Petugas Polsek Ngadirojo memeriksa puing-puing rumah produksi tahu yang terbakar di Dusun Bakalan RT 003/RW 012, Desa Mlokomanis Wetan, Ngadirojo, Wonogiri, Minggu (5/5/2019) malam. (Istimewa/Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bangunan tempat produksi tahu rumahan di Dusun Bakalan RT 003/RW 012, Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, https://soloraya.solopos.com/read/20181004/495/943762/bekas-gudang-smpn-3-wonogiri-terbakar" title="Bekas Gudang SMPN 3 Wonogiri Terbakar">terbakar pada Minggu (5/5/2019). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu namun kerugian material ditaksir mencapai Rp60 juta.

Kebakaran itu terjadi saat Sarni, 45, selesai menggoreng tahu di tempat produksi tahu rumahan miliknya, Minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB. Ia memastikan api di tungku penggorengan sudah padam.

Namun, dari cerobong asap terlihat, percikan api yang jatuh ke penggorengan berisi minyak goreng. Akibatnya, minyak itu pun terbakar.

Melihat api https://soloraya.solopos.com/read/20181003/495/943510/124-hektare-hutan-wonogiri-terbakar" title="124 Hektare Hutan Wonogiri Terbakar">membakar minyak, Badria, 20, warga Dusun Bakalan, Desa Mlokomanis Wetan, berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air ke penggorengan.

“Tapi, bukannya padam, api justru makin membesar dan membakar atap bangunan dan barang yang berada di sekitarnya,” kata Paur Subbag Humas Aipda Iwan Sumarsono, mewakili Kapolres https://soloraya.solopos.com/read/20180930/495/942922/5-hektare-hutan-gunung-kukusan-wonogiri-terbakar" title="5 Hektare Hutan Gunung Kukusan Wonogiri Terbakar">Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, kepada Solopos.com, Senin (6/5/2019).

Melihat api membesar, warga berdatangan berusaha memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan setelah dua unit pemadam kebakaran datang dari Wonogiri. “Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp60 juta,” ujar Iwan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten