Rutan Wonogiri Minta Bantuan Keamanan ke Polres dan Kodim 0728, Ini Penyebabnya
Kepala Rutan Kelas II B Wonogiri, Daniel Kristanto, menandatangani perjanjian kerjasama Rutan Kelas II B Wonogiri dengan Polres Wonogiri dan Kodim 0728 di kompleks Rutan Wonogiri, Kamis (28/1/2021). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Rutan Kelas II B Wonogiri meminta bantuan ke Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri untuk turut melakukan pengamanan rutan. Pasalnya, jumlah personel keamanan Rutan Wonogiri tidak seimbang dibandingkan dengan jumlah warga binaan (Wabin).

Permintaan bantuan itu ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama Rutan Kelas II B Wonogiri dengan Polres Wonogiri dan Kodim 0728 di kompleks Rutan Wonogiri, Kamis (28/1/2021). Pendandatangan diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing.

Kepala Rutan Kelas II B Wonogiri, Daniel Kristanto, mengatakan dalam melaksanakan tugas keamanan, pihaknya belum bisa melakukannya dengan maksimal. Hal itu dikarenakan keterbatasan personel.

Baca Juga: Terima Pengunjung Lebih dari 25%, Kafe di Madiun Ditutup Sementara

Ia mengatakan, jumlah seluruh petugas di Rutan Wonogiri ada 70 orang. Sedangkan petugas keamanan berjumlah 30 orang. Jumlah petugas keamanan tersebut masih dibagi menjadi beberapa regu. Dalam satu regu itu hanya terdiri dari delapan orang. Sedangkan jumlah Wabin di Rutan Wonogiri sebanyak 351 orang.

"Delapan orang itu yang dua orang jaga di pos atas, dua orang jaga di pintu utama. Empat orang lainnya di dala. rutan dan haru menjaga 351 wabin. Perbandingan idealnya sepuluh wabin dijaga satu petugas keamanan," kata dia kepada wartawan.

Atas kondisi itu, lanjut Daniel, jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan, seperti keos, keributan atau kerusahan di dalam rutan, petugas keamanan yang terbatas itu bisa dibantu anggota kepolisian dan TNI. "Selama ini kalau meminta bantuan hanya lisan. Maka ini dilegalkan, tiga instansi ini menjadi terikat dalam hal pengamanan," ujar dia.

Ia mengatakan, dalam teknis pelaksanaannya, petugas utama dalam menjaga keamanan rutan Wonogiri tetap dari petugas internal rutan. Namun anggota kepolisian dan TNI setiap dua jam melakukan pengecekan ke rutan atau sering disebut sambang rutan.

Selain itu, menurut Daniel, kerjasama itu juga diwujudkan dalam pertukaran informasi, khususnya dalam hal maraknya pengedaran narkoba yang terjadi di lapas dan rutan. "Dengan tukar informasi dengan intelijen Polri dan TNI, penanganan bisa dilakukan dengan cepat. Kami harapkan tidak ada pengendalian atau transaksi narkoba di Rutan Wonogiri," papar dia.

Aman

Selama enam bulan memimpin Rutan Wonogiri, Daniel memastikan kondisi hingga saat ini masih cukup aman dan kondusif. Bahkan belum ditemukan adanya perkelahian maupun perselisiahan antarwabin. Meski demikian pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan melakukan kerjasama antara Rutan, Polres dan Kodim 0728 Wonogiri.

"Dalam hitungan detik, lingkungan rutan itu bisa berubah. Saat saya dulu bertugas di Lapas Nusakambangan, awalnya kami memantau dalam keadaan kondusif. Setelah kami membuka lapas, di dalamnya sudah terjadi keributan, bahkan terjadi pembakaran juga. Nah yang seperti ini perlu kami antisipasi," ujar dia.

Baca Juga: Gadis Ini Tidak Sadar Pernah Foto Bareng Member The Beatles

Lebih jauh Daniel menjelaskan, pada dasarnya rutan hanya menampung orang yang ditahan akibat kasus hukum yang menjeratnya atau orang yang belum mendapatkan keputusan yang berkekuatan hukum. Tapi karena keterbatasan, Rutan Wonogiri juga menampung para terpidana.

"Tapi beruntung Wonogiri masih mempunyai rutan. Sehingga bisa menampung warganya yang terjerat kasus hukum. Di beberapa daerah bahkan tidak ada sama sekali rutan, terlebih lapas. Maka kami berkomtimen untuk menjaga keamanan di Rutan Wonogiri," kata Daniel.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom