Kerusuhan di laga Persekat vs Persebi Boyolali (Twitter)

Solopos.com, BOYOLALI - Kerusuhan sempat terjadi di laga Persekat Kabupaten Tegal melawan Persebi Boyolali di fase regional Jawa Liga 3. Terdapat pemain Persebi Boyolali yang dirujuk ke rumah sakit akibat insiden ini.

Duel Persekat melawan Persebi itu dilangsungkan di Stadion Yos Sudarso, Tegal, Senin (2/12/2019). Kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga leg kedua itu. Pertandingan berlanjut ke adu penalti karena pada leg pertama kedua tim juga imbang 1-1. Di adu tos-tosan, Persebi kalah 3-5 dan gagal melaju ke putaran nasional.

Pada babak pertama, terjadi kerusuhan antarpemain. Insiden itu diawali adu jotos antara kapten Persebi, Mustakhin, dan gelandang Persekat, Sahrudin Irwan, yang kemudian diikuti baku hantam sejumlah pemain lain. Gelandang Persebi, Hafidz Aulia Ardan, bahkan mengalami luka di bagian mata sehingga sempat dirujuk ke rumah sakit setempat.

“Kedua pemain kami lihat memang terpancing emosi. Yang kami sayangkan panpel dan wasit tidak langsung bertindak menyikapi hal itu. Akhirnya pemain lain ikut-ikutan. Yang memisahkan pemain dari keributan justru para pemain cadangan,” ujar Manajer Persebi, Kukuh Hadiatmo, kepada Solopos.com, Selasa (3/12/2019).

Pihaknya mengaku bakal menyiapkan pembelaan apabila Persebi dikenai sanksi mengenai kerusuhan itu. Tatang mengklaim aksi bar-bar di lapangan lebih karena ketidaktegasan wasit serta kurang siapnya panpel pertandingan.

“Jujur kami tidak menegur Mustakhin, dia hanya membela diri. Apa yang dia lakukan juga dipicu dari permainan kasar Persekat di Boyolali beberapa waktu lalu. Kami sudah siapkan bukti rekaman pertandingan apabila ada sanksi dari Komdis.”


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten