidak ada warung buka, saya pulang dan Alhamdulillah masih sempat makan dalam waktu sekitar lima menit sebelum imsak,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom