Saat Raja Thailand Belajar Ilmu Budaya kepada Raja-Raja Jawa

Hubungan antara raja-raja di Jawa dengan Kerajaan di Thailand sudah terjalin dengan baik sejak 151 tahun lalu, tepatnya pada 1871. Kala itu, Raja Thailand, Chulalongkorn (Rama V) yang naik takhta pada usia 15 tahun melawat ke Jawa untuk belajar ilmu pemerintahan sekaligus ilmu budaya.

 Kapal bernama Pritayamronnayuth digunakan Raja Thailand, Rama V, ke Tanah Jawa pada 1871. (Museum Nasional).

SOLOPOS.COM - Kapal bernama Pritayamronnayuth digunakan Raja Thailand, Rama V, ke Tanah Jawa pada 1871. (Museum Nasional).

Solopos.com, SOLO – Hubungan antara raja-raja di Jawa dengan Kerajaan di Thailand sudah terjalin dengan baik sejak 151 tahun lalu, tepatnya pada 1871. Kala itu, Raja Thailand, Chulalongkorn (Rama V) yang naik takhta pada usia 15 tahun melawat ke Jawa untuk belajar ilmu pemerintahan sekaligus ilmu budaya.

Setelah kunjungan itu, Raja Thailand berikut para suksesornya makin sering datang ke Jawa untuk melanjutkan kerja sama di bidang budaya. Kini, kerja sama itu akan kembali diintensifkan setelah digelar Kemantren Langenpraja International Roadshow 2022 yang diselenggarakan di Thailand pada 16-21 September 2022. Pura Mangkunegaran Solo kembali menjajaki kerja sama di bidang budaya dengan Kerajaan Thailand.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagoro X di Solo mengatakan Kemantren Langenpraja International Roadshow 2022 tersebut terinspirasi dari kunjungan Raja Thailand Rama VII dan Ratu Rumbai Barni ke Surakarta pada bulan Agustus 1929. “Saat itu kunjungan Raja Thailand Rama VII disambut oleh KGPAA Mangkunegara VII. Memang hubungan antara Mangkunegaran dan Thailand sebenarnya sudah terjalin sejak dahulu,” katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (25/9/2022).

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

+ PLUS Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.

+ PLUS Jadi Video Terpopuler Youtube, Joko Tingkir Ngombe Dawet Penuh Kontroversi

Video musik Joko Tingkir Ngombe Dawet versi Yeni Inka dan Farel Prayoga berada di urutan ketiga video musik terpopuler Youtube tahun ini, meski liriknya penuh kontroversi.

+ PLUS Pengendalian IMEI Bikin Handphone Batangan Black Market Hilang di Pasaran

Penerapan pengendalian IMEI nasional membuat handphone atau ponsel batangan black market menghilang di pasaran.

+ PLUS Ladosan, Jamuan Makan Bak Raja di Pernikahan Wong Solo

Jamuan makan di pernikahan warga Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri yang unik, yaitu melayani tamu seperti raja.

+ PLUS Menyusuri Rel Berusia 100 Tahun Rute Solo-Wonogiri

Sejarah mencatat jalur rel Solo-Wonogiri yang sampai saat ini masih berfungsi berusia sekitar 100 tahun.

+ PLUS Masa Depan Indonesia Cerah dari Energi Bersih

Sumber energi terbarukan yang lebih bersih di Indonesia sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal.

+ PLUS Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

+ PLUS Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

+ PLUS Gapura Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta Bertemu di Koridor Ngarsopura

Dua gapura baru bergaya Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran saling bertemu di perempatan Kawasan Ngarsopura dan Koridor Gatot Subroto Solo.

+ PLUS Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

+ PLUS Kupu-Kupu Malam Berperan di Era Revolusi Kemerdekaan

Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, menganggap jasa kupu-kupu malam sangat besar dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.

+ PLUS Sianida, Racun Mematikan tapi Kok Dijual Bebas di Online Shop

Sianida yang merupakan racun mematikan ternyata dijual bebas di online shop dalam bentuk potas ikan.

+ PLUS Ketika Media Sosial Pengaruhi Kebiasaan Belanja Produk Lokal

Kampanye fesyen hingga produk kencantikan di media sosial (medsos) tak bisa dipungkiri sangat ampuh dalam membentuk presepsi, mendorong daya beli, dan menciptakan tren.

+ PLUS Produk Fesyen Lokal Tak Gentar, Media Sosial jadi Patokan

Produk fesyen lokal mulai digandrungi masyarakat, dengan media sosial yang menjadi ceruk promosi menarik konsumen baru.

+ PLUS Sakit Hati Berujung Pembunuhan

Rasa sakit hati, kecewa, dan amarah yang berlarut bisa berubah menjadi dendam hingga membuat seseorang mengambil tindakan keji, seperti membunuh.

+ PLUS Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

+ PLUS Potret Sukses Petani Muda, Kombinasi Ide dan Teknologi Jadi Kunci

Peningkatan kelompok usia milenial bahkan generasi Z (Gen Z) menjadi petani mulai terlihat, dimana mereka mengkombinasikan ide dan teknologi sebagai kunci meraih kesuksesan.

+ PLUS Alasan di Balik Usulan Provinsi Soloraya Sejak Dulu Selalu Gagal

Usulan membentuk Soloraya sebagai provinsi baru yang terlepas dari Jawa Tengah sejak dulu selalu hanya menjadi wacana.

+ PLUS Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian

Petani muda dari kalangan milenial menggeliat di tengah isu krisis pangan dan membagikan tips sukses menjadi petani, salah satunya memulai dengan niat, baru kemudian nekat.