Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Klaten Kekurangan Masker N95
Masker N95. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 dari lini 1 hingga lini 2 di Klaten mulai kekurangan masker N95, Jumat (17/4/2020). Padahal, keberadaan masker N95 itu sangat dibutuhkan di tengah penanganan pasien Covid-19.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klaten telah menetapkan sejumlah rumah sakit lini 1 dan lini 2 guna menangani pasien Covid-19.

Di antaranya adalah Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten sebagai RS lini 1.

46 Tenaga Medis RSUP dr Kariadi Semarang Positif Covid-19

Sementara Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten dan Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten sebagai rujukan Covid-19 lini 2. Di samping itu, Gugus Tugas Covid-19 Klaten juga mengoptimalkan 34 puskesmas sebagai tahap awal men-screening pasien Covid-19.

Kepala Seksi (Kasi) Monitoring dan Evaluasi Fasilitas Medis RSST Klaten, Widodo, mengatakan stok masker N95 di rumah sakit itu kian hari makin menipis.

“Yang kami butuhkan saat ini masker N95. Hari ini, stok masker N95 hanya 40-an. Jumlah itu paling hanya bisa bertahan 10 hari ke depan,” kata saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Jumat.

Misteri Kekebalan Bali dari Virus Corona Jadi Sorotan Media Asing

Widodo mengatakan masker N95 ini merupakan masker pabrikan sehingga produksinya tak dilakukan secara asal-asalan. Dia sudah berusaha mencari ke mana-mana tapi belum juga memperolehnya.

Stok Hazmat

Mengenai stok hazmat di rumah sakit rujukan lini 1 Covid-19 di Klaten itu, Widodo mengatakan stoknya sudah banyak.

Hal senada dijelaskan Kasi Penunjang Medis Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr RM Soejarwadi Klaten, Juli Santoso. Rumah sakit rujukan lini 2 ini juga kekurangan masker N95.

Warga Jateng di Jabodetabek Bisa Terima Bantuan, Ini Caranya!

“Di tempat kami, persoalannya juga sama, yakni kekurangan masker N95. Saat ini, kami masih memiliki 150 masker. Jika kami menangani pasien dalam jumlah banyak, masker yang kami miliki itu hanya bisa bertahan selama tiga pekan. Makanya, kami sangat membutuhkan masker jenis itu,” katanya.

Juli Santoso mengatakan penggunaan masker N95 hanya digunakan selama empat jam. Masker jenis tersebut juga hanya dapat difungsikan sekali pakai.

“Harga masker N95 saat ini tergolong mahal [bisa di atas Rp150.000 per masker]. Di samping harganya mahal, barangnya memang langka. Kami sudah informasikan juga hal ini ke Pemprov Jateng,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom