Sadis! Bayi di Tangerang Dicekoki Obat Antialergi oleh Pengasuhnya

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, TANGERANG – Seorang Asisten rumah Tangga di Tangerang, Banten, tega mencekoki anak majikannya yang baru berusia empat bulan dengan obat cetirizine. Obat cetirizine adalah obat antialergi yang efeknya menyebabkan sang bayi tertidur pulas dan sulit dibangunkan.

PromosiMenanti Transformasi Balap Liar Menuju Tontonan Menarik dan Menghibur

Kisah tragis bayi yang dicekoki obat cetirizine diungkap oleh ibunya, Vierza Bellina melalui akun Instagram-nya @febevierza912. Vierza Bellina mengunggah video saat menginterogasi asisten rumah tangganya. Pada video viral tersebut terlihat sang asisten rumah tangga sedang duduk dan menangis karena ketahuan telah menambahkan obat antialergi ke dalam susu anaknya.

Awalnya, Vierza Bellina ibu dari bayi bernama Great Christselle Natanael, curiga karena anaknya selalu tertidur saat dia pulang kerja. Pada malam hari, Great tidak pernah terbangun untuk minta susu atau rewel karena popoknya basah. Merasa khawatir, Vierza membangunkan sang bayi, tapi tak ada respons. Dia menganggap bayinya tertidur lelap tanpa mengalami gangguan apapun.

“Tiga pekan belakangan ini, anak kami Great selalu sudah tidur ketika saya pulang kerja. Awalnya saya enggak curiga. Lama-lama karena Great enggak pernah bangun minta susu atau ganti popok, saya membangunkannya. Saya bangunin tapi tidak ada respons,” tulis Vierza Bellina pada unggahan video di Instagram-nya.

Sampai akhirnya, Vierza Bellina curhat kepada temannya soal permasalahan tersebut. Teman Vierza Bellina berasumsi kalau susu bayinya mungkin telah dicampuri obat tidur. Vierza sempat tidak percaya, karena asisten rumah tangganya dari awal pintar menenangkan bayi. Bahkan, anak pertama Vierza akrab dengan sang asisten rumah tangga sejak kali pertama bertemu.

“Akhirnya saya konsultasi ke teman saya. Dia bilang kemungkinan susu anak saya dicampuri obat yang bikin tidur pulas,” tambah Vierza Bellina.

Suatu ketika, Vierza Bellina membangunkan Great, tapi dia tidak berhasil. Kecurigaan tentang kondisi anaknya terkuak saat dia membuang susu di botol yang dibuat oleh asisten rumah tangganya. Vierza mencium bau yang berbeda dari botol susu tersebut. Lalu, dia membandingkan bau botol susu tersebut dengan susu basi.

“Saya buang susu sisa buatan ibu [asisten rumah tangga] di dalam botol. Enggak tahu, mungkin feeling seorang ibu, saya cium botolnya. Baunya seperti anggur merah. Lalu saya bandingkan aroma susu di botol dengan susu basi. Kok aromanya berbeda ya,” ungkap Vierza Bellina.

Kemudian, Vierza dan suaminya menginterogasi sang asisten rumah tangga. Sang asisten rumah tangga akhirnya mengakui perbuatan jahatnya mencampurkan obat ke dalam susu bayi. Dia juga memperagakan caranya memberikan obat antialergi ke dalam susu yang dikonsumsi anak Vierza Bellina. Sang asisten rumah tangga menambahkan obat antialergi itu sebanyak 0,5 ml yang melebihi dosis wajar.

Dilansir Detik Health, Jumat (16/8/2019), obat cetirizine merupakan obat antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, seperti mata berair, hidung berarir, bersin, dan gatal-gatal. Cara kerja obat cetirizine adalah menghalangi zat alami yang disebut histamin selama reaksi alergi. Menurut dokter anak RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, Arifianto, obat cetirizine memiliki efek samping kantuk setelah dikonsumsi. Selain itu, obat ini menyebabkan pusing, sakit kepala, hingga sakit perut.

“Tak berarti efek samping hanya muncul karena dosis lebih atau overdosis. Pada yang [dosis] tepat pun bisa menimbulkan efek samping yang sama,” ujar Arifianto.

Penggunaan obat cetirizine harus sesuai resep dokter. Selain itu, obat cetirizine tidak disarankan diberikan kepada bayi di bawah usia enam bulan. Rentang usia pasien yang mengonsumsi obat itu minimal enam bulan sampai dewasa. Obat cetirizine tidak boleh dikonsumsi bayi yang tak memiliki indikasi alergi, terlebih hanya untuk membuat bayi tertidur.

“Obat itu aman bila diberikan sesuai indikasi, dosis, dan resep. Tidak boleh memberi efek samping [obat cetirizine] agar bayi mengantuk hanya karena bayi itu rewel,” tegas Arifianto.

Sampai sekarang, bayi Vierza Bellina, Great Christselle Natanael, masih muntah setiap minum susu. Dokternya mengatakan kalau lambung bayi itu masih penuh dengan gas dan dosis obat yang diberikan masih bekerja di tubuhnya. (Atina Firdausa Qisthi/Solopos.com)

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Dugaan Rudapaksa Wanita Boyolali, Terlapor Ngaku Kenal R Tapi Tak Akrab

Tukinu menjelaskan GWS ingin membantu R untuk bertemu suaminya dan akan dibantu bertemu dengan penyidiknya.

2021, DKPP Deteksi 65 Pelanggaran Peredaran Daging Sapi di Kota Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo menemukan ada 65 pelanggaran dalam pengawasan peredaran daging sapi di Kota Bengawan.

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Kantongi Sertifikat, Wisata OMAC Klaten segera Dipermak

Sebelumnya Pemkab Klaten terkendala mengembangkan kawasan OMAC lantaran belum mengantongi sertifikat.

Diduga Dialami Puteri Artis Nurul Arifin, Apa Itu Henti Jantung

Berkonsultasi rutin dengan dokter jantung, seperti di poli jantung RS JIH Solo untuk mengurangi faktor risiko henti jantung.

Viral! NCT Dream Joget TikTok Mendung Tanpa Udan Denny Caknan

NCT Dream kejutkan penggemar dengan konten terbaru mereka joget TikTok Mendung Tanpa Udan milik Denny Caknan.

Ratusan Bidang Tanah Pemkab Klaten Ternyata Belum Bersertifikat

BPN menyerahkan 770 sertifikat hak atas tanah aset Pemkab Klaten yang terdiri atas  tanah perkarangan dan jalan sebanyak 649 bidang atau 743 sertifikat.

Ribuan Koleksi Buku Perpustakaan Mangkunegaran Solo Dipindah, Ada Apa?

Ribuan koleksi perpustakaan Reska Pustaka di Pura Mangkunegaran Solo dipindahkan dari sebelumnya di lantai II ke lantai dasar.

2.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Madiun

Polres Madiun menggandeng pengusaha produk kecantikan asal Surabaya memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 dan bencana alam.

Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

Destinasi Wisata Kayutangan di Malang Dibersihkan

Pemkot Malang menerjunkan ratusan personel kebersihan untuk membersihkan destinasi wisata koridor Kayutangan.

Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

KPK Klarifikasi Laporan tentang Gibran dan Kaesang, Apa Hasilnya?

Ali menjelaskan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh KPK dengan melakukan klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati Bertemu Reza Rahadian, Bahas Apa Ya?

Dalam unggahan tersebut, terlihat Sri Mulyani ngobrol berbalut tawa saat bertemu dengan Reza Rahadian.

Luas dan Bikin Bingung, Pasar Legi Solo Butuh Banyak Penunjuk Arah

Pasar Legi Solo yang luas dan terdiri atas beberapa lantai dan blok membutuhkan banyak penanda atau penunjuk arah agar pengunjung tidak bingung.

Polres dan BIN Gelar Vaksinasi di Grobogan, Tapi Beda Sasaran

Polres Grobogan melaksanaan vaksinasi booster untuk seluruh anggotanya, sedang vaksinasi oleh BIN Jateng sasarannya anak/pelajar.