Ruwatan di Gunung Lawu, Pusat Pemujaan Suci Masyarakat Jawa Kuno

Gunung Lawu, sama seperti gunung lainnya di Pulau Jawa dipercaya sebagai pusat kekuatan sakral dan pemujaan yang menghubungkan masyarakat Jawa kuno dengan dewa atau leluhur yang dianggap memiliki kekuatan gaib, sehingga kerap digunakan sebagai lokasi ruwatan.

 Perbukitan di Kaki Gunung Lawu. Foto diambil Oktober 2021 (Mariyana Ricky P.D.)

SOLOPOS.COM - Perbukitan di Kaki Gunung Lawu. Foto diambil Oktober 2021 (Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, KARANGANYAR — Gunung Lawu, sama seperti gunung lainnya di Pulau Jawa dipercaya sebagai pusat kekuatan sakral dan pemujaan yang menghubungkan masyarakat Jawa kuno dengan dewa atau leluhur yang dianggap memiliki kekuatan gaib, sehingga kerap digunakan sebagai lokasi ruwatan.

Pigeaud dalam De Tantu Panggelaran, 1924, menyebut pada zaman dahulu, di tengah Jambudwipa berdiri kokoh Gunung Meru. Jambudwipa [India] dikelilingi tujuh samudera dan tujuh benua lainnya. Bhatara Guru memerintahkan para yaksa untuk memindahkan Gunung Mahameru di Jambudwipa ke Jawadwipa. 

Pemindahan ini dilakukan karena Pulau Jawa diombang-ambingkan ombak samudra. Setelah gunung itu berhasil dipindahkan, Parameswara memerintahkan seluruh dewa untuk memujanya. Sejak itu muncul keyakinan bahwa gununng dianggap suci dan dan dihormati. 

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Naga Baruklinting, Seni Rupa, dan Pelestarian Lingkungan

Seni dan budaya—lebih khusus lagi pameran seni rupa—bisa diberdayakan untuk menggugah kembali kesadaran menjaga lingkungan demi kesinambungan kehidupan.

+ PLUS 13 Proyek Strategis Nasional Baru dan Ancaman Kerusakan Lingkungan

Pemerintah merilis 13 proyek strategis nasional (PSN) baru. Praktik realisasi PSN sering mengabaikan aspek lingkungan hidup dan kepentingan warga terdampak atas ruang hidup yang nyaman.

+ PLUS Pada Zaman Pendudukan Jepang Mayat Bisa Ditukarkan Uang

Masa pendudukan Jepang adalah masa gelap dalam kehidupan bangsa Indonesia. Masa penuh gejolak selama kurang lebih 3,5 tahun itu sekaligus mematangkan kondisi yang mendorong revolusi kemerdekaan.

+ PLUS Aturan Baru Tarif Ojek Daring Kemenangan Tidak Ideal Pengemudi Gig

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menerbitkan regulasi terbaru untuk mengatur tarif ojek daring (online).

+ PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

+ PLUS Akan Muncul Maksimal Empat Calon Presiden

Setidaknya akan muncul maksimal empat calon presiden berdasar kecenderungan relasi dan komunikasi antarpartai politik termutakhir.

+ PLUS Dari Jualan Biskuit, Jogi Hendra Jadi Orang Terkaya ke-9 Berkat Mayora

Berawal dari bisnis jualan biskuit yang dibuat keluarga, Jogi Hendra Atmadja sukses meniti karier sebagai pengusaha. Majalah Forbes menempatkan pendiri PT Mayora Indah itu sebagai orang paling kaye ke-9 di Indonesia.

+ PLUS Terancamnya Elang Jawa, Jelmaan Garuda Sang Lambang Negara

Februari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepasliarkan dua ekor elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dengan harapan populasinya yang terancam di alam liar kembali lestari, sebagai satwa jelmaan Garuda Indonesia, sang lambang negara.

+ PLUS Konser Dream Theater, Kuliah Musik Sekaligus Praktik

Menonton konser Dream Theater laksana kuliah musik sekaligus praktik. Dream Theater adalah perpaduan keahlian bermusik tingkat tinggi.

+ PLUS Abaikan Gugatan WTO, Indonesia Siap Setop Ekspor Timah dan Bauksit

Indonesia digugat oleh World Trade Organization (WTO) imbas penghentian ekspor nikel. Belum selesai gugatan itu, Indonesia juga bersiap menghentikan ekspor timah dan bauksit.

+ PLUS Situs Pekuburan Megalitikum dan Kampung Kuno Pringgoloyo Klaten

Selain di puncak dan lereng Gunung Lawu, peninggalan peradaban megalitikum di Soloraya juga ditemukan situs yang diduga sebagai perkuburan dan penanda kampung kuno di Dukuh Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Klaten, berupa susunan batu besar, serta temuan batu pipisan dan gandik.

+ PLUS Ketimpangan Gender dan Pemberdayaan Semu dalam Film Horor

Di film-film horor Indonesia bila diamati sekilas ada semacam empowerment atau pemberdayaan perempuan, namun ketika direproduksi terus-menerus justru mengerdilkan posisi perempuan di kehidupan nyata.

+ PLUS Sejarah Ciu Bekonang, Aset Monopoli Pemerintah Hindia Belanda

Masyarakat Soloraya dan sekitarnya mengenal ciu sebagai minuman alkohol (minol) tradisional sejak era penjajahan Belanda dan menjadi aset monopoli perdagangan oleh pemerintah kolonial saat itu.

+ PLUS Deretan Search Engine Gagal Saingi Google, Bagaimana dengan Gatotkaca?

Bicara mesin pencari atau search angine, hingga kini Google masih menjadi andalan. Sejumlah mesin pencari lain tumbuh dan berkembang, namun mereka gagal menandingi keperkasaan Google. Lalu, bagaimana dengan Gatotkaca, search angine yang digagas Kemkominfo?

+ PLUS Para Perempuan di Jalur Setan

Sejak Lisa (1971) ditayangkan di layar sinema Indonesia sebagai film horor pertama era Indonesia modern, hantu perempuan dominan muncul dalam film horor Indonesia pada setiap periode.

+ PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

+ PLUS Yang Baru dan yang Hilang di Malioboro

Kawasan Jl, Maliboro, Kota Jogja, kini menyajikan hal-hal baru sekaligus mengingatkan pada hal-hal yang hilang. Penataan kawasan Malioboro terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY.

+ PLUS Makanan Tanpa Batas di Asia: Teknologi untuk Mitigasi Krisis Pangan

Singapura menjadi negara pelopor di Asia yang memberi ruang bagi penjualan dan konsumsi makanan hasil rekayasa berbasis teknologi di laboratorium, salah satunya daging.

+ PLUS Pijat Tradisional Legendaris Mak Erot dan Wacana Wisata Kesehatan

Mak Erot menjadi salah satu nama yang cukup terkenal di Indonesia lantaran legendarisnya praktik pijat tradisional yang dilakoni perempuan itu beserta keturunannya, bahkan, Terawan Agus Putranto yang belum lama ini menjabat sebagai Menteri Kesehatan pernah berwacana sebagai salah satu daya tarik wisata kesehatan Indonesia.

+ PLUS Krisis Global Malaise 1929, Awal Kebangkrutan 131 Pabrik Gula di Jawa

Krisis Malaise mengguncang dunia, termasuk Hindia Belanda pada 1929. Akibatnya, 131 pabrik gula (PG) di Jawa mengalami bangkrut yang berdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.