Tutup Iklan

Rugi Bandar! Sawah di Sragen, Grobogan & Rembang Menyusut Jadi Industri

Sawah lahan pertanian produktif di wilayah Sragen, Grobogan, serta Rembang terus menyusut beralih menjadi kawasan industri.

 Perangkat jebakan tikus yang teraliri listrik terpasang di area perasawahan di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Rabu (29/7/2020). (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Perangkat jebakan tikus yang teraliri listrik terpasang di area perasawahan di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Rabu (29/7/2020). (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SOLO – Pemerintahan di wilayah Jawa Tengah harus mewaspadai berkurangnya sawah sebagai lahan pertanian produktif karena dialihkan menjadi kawasan industri. Beberapa daerah yang dengan kondisi sawah mulai mengkhawatirkan adalah Rembang, Sragen, dan Grobogan.

Anggota Komisi IV DPR RI Komisi IV, Luluk Nur Hamida, saat ditemui di sela-sela acara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) 2021 -2023 di Kusuma Sahid Prince Hotel, Minggu (17/10/2021), menyontohkan Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Kawasan tersebut harusnya jadi pusat penghasil beras. Namun beberapa waktu terakhir mulai beralih menjadi lahan industri.

Baca juga: Waduh! Minim Air, 6 Hektare Sawah Tawangsari dan Sukoharjo Gagal Panen

Dipilihnya Jawa Tengah sebagai pusat industri baru, menurut Luluk, karena infrastruktur yang cukup memadahi. Disusul honor buruh yang relatif murah dari kota sebelumnya di daerah Jawa Barat dan sekitar Jakarta.

“Tren pengalihan pusat industri ke Jawa Tengah ini kita sayangkan. Meskipun peluangnya banyak, mari kita hitung kerugian jangka panjangnya apakah sebanding nantinya. Itu harus jadi pertimbangan pemerintah setempat nantinya,” kata Luluk.

Lebih lanjut Luluk berharap Pemprov Jateng mempunyai cukup waktu untuk merenung dan mengevaluasi soal izin industri. Dia menilai industry yang dipilih semestinya mendorong pertanian dari hulu.

Baca juga: 100 Pabrik Sepatu Pindah ke Jawa Tengah, Cari Karyawan Murah?

Luluk kemudian menyebut lahan produksi pangan di Indonesia yang terus berkurang setiap tahunnya. Terhitung sejak 2014 hingga hari ini berkurang hingga satu juta hektare. Sementara kebutuhan pangannya terus meningkat. Disusul jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah sekarang ini sekitar 270juta jiwa.

“Lima tahun lagi diprediksi sudah mencapai 300 juta,” terangnya.

Hilangnya lahan pertanian seperti sawah di Sragen, Rembang, dan Grobogan itu disebabkan banyak faktor. Salah satunya yakni perubahan iklim yang kemudian menyebabkan banyak bencana alam.

Baca juga: Melihat Dari Dekat Kawasan Industri Terpadu Grand Batang City

Misalnya banjir bandang akibat hutan gundul dan cuaca ekstrem, serta adanya kekeringan karena kekurangan air. Jika dibiarkan, ini bisa jadi ancaman krisis pangan di Indonesia.

Selain masalah lahan, kata Luluk, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) lain. Misalnya menekan impor kebutuhan pokok, distribusi pupuk yang masih belum jelas, serta jaminan harga pascapanen yang belum sepenuhnya memihak petani.

“Justru pas pandemi ini saatnya kita berdaya sendiri, mandiri dengan ketersediaan pangan dalam negeri,” terang Luluk.


Berita Terkait

Berita Terkini

Semester Genap Dimulai 20 Desember, Siswa Karanganyar Tak Libur Nataru

Disdikbud Karanganyar memastikan pembelajaran siswa untuk semester genap dimulai 20 Desember 2021. Sistem pembelajarannya akan dilakukan secara daring alias pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wahana Baru Wisata Batu Putih Bayat Klaten Ditarik Lagi ke Gudang

Saat ini rata-rata pengunjung Wisata Batu Putih per hari hanya 50 orang.

Jembatan Terpanjang se-Jateng untuk Mendukung Agropolitan Miri Sragen

Kehadiran jembatan penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri, Sragen, bakal memudahkan mobilitas warganya yang selama ini harus melintasi wilayah Boyolali untuk bisa ke Sragen kota.

Waktu Pembangunan Fisik Jembatan Terpanjang se-Jateng Belum Pasti

Besarnya anggaran pembangunan jembatan terpanjang se-Jatenng membuat Pemkab Sragen harus mencari dukungan anggaran ke pemerintah pusat dan provinsi.

Sragen Bakal Punya Jembatan Terpanjang di Jateng, Kini Pembebasan Lahan

Pemkab Sragen akan membangun jembatan terpanjang di Jawa Tengah penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri. Tahun ini baru memasuki tahap pembebasan lahan.

Ada MCK Kuno Era Mangkunagoro VII di Kestalan Solo, Begini Sejarahnya

Ponten atau MCK kuno di pinggir Kali Pepe, Kestalan, Solo, yang merupakan peninggalan era Mangkunagoro VII terlihat megah dengan arsitektur gaya Eropa.

119 ODHA Karanganyar Putus Pengobatan

Dinkes Karanganyar menyebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang pengobatannya belum tuntas sangat berisiko menularkan virus kepada orang lain.

LPQ Al-Amin Denokan Sukoharjo Kenalkan Lingkungan Anak lewat Outbound

Kegitan ini untuk mengenal lingkungan sekitar, meningkatkan interaksi sesama santri, dan membangun hubungan antara pendidik dan santri.

Seleksi Perangkat Desa Wonogiri, Sekolah Sediakan Komputer Cadangan

CAT serentak untuk pengisian perangkat desa di Wonogiri bakal digelar di 54 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.

WCC Solo Jadi Wadah Terbesar Pesepeda Wanita Soloraya

Women's Cycling Community (WCC) menjadi wadah terbesar pesepeda wanita Soloraya.

Pemkab Sragen Gulirkan Sekolah Unggulan di Saat Ada SD Ambruk

Bupati Sragen mengakum belum meninjau langsung sekolah yang atapnya ambruk. Ia meminta Disdikbud Sragen untuk memetakan kondisi sekolah yang rusak.

Bakul Tengkleng di Solo Baru Viral Karena Ngepruk Harga, Ini Lokasinya

Warung kaki lima yang menjual tengkleng di Gogrol, Solo Baru, Sukoharjo, mendadak viral karena mematok harga yang dianggap tidak masuk akal kepada pembeli.

Kasus Covid-19 pada Ibu Hamil di Karanganyar Tinggi

Dari 5.356 ibu hamil di Karanganyar, sebanyak 263 di antaranya terkonfirmasi Covid-19. Sementara angka kematian ibu hamil tahun ini meningkat dua kali lipat ketimbang sathu lalu.

Tak Hanya Diancam, Korban Pencurian Motor di Baki Juga Dimintai Tebusan

Korban pencurian sepeda motor di Baki, Sukoharjo, tak hanya diancam tapi juga diminta uang tebusan oleh orang tak dikenal setelah mengunggah kejadian pencurian itu di media sosial.

Ngantuk, Mobil Jasa Ekspedisi Tabrak Pagar Jembatan di Gondang Sragen

Pengemudi mobil jasa ekspedisi Si Cepat diduga mengantuk saat terjadi kecelakaan di Desa Bumiaji, Kecamatan Godang, Sragen. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Sasar Emak-Emak, Relawan Ganjar Lantik Srikandi Pagar di Karanganyar

Kelompok Srikandi Pagar Pro Soloraya yang baru dilantik di Karanganyar, Minggu (5/12/2021) malamm bertugas menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo di kalangan emak-emak.