RUANG PUBLIK SRAGEN : Pusat Gelontorkan Dana Rp5 Miliar untuk Gemolong
Kepala Bappeda Sragen, Simon Nugroho, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2015). (Kurniawan/JIBI/Solopos)

Ruang publik Sragen akan dibangun di Gemolong tahun ini.

Solopos.com, SRAGEN – Pemkab Sragen akan membangun ruang publik baru di wilayah Kecamatan Gemolong, Sragen, tahun ini.

Ruang publik tersebut akan dibangun di lahan milik Pemkab Sragen yang terletak di dekat Lapangan Suci. Tidak main-main, anggaran yang akan digelontorkan mencapai Rp5 miliar.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Bappeda Sragen, Simon Nugroho, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2015). "Anggaran dari Dirjen Cipta Karya Kemen PU," tutur dia.

Simon mengatakan tim dari Kementerian PU sudah mengecek kondisi lahan di Gemolong bulan lalu. Hingga akhir bulan ini dia mengklaim sudah mendapat sinyal disetujuinya bantuan.

Rencana pembangunan ruang publik di Gemolong menurut dia merupakan rentetan dari program pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik Pemkab, tahun ini.

Semula Pemkab mengajukan permohonan anggaran Rp3 miliar kepada Dirjen Cipta Karya Kemen PU. Anggaran yang diajukan sempat akan diturunkan menjadi Rp1 miliar.

Namun perkembangan terakhir, Simon menerangkan, pemerintah pusat justru menambah anggaran. Dinamika tersebut membuat Pemkab harus menyesuaikan DED yang telah disusun.

Simon menjelaskan bantuan yang sama juga akan diberikan untuk 112 kabupaten/kota di Tanah Air. "Lahan lebih dari cukup, mencapai 1,6 hektare," imbuh dia.

Rencananya, lahan seluas itu akan dilengkapi dengan play ground, taman untuk orang lanjut usia (lansia), jaringan wifi, pos penjagaan, area parkir, toilet, dan fasilitas penunjang lain. Yang cukup menarik, menurut Simon, keberadaan trek khusus untuk para penggemar skate boarding. "Awal Maret ini kita mendapat kepastian bantuan anggaran itu," ujar dia.

Simon mengungkapkan, Gemolong dipilih sebagai tempat pembangunan ruang publik lantaran lokasinya yang strategis. Bahkan Gemolong dinilai sebagai pusat wilayah pertumbuhan baru. Penjelasan senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Pengembangan Wilayah Bappeda Sragen, Puji Lestari, saat ditemui wartawan di kantornya.

Menurut dia kondisi lahan sangat representatif untuk dibuat ruang publik. "Lokasinya di tengah kota Gemolong. Jadi mudah diakses dari setiap penjuru wilayah," tutur dia.

Keberadaan ruang publik di Gemolong, Sragen diharapkan mampu mengobati kerinduan masyarakat setempat akan ruang publik yang representatif. "Tempat ini nantinya kita desain menjadi ruang publik yang nyaman, aman, hijau, pokoknya menarik," janji dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom