Rumah Karantina Grha Wisata Solo Ditutup, 45 Pemudik Dipindah ke Dalem Joyokusuman
Petugas di rumah karantina Grha Wisata Niaga Solo memeriksa pemudik, Minggu (24/5/2020). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menutup Grha Wisata Niaga sebagai Pos Covid-19 dan rumah karantina pemudik mulai Jumat (29/5/2020). Sisa penghuni Grha Wisata Niaga akan dipindahkan ke Dalem Joyokusuman.

Hal ini dikatakan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (28/5/2020). Ia menjelaskan karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) selama ini berpusat di Dalem Joyokusuman.

Round Up Situasi Wabah Corona Kota Solo: 1 PDP Meninggal, Kasus Positif Tetap 33 Orang

“Penghuni Grha Wisata Niaga akan kami pindahkan ke Dalem Joyokusuman. Grha Wisata Niaga yang terletak di kawasan Sriwedari, Laweyan, itu untuk cadangan bila terjadi suatu hal. Petugas yang memantau pemudik di terminal, stasiun, dan bandara akan kembali ke dinas masing-masing,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (28/5/2020).

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menjelaskan rumah karantina Grha Wisata Niaga akan berhenti menerima pemudik mulai Jumat. Sebanyak 45 pemudik di Grha Wisata Niaga akan dipindah ke Dalem Joyokusuman.

Bupati Karanganyar: Terkait Rencana Sekolah Masuk Kembali, Keputusan Resmi Tetap di Pusat

"Penghuni sore ini tinggal 45 orang. Besok pagi kami pindahkan menggunakan bus. Selanjutnya Pemkot tidak menerima karantina bagi pemudik. Rumah karantina ini untuk karantina ODP yang tidak memungkinkan karantina di rumah," katanya.

Melanjutkan Karantina

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga rumah karantina di Kota Solo akan berhenti menerima kedatangan pemudik baru mulai Jumat (29/5/2020). Pemudik yang saat ini masih menghuni rumah-rumah tersebut tetap akan melanjutkan karantina hingga 14 hari setelah tanggal kedatangan.

Maaf, DKK Solo Tak Terbitkan Surat Keterangan Sehat Bagi Pemudik Yang Mau Balik ke Perantauan

Keputusan tersebut diambil setelah mengamati tren kedatangan pemudik beberapa hari terakhir. Jumlahnya terus berkurang, bahkan dalam sehari kerap tidak ada pemudik sama sekali.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan pemudik yang tiba sesudah 29 Mei akan tetap diminta karantina. Tapi para pemudik yang baru itu nantinya tidak ditempatkan di rumah karantina melainkan di rumah masing-masing atau hotel sesuai kemampuan.

“Kami juga mulai berpikir ke arah the new normal [kenormalan baru],” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (24/5/2020).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho