RUMDIN WALI KOTA SOLO : Pagar Loji Gandrung Dibongkar dan Diganti Taman
Loji Gandrung Solo (JIBI/Solopos/Dok)

Rumdin Wali Kota Solo, Pemkot mengubah pagar Loji Gandrung dengan taman.

Solopos.com, SOLO--Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan merestorasi bangunan rumah dinas Wali Kota di Loji Gandrung pada tahun ini. Tahap awal, restorasi dimulai dengan menata kawasan depan Loji Gandrung.

Pagar depan Loji Gandrung bakal dibongkar dan diganti dengan taman. Pembongkaran dilakukan untuk menonjolkan kemegahan bangunan bergaya arsitektur berlagam Eropa tersebut. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan sejauh ini bangunan Loji Gandrung yang merupakan bangunan cagar budaya (BCB) tertutup pagar depan. Sehingga dari arah Jl. Slamet Riyadi, kemegahan bangunan Loji Gandrung tak terlihat.

“Nanti pagar Loji Gandrung akan kami bongkar. Ganti ruang terbuka hijau supaya keliatan ini lho bangunan Loji Gandrung,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan, Rabu (16/3/2016).

Menurut Rudy, dibongkarnya bangunan pagar rumah dinas Loji Gandrung, agar lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Rudy juga ingin  agar masyarakat mengetahui bangunan Loji Gandrung yang merupakan salah satu bangunan cagar budaya (BCB) di Kota Bengawan. Sedangkan dari sisi keamanan, Rudy mengaku tak khawatir.
“Tidur di mana saja tidak masalah. Keamanan juga ada yang menjaga. Jadi tidak khawatir,” kata Rudy.

Lebih lanjut Rudy mengatakan bangunan pagar Loji Gandrung merupakan bangunan tambahan dan bukan berstatus cagar budaya. Sehingga pembongkaran bangunan tidak masalah jika dikerjakan Pemkot. Rudy mengatakan pembongkaran pagar merupakan tahapan awal untuk merestorasi Loji Gandrung.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Agus Djoko Witiarso mengatakan tengah menyusun detail engineering design (DED) untuk restorasi Loji Gandrung. Dalam menyusun DED, DTRK menggandeng konsultan yang ahli dibidang bangunan cagar budaya. Penyusunan DED ini ditargetkan rampung pertengahan Agustus nanti.

“Kami menggandeng konsultan yang ahli dibidang cagar budaya agar mendapatkan sejumlah masukan tentang bangunan yang dulunya milik saudagar gula dari Eropa,” kata Agus.

Selain melibatkan Konsultan ahli bidang cagar budaya, DTRK juga menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Menurut Agus, gaya arsitektur Loji Gandrung multi kultural, yakni perpaduan Jawa dan bangunan Eropa. Kedepan Loji Gandrung akan dikembalikan sesuai dengan aslinya, seperti pengembalian warna asli waktu pertama dibangun.

“Rumah dinas Wali Kota akan dijadikan sebagai public space (ruang publik). Tahapnya, kita mulai dengan merobohkan bangunan pagar di depan Loji Gandrung,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom