Sacha Inchi di Wonogiri Ternyata Dikenal sebagai Kacang Sejuta Manfaat

Kacang sacha inchi yang sedang digalakkan di Kabupaten Wonogiri dikenal kaya manfaat. Saking banyaknya manfaat, sacha inchi dikenal sebagai kacang sejuta manfaat.

 Buah kacang sacha inchi muda berwarna hijau. (perhutani.co.id)

SOLOPOS.COM - Buah kacang sacha inchi muda berwarna hijau. (perhutani.co.id)

Solopos.com, WONOGIRIKacang sacha inchi yang sedang digalakkan di Kabupaten Wonogiri dikenal kaya manfaat. Saking banyaknya manfaat, sacha inchi dikenal sebagai kacang sejuta manfaat.

Dikutip dari www.kemdikbud.go.id, Rabu (14/9/2022), daun sacha inchi mengandung antioksidan dan dapat dimakan sebagai sayur ataupun diolah sebagai teh. Biji buahnya memiliki kandungan asam lemak. Minyak hasil ekstraksi biji sacha inchi memiliki berbagai manfaat baik untuk kosmetik sebagai pelembab dan pencerah kulit.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Minyak sacha inchi juga memiki berbagai manfaat untuk kesehatan, seperti penurun kolesterol dan asam urat, peningkat kecerdasan, dapat mengurangi resiko jantung bengkak, risiko stroke, menurunkan aktivitas tumor, radang sendi dengkul, meningkatkan penglihatan (katarak), dan menurunkan rasa kesemutan.

Pengembangan kacang sacha inchi di Wonogiri didukung penuh berbagai elemen di Kabupaten Sukses dan sekitarnya. Di antaranya Korem 074/Warastratama hingga Perum Jasa Tirta (PJT) I yang turut mengelola lahan di sekitar Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel (Inf) Achiruddin, mendukung penanaman kacangĀ  sacha inchi di Wonogiri. Ia beranggapan bahwa hasil panen kacang sacha inchi sangat menjanjikan.

Baca Juga: Kaya Manfaat, Wonogiri Galakkan Penanaman Kacang Sacha Inchi

“Satu kilogramnya Rp5.000. Misalkan satu hektare [Ha] ditanami kacang sacha inchi dengan kapasitas 3.000 batang, bisa dibayangkan bahwa hasilnya cukup potensial,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Danrem 074/Warastratama itu juga menganggap, Wonogiri dapat menjadi daerah percontohan dalam penanaman kacang sacha inchi. Hal itu lantaran banyak lahan yang terbengkalai.

“Lahan yang sebenarnya berpotensi di bidang pertanian, banyak yang belum dimanfaatkan. Sementara menurut penilaian kami [Korem dan Kodim], kacang sacha inchi ini nilai ekonominya tinggi,” imbuh Kolonel (Inf) Achirrudin.

Kepala Sub Divisi Jasa Air dan Sumber Air III/1 PJT I, Fendri Ferdian, menilai gerakan penanaman kacang sacha inchi di Wonogiri lebih baik dibandingkan menanam palawija. PJT I tertarik untuk ikut mengembangkan tanaman pangan yang diketahui bisa bertahan hingga 20 tahun tersebut.

Baca Juga: Kisah Nyoto, Nelayan Pertama di WGM Wonogiri yang Belajar secara Autodidak

“Kami diminta mengembangkan kegiatan penanaman tanaman pangan. Kalau dari palawija, efeknya negatif karena menimbulkan material sisa dan sedimentasi [di WGM Wonogiri]. Kalau kacang ini kan terlihat simpel. Ditanam sekali tapi infonya bisa berusia hingga 15-20 tahun,” imbuh Fendri kepada Solopos.com, Selasa.

Winarno selaku pionir penanam kacang sacha inchi di Wonogiri mengaku mulai menanam kacang yang berasal dari daratan Amerika Latin itu sejak awal 2021. Lahannya berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi.

“Awalnya ada teman yang menawari kacang sacha inchi, saya disuruh menanam. Dikasih biji sebanyak satu kilogram, saya bagi-bagi dengan warga sekitar untuk ditanam,” kisah warga Kecamatan Girimarto itu, kepada Solopos.com, Selasa

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Diresmikan 17 November, Utusan Presiden UEA Cek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

      Utusan dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu dekat akan datang mengecek progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, sebelum diresmikan 17 November nanti.

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.