Tutup Iklan

Saber Pungli Jateng Klaim 35 Kali OTT

Saber Pungli Jateng Klaim 35 Kali OTT

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pungutan liar alias pungli. (Googleimage)

Satgas Saber Pungli Jateng mengklaim telah menangani 35 kasus operasi tangkap tangan (OTT).

Solopos.com, MAGELANG — Kendati kiprahnya tak terdengar bergema di media massa, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Provinsi Jawa Tengah mengklaim berhasil mengungkap 35 kasus melalui operasi tangkap tangan. Sebanyak 69 pelaku dinyatakan telah dijerat melalui serangkaian OTT tersebut.

Klaim itu dikemukakan Sekretaris I Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi Jawa Tengah AKBP Bambang Hidayat di Magelang, Jateng, Selasa (17/10/2017). Menurut dia, ke-35 kasus OTT pungli tersebut paling banyak ditemukan di instansi kelurahan atau desa.

“Selama 2017 ada sebanyak 10 operasi tangkap tangan [OTT] yang diungkap di kelurahan dengan jumlah pelaku 12 orang. Sedangkan di kalangan masyarakat, ada laporan tujuh kasus dengan jumlah pelaku 15 orang,” katanya pada Sosialisasi Saber Pungli di Aula Adipura Kencana, Setda Pemkot Magelang.

Ia menyebutkan Rembang merupakan daerah dengan pengungkap kasus OTT paling banyak, yakni tiga kasus. Di urutan selanjutnya ada Pemalang (2), Brebes (2), Klaten (2), Cilacap (2), Surakarta (2), Banyumas (1), Pekalongan (1), Blora (1), Tegal (1), Salatiga (1), Boyolali (1), dan Kebumen (1).

Menurut dia ada beberapa faktor yang menyebabkan pungli terjadi di berbagai instansi, antara lain komitmen yang rendah, atasan tidak melakukan pengendalian internal dan pengawasan melekat, dan mental rendah. “SOP tidak diterapkan, pengawasan tidak efektif, dan saling menguntungkan antara penerima dan pemberi,” terangnya.

Ia menuturkan instansi rawan dengan pungli, antara lain perizinan, perhubungan, pertanahan, kemenkumham, kepolisian, kementerian keuangan, ketenagakerjaan, dan lainnya. “Pekerjaan yang rawan pungli, antara lain pengadaan barang dan jasa, pendidikan, hibah, dana desa, rekrutmen karyawan, perizinan, keikutsertaan tender proyek, dan layanan usaha,” urai Bambang.

Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Pusat, Marsekal Pertama TNI Asep Chaerudin mengatakan, pungli selama ini sudah membudaya di Indonesia, sampai-sampai ada istilah “Jika bisa dipermudah kenapa dipersulit”. “Untuk itu, pemerintah membuat terobosan membentuk satgas saber pungli mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. Tujuannya agar semua masyarakat Indonesia paham apa itu pungli berikut dampaknya,” katanya.

Ia menyebutkan, pungli terjadi karena empat hal, yaitu greedy (serakah), opportunity (kesempatan), need (kebutuhan), dan exposure (pengungkapan).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina mengatakan Pemkot Magelang berkomitmen mendukung program nasional Saber Pungli melalui pembentukan satgas pemberantasan pungli yang disahkan melalui Keputusan Walikota Nomor 700/23/112 dan dikukuhkan tanggal 12 Januasi 2017. “Semangat memberangtas pungli bukanlah terletak pada jumlah kerugian yang ditimbulkan, namun bagaimana dapat menghilangkan sama sekali akar budaya pungli, khususnya terkait pelayanan publik,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.

Tikus Duduki Australia, Napi Diungsikan

Populasi tikus di Australia tidak terkendali dan menduduki benua hingga mendesak manusia sehingga narapidana diungsikan.