Api melalap rumah Sutanto di Dukuh Bangle RT 019, Desa/Kecamatan Tanon, Sragen, Kamis (27/6/2019) malam. (Istimewa/Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Api melahap habis rumah Sutanto, 42, warga Dukuh Bangle RT 019, Desa/Kecamatan Tanon, Sragen, Kamis (27/6/2019) pukul 21.15 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp53 juta. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya menjemput anak di rumah saudara. Kini Sutanto dan keluarganya terpaksa mengungsi.

Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan, Jumat (28/6/2019), menyampaikan kebakaran tersebut diduga disebabkan korsleting. Malam itu Sutanto meninggalkan rumah untuk menjemput anaknya di rumah saudara di desa yang sama pukul 21.00 WIB.

Sekitar 15 menit kemudian, warga melihat ada kepulan asap dari dalam rumah Sutanto disertai kobaran api. Setelah melihat hal itu, warga langsung melapor ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Muspika Tanon.

“Tim Muspika menghubungi pemadam kebakaran. Ada tiga unit mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Api bisa padam sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar Agus.

Dari hasil identifikasi setelah api padam, banyak material dan barang berharga yang hangus terbakar di rumah berukuran 8 meter x 12 meter itu. Barang-barang yang terbakar, satu unit motor, satu sepeda angin, dua unit mesin pompa air disel, kulkas, televisi, peralatan dapur, 14 sak gabah, sebuah mesin potong rumput, dan barang-barang elektronik lainnya.

Selain itu, Agus melanjutkan uang tunai Rp4,9 juta juga hangus terbakar bersama surat-surat berharga di lemari pakaian. Dia memperkirakan kerugian material total Rp53 juta.

Pemadam api dilakukan tim gabungan dari Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PSC 119, Puskesmas Tanon, Perdes Desa Tanon, Muspika, dan warga setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan kebakaran itu dilaporkan Bayan I Tanon, Suparno, kepada Bidang Pemadam Kebakaran dan BPBD. Dia menerangkan rumah tersebut dihuni empat anggota keluarga, yakni Sutanto dan istrinya, Anita Supardiman, 28, bersama kedua anaknya Zaskia Zahrotusita, 9, Mahmud Ahmad Dinaja, 2, serta ibunya, Sukiyem, 90.

“Sebelum menjemput anak, Sutanti sempat memasak arem-arem pada pukul 20.00 WIB. Dugaan awalnya, kebakaran disebabkan arus pendek listrik,,” ujarnya.

Untuk sementara Sutanto dan keluarganya mengungsi ke rumah saudaranya, Suryanto, 57, di lingkungan setempat. Keluarga Sutanto termasuk keluarga miskin. BPBD mengirimkan bantuan logistik untuk meringankan beban mereka.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten