Rumah Keadilan Restoratif Desa Jetak Sragen Selesaikan Sengketa Warisan

Rumah Keadilan Restoratif di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen berhasil menyelesaikan kasus perdana berupa sengketa tanah waris warga setempat.

 Kajari Sragen, Evy Syarifah, memimpin penyelesaian sengketa tanah waris di Rumah Keadilan Restoratif dan Rumah Pelayanan Hukum Gratis Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen pada Kamis (4/8/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

SOLOPOS.COM - Kajari Sragen, Evy Syarifah, memimpin penyelesaian sengketa tanah waris di Rumah Keadilan Restoratif dan Rumah Pelayanan Hukum Gratis Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen pada Kamis (4/8/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

Solopos.com, SRAGEN — Sepekan setelah diresmikan, Rumah Keadilan Restoratif dan Rumah Pelayanan Hukum Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen berhasil menyelesaikan sengketa tanah waris warga, Kamis (4/8/2022). Perkara perdana yang ditangani Rumah Keadilan Restoratif itu melibatkan warga Desa Jetak dengan Dusun Kauman, Desa Sragen Wetan, Kecamatan Sragen.

Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sragen, Evy Syarifah, turun langsung membantu menyelesaikan perkara tersebut. Dalam sengketa tanah waris tersebut, Tukiyem, warga Desa Jetak melaporkan sepupunya, Patmo, Warga Dusun Kauman.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Berdasarkan pengamatan Solopos.com, pihak kerabat Tukiyem, Suradi, melaporkan Patmo ke Kades Jetak. Pasalnya, Patmo tanpa seizin Tukiyem mendirikan bangunan di tanah dengan sertifikat atas nama Tukiyem. Tanah tersebut merupakan tanah warisan.

Oleh Kades Jetak, Siswanto, pelapor diarahkan untuk menyelesaikan kasus sengketa tanah waris itu di Rumah Keadilan Restoratif. Pihak pelapor datang didampingi oleh pengacara, sedangkan pihak terlapor didampingi notaris.

Baca Juga: Desa Jetak Sragen Bikin Terobosan Hukum Tanpa Meja Hijau

Mediasi penyelesaian sengketa tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Jetak, dan Polsek Sidoharjo.

“Proses penyelesaian perkara tidak sampai satu jam. Kedua belah pihak memilih penyelesaian perkara ini dengan memanfaatkan Rumah Keadilan Restoratif ini. Penyelesaiannya tinggal balik nama sertifkat dan penyerahan uang kompensasi di sini lagi,” terang Kajari.

Dari hasil mediasi itu disepakati pihak Patmo berkewajiban membayar kompensasi kepada pihak terlapor Rp135 juta. Kemudian untuk biaya balik nama dibebankan kepada pihak terlapor.

Salah satu kerabat pihak terlapor, Warno, mengatakan penyelesaian sengketa di Rumah Keadilan Restoratif ini sangat cepat dan memudahkan warga yang berperkara. Hal senada disampaikan perwakilan pihak pelapor, Dani Wahyu Setiawan. Ia berharap masalah ini tidak berlarut-larut karena pihak-pihak yang berperkara masih satu keluarga.

Baca Juga: Ingat, Kasus Ini Tak Bisa Diselesaikan di Rumah Restorative Justice

“Alhamdulillah, permasalahan yang dihadapi sudah terselesaikan. Karena permasalahan ini sudah cukup lama, hampir puluhan tahun,” tambah Dani.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.