Ilustrasi (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN -- Ada sosok perempuan yang bersama -di-mobil-jalur-cawas-keluarga-sebut-mujiyono-bukan-mujiman" target="_blank" rel="noopener">Mujimin, pria yang ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di dalam mobil di jalan Watukelir-Cawas, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (2/1/2018) sore. Selain Mujimin, di dalam mobil itu terdapat seorang wanita dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Wanita yang belakangan diketahui bernama Suyanti, 61, warga Semin, Gunungkidul, itu dikabarkan dirawat di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Islam Cawas, Klaten, sejak Rabu. Pihak RSKB Islam Cawas membenarkan ada pasien atas nama tersebut.

“Memang benar ada pasien atas nama Suyanti. Dia datang dibawa keluarganya sekitar pukul 16.00 WIB langsung menuju IGD [Instalasi Gawat Darurat],” kata Pelaksana Humas RSKB Islam Cawas, Danik Krisnawati, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (3/1/2018).

Suyanti dibawa ke RSKB Islam -merah-jalur-cawas-suyanti-kritis-mujiman-tewas" target="_blank" rel="noopener">Cawas dalam kondisi tak sadarkan diri. Dia mengalami luka sayatan benda tajam pada kepala bagian belakang, pelipis, serta punggung tangan kanan. Untuk menutup luka, Suyanti harus mendapatkan puluhan jahitan. “Pada kepala bagian belakang ada sekitar 20 jahitan. Sementara pada bagian pelipis ada enam hingga 10 jahitan,” urai Danik.

Danik mengaku sudah bertemu dan mengobrol dengan Suyanti. Ia memastikan wanita tersebut bisa berkomunikasi dengan lancar serta tak menunjukkan tanda-tanda trauma. Namun, Danik enggan membeberkan cerita Suyanti soal penyebab luka-luka tersebut.

“Mohon maaf kami tidak bisa menyampaikan karena menyangkut privasi pasien. Kami juga tidak bisa mengizinkan untuk bertemu pasien karena ada aturan kami harus menjaga privasi pasien dan rumah sakit. Untuk lukanya tidak terlalu dalam, hanya bagian luar saja,” katanya.

Danik mengatakan polisi sudah mendatangi RSKB Islam Cawas untuk menemui -di-mobil-jalur-cawas-keluarga-sebut-mujiyono-bukan-mujiman" target="_blank" rel="noopener">Suyanti. Soal pengamanan, tidak ada pengamanan khusus terhadap pasien tersebut. Pasien juga tidak ditempatkan di ruang isolasi setelah dirawat dari ruang IGD lantaran kondisinya yang membaik dan masih sadarkan diri. “Pasien dijaga oleh keluarganya. Tidak ada penjagaan khusus. Ruang untuk perawatan juga ruang bangsal,” jelas Danik.

Dia memperkirakan Suyanti bisa pulang dari rumah sakit sekitar tiga hingga lima hari mendatang. Namun, kepastian pasien diperbolehkan pulang tergantung keputusan dari petugas medis yang merawat Suyanti.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten