Pesawat maskapai Lion Air mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. (Bisnis-Rachman)

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA</strong> -- Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT922 mengalami keterlambatan keberangkatan (<em>delay</em>) karena kondisi aspal di ujung landas pacu (<em>runway</em>) Bandara Juanda, Surabaya, ambles. Corporate Communications Strategic of <a href="http://news.solopos.com/read/20180504/496/914380/lion-air-tutup-4-rute-penerbangan-dari-solo" target="_blank">Lion Air</a> Danang M. Prihantoro mengatakan proses penanganan JT922 dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku dan berjalan dengan baik.</p><p>"Penerbangan JT922 mengalami <em>delay</em> dari yang seharusnya take off pada 10.30 WIB, dikarenakan kondisi aspal di ujung landas pacu amblas," kata Danang dalam rilis, Minggu (20/5/2018).</p><p>Dia menambahkan pilot memutuskan untuk menunda keberangkatan ketika pesawat di posisi bersiap untuk lepas landas guna menjamin keselamatan dan <a href="http://news.solopos.com/read/20180429/496/913399/indikator-masker-oksigen-di-penerbangan-jakarta-batam-ini-penjelasan-lion-air" target="_blank">keamanan penerbangan</a>.</p><p>Pada pukul 10.30 WIB, lanjutnya, pilot JT922 menginformasikan bahwa pada roda depan (<em>nose wheel</em>) tersangkut aspal sehingga menyebabkan pesawat tidak bisa bergerak maju. Akhirnya, pesawat Boeing 737-900ER (B739) registrasi PK-LGJ tersebut sudah dilakukan penarikan (towing) menuju landas parkir (apron) menggunakan kendaraan penarik pesawat (<em>pushback car</em>).</p><p>Seluruh kru <a href="http://news.solopos.com/read/20180422/496/912083/jual-t-shirt-gibran-rakabuming-galang-dana-untuk-pesawat-r80" target="_blank">pesawat</a>, 179 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, serta tiga bayi, dilaporkan dalam keadaan selamat dan sudah mendapatkan layanan terbaik dengan dikembalikan menuju ruang tunggu keberangkatan (<em>boarding gate</em>).</p><p>Lion Air JT922 telah diberangkatkan pada pukul 13.41 WIB dan tiba di Denpasar pukul 15.50 Wita. Lion Air memberikan informasi, kejadian ini berpotensi menyebabkan keterlambatan rute Denpasar &ndash; Kupang pergi pulang (PP) dan Denpasar ke Solo.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten