Kepala Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Tri Wiyono (kanan), mengunjungi rumah warganya yang terbakar, Senin (12/8/2019). (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Rumah Suradi, 65, warga Gedongan, Colomadu, Karanganyar, terbakar pada Senin (12/8/2019) dini hari. Selain membakar rumah, uang infak masjid dekat rumahnya yang dibawa Suradi sekitar Rp8,5 juta ikut hangus.

Kebakaran diduga karena api sisa memanasi daging hewan kurban belum padam sepenuhnya saat ditinggal tidur malam sebelumnya. “Uang infak itu saya wadahi kaleng tapi ya ikut terbakar terus uang saya sendiri Rp1,5 juta juga terbakar. Selain itu ada buku tabungan dari bank juga terbakar,” ujar Suradi ketika ditemui wartawan di rumahnya, Senin.

Sedangkan perhiasan emas milik istri dan sertifikat tanah yang disimpan di rumahnya lolos dari amukan api. Ketika itu Suradi masih sempat menyelamatkan barang-barang berharga itu.

Barang-barang lain yang terbakar di antaranya kulkas, televisi, beras ketan 1 kuintal, gabah hasil panen satu musim setengah dari sawahnya, kasur, dan sebagainya. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta karena bangunan rumah dan atap rusak berat.

Kendati demikian, Suradi mengaku masih beruntung karena seluruh keluarganya, termasuk cucu buyutnya, yang berusia sekitar 9 bulan selamat. Ketika itu buyutnya yang masih kecil juga sedang tidur pulas di rumahnya namun bisa diselamatkan.

Suradi mengatakan ketika terjadi kebakaran dia sedang tidur pulas. “Saya baru bangun setelah mendengar suara gemeretak api dan kejatuhan bara api dari plafon gedek yang terbakar,” ujar dia,

Setelah terbangun, Suradi bergegas berusaha memadamkan api pakai air di ember. Namun ketika itu dia yang belum lama pulang dari rumah sakit menjalani operasi terjatuh dan pingsan.

Dia pun segera dilarikan ke klinik di Klodran, Colomadu, untuk mendapat perawatan. Di sisi lain kebakaran yang terjadi dini hari itu segera mendapat perhatian warga sekitar dan segera membantu pemadaman.

Namun karena api dengan cepat membesar warga kemudian mengontak mobil pemadam kebakaran. Tak lama kemudian mobil pemadam kebakaran dari Kota Solo dan Karanganyar tiba di lokasi melakukan pemadaman hingga api berhasil dijinakkan.

Kepala Desa Gedongan, Tri Wiyono, yang menjenguk korban di kediaman Suradi berharap agar warga berhati-hati. Karena musim kemarau seperti saat ini dinilai rentan terjadi kebakaran.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten