Rumah Aung San Suu Kyi Rusak Gara-Gara Dilempar Bom Molotov

Rumah Aung San Suu Kyi Rusak Gara-Gara Dilempar Bom Molotov

SOLOPOS.COM - Aung San Suu Kyi (Reuters)

Rumah Aung San Suu Kyi dilempar bom molotov.

Solopos.com, YANGON – Rumah Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, di kawasan Yangon, Myanmar, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, Kamis (1/2/2018). Beruntung, kejadian ini berlangsung saat Aung San Suu Kyi tidak berada di rumah.

Bom tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada rumah Aung San Suu Kyi. Namun, sampai saat ini belum diketahui pasti apa motif di balik serangan tersebut. "Itu adalah bom molotov. Ledakannya menimbulkan kerusakan kecil pada bangunan rumah Aung San Suu Kyi," ujar Juru Bicara Pemerintah Myanmar, Zaw Htay, seperti dilansir CNN.

Ledakan itu memang tidak menimbulkan kerusakan serius. Namun, sejumlah pihak meyakini si pelaku mengincar Aung San Suu Kyi. Sebab, gedung itu merupakan tempat tinggalnya selama bertahun-tahun. Selain itu, banyak orang berasumsi serangan ini dilakukan terkait dengan krisis Rohingya yang tak kunjung berakhir.

Seperti diketahui, nama Aung San Suu Kyi menjadi sorotan dunia sejak terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, Agustus 2017 lalu. Peraih Nobel Perdamaian itu dianggap gagal melindungi etnis minoritas muslim di Myanmar, khususnya Rohingya. Sebab, selama ini warga Rohingya menjadi target persekusi di Myanmar.

Krisis di Rakhine menyebabkan lebih dari 700.000 orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Hal ini memicu masalah lantaran Bangladesh kewalahan mengurus keperluan para pengungsi. Krisis ini dipicu bentrokan antara kelompok bersenjata dengan militer Myanmar di Rakhine pada 25 Agustus 2017 lalu.

Sejak saat itu, pihak militer melakukan kekerasan yang disebut sebagai operasi pembersihan etnis di Rakhine. Pasalnya, mereka melakukan penyiksaan, pengusiran, hingga pembunuhan yang membuat warga Rohingya ketakutan. Selama ini, masyarakat Myanmar menganggap orang Rohingya sebagai imigran gelap dari Bangladesh. Sampai saat ini, diperkirakan lebih dari 1.000 orang tewas akibat krisis tersebut.

Kekejaman militer Myanmar inilah yang membuat warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Setelah menetap di pengungsian yang berada di Kutupalong, Bangladesh, selama berbulan-bulan, akhirnya pemerintah Myanmar sepakat menerima kembali warga Rohingya. Semestinya mereka mulai dipulangkan ke Myanmar awal pekan lalu. Namun, rencana ini terpaksa ditunda lantaran pihak Bangladesh belum selesai melakukan pendataan terhadap warga Rohingya.

Padahal, pemerintah Myanmar telah setuju menerima kembali pengungsi Rohingya. Namun, rencana itu harus ditunda karena adanya kendala teknis. Keseriusan pemerintah Myanmar dibuktikan dengan percepatan pembangunan fasilitas yang dibutuhkan ratusan ribu pengungsi Rohingya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkot Jogja Ingatkan Warganya Tidak Lakukan Takbir Keliling

Pemkot Jogja melarang warganya menggelar takbir keliling. Takbir hanya boleh dilaksanakan di masjid di wilayah masing-masing.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Polres Bantul belum mampu mengungkap keberadaan R terkait kasus satai beracun. Polisi kesulitan melacak karena handphone R mati.

Hamil di Luar Nikah, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin 8 Bulan

Pelajar SMK nekat melakukan aborsi pada janin 8 bulan yang ia kandung. Warga menemukan janin yang ia kubur dan melaporkannya ke polisi.

Daging Busuk Kedapatan Dijual di Pasar Tradisional Magelang

Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, menemukan daging busuk dijual di pasar saat sidak pasar daging di beberapa pasar tradisional.