Saat Ada Dua Kubu di Kantor, Harus Bagaimana?

Saya Ninda, 24 tahun, tinggal di Solo. Sejak satu bulan yang lalu saya bekerja di suatu perusahaan. Ini merupakan pengalaman pertama saya dalam bekerja. Sebagai karyawan baru saya berusaha untuk bekerja sebaik-baiknya selain itu saya juga berusaha menjalin pertemanan yang baik dengan semua karyawan.

Akan tetapi ternyata di perusahaan tempat saya bekerja, telah terjadi konflik antarkaryawan sehingga ada dua kubu di kantor. Hal inilah yang membuat saya bingung untuk bersikap. Kalau saya beraktivitas dengan satu karyawan dari satu kubu maka saya akan disindir-sindir oleh kubu yang lain, begitu pula sebaliknya.

Hal ini membuat saya menjadi tidak nyaman dan tidak kerasan. Mohon bantuannya bagaimana saya harus bersikap?

Ninda- Solo

 

Konflik di tempat kerja memang merupakan suatu hal yang sulit untuk dihindari. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya perbedaan kepribadian tiap karyawan, atmosfer persaingan atau kompetisi yang tinggi, komunikasi yang buruk, hingga masalah pribadi.

Inisiatif yang Anda miliki untuk menjalin pertemanan yang baik dengan semua karyawan sudah baik, namun memang di tengah situasi yang terjadi, hal tersebut seperti menjadi buah simalakama dan tidak mungkin menyenangkan seluruh pihak.

Saran saya, mbak Ninda tetaplah berfokus pada diri anda sendiri dengan memberikan performa yang maksimal pada setiap pekerjaan anda. Perihal nanti rekan kerja ada yang menyindir, hal itu sudah berada di luar kuasa Anda.

Jika memang perlakuan yang diberikan rekan kerja Anda sudah melewati batas, mungkin anda bisa membicarakannya dengan atasan/supervisor Anda atau ke pihak human resource. Bisa jadi human resource tidak aware akan konflik yang terjadi sehingga konflik yang terjadi sangat besar dan membentuk ‘dua kubu.’

Saya berasumsi bahwa mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik berada di luar kewenangan pekerjaan anda, dan untuk hal tersebut saya sarankan untuk membicarakannya dengan pihak yang memang memiliki kewenangan. Demikian dari saya semoga bermanfaat.

 

Achmad Dwityanto

Psikolog



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom