Tutup Iklan

Ruang Publik di Magelang Terbuka untuk Karya Seni Seniman

Seniman diperbolehkan memanfaatkan ruang terbuka di Kota Magelang untuk mengekspresikan karya seni sebagai cara menghidupkan suasana kota.

 Dedok melukis secara on the spot di Pusat Kota Magelang. (Antara)

SOLOPOS.COM - Dedok melukis secara on the spot di Pusat Kota Magelang. (Antara)

Solopos.com, MAGELANG -- Seniman diperbolehkan memanfaatkan ruang terbuka di Kota Magelang untuk mengekspresikan karya seni sebagai cara menghidupkan suasana kota.

Mengutip Antara, Jumat (11/6/2021), Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz, membolehkan para seniman berkreasi di ruang terbuka. "Magelang harus menjadi kota seni budaya di mana tidak hanya bangunan-bangunan mati, tetapi seni-seni juga harus hidup," kata dia.

Wali Kota mengemukakan hal itu ketika menyaksikan seniman Magelang, I Made Arya Dwita Dedok, melukis secara on the spot di Tugu Aniem (1924), titik kilometer nol Kota Magelang, Jawa Tengah. Dedok yang asal Bali itu tinggal dan berkarya seni di Magelang sejak 2009.

Baca Juga : Tak Hanya SMAN, Magelang Punya 2 SMKN Terbaik Nasional

Wali Kota mengemukakan kemungkinan luas para seniman menuangkan karya seni di berbagai ruang terbuka lainnya, termasuk kawasan pusat pertokoan Jl. Pemuda Pecinan Kota Magelang.

"Sangat mungkin melukis massal selama memakai prokotol kesehatan [di tengah pandemi Covid-19]. Kami siapkan anak-anak dan masyarakat menikmati apa yang bisa dituangkan dalam bentuk lukisan," ucap Aziz.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Sugeng Priyadi, mengemukakan bahwa berkarya seni bisa dilakukan para seniman di berbagai ruang publik di daerah setempat.

Baca Juga : 99,13% Warga Kota Magelang Sudah Jadi Peserta JKN-KIS

"Jangan batasi ruang atau tempat, para prinsipnya berkarya, berseni bisa di mana-mana, kalau perlu di ruang-ruang publik, yang penting koordinasi dengan aparat. Sesungguhnya ruang terbuka itu milik rakyat, milik siapa pun," katanya.

Sugeng mengemukakan pentingnya berbagai inisiatif para seniman untuk mengekspresikan karya mereka. Aktivitas mereka selain sebagai ekspresi seni juga menjadi tontonan dan inspirasi masyarakat umum.

Lukisan abstrak-ekspresionis yang dibuat Dedok secara on the spot itu bertepatan dengan ulang tahunnya ke-50. Lukisan di kanvas 2x1,45 meter diberi judul Magelang in Love.

Lukisan yang antara lain berupa Gapura Bhinneka Tunggal Ika, Kelenteng Liong Hok Bio, dan Masjid Agung Kauman Kota Magelang tersebut, dengan pesan antara lain tentang keberagaman hidup bermasyarakat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Prostitusi Gay di Solo Sudah Ada Sejak 5 Tahun, Ini Lokasinya

Polisi menggerebek tempat praktik prostitusi sesama jenis atau gay di Solo yang berkedok tempat pijat dan sudah beroperasi selama lima tahun.

Polisi Selidiki Peran Komunitas LGBT dalam Prostitusi Gay di Solo

Aparat Polda Jateng mendalami peran komunitas homoseksual atau LGBT dalam keberadaan praktik prostitusi gay di Kota Solo yang baru saja dibongkar.

Prostitusi Gay Berkedok Pijat Plus di Solo Digerebek, Segini Tarifnya

Polda Jateng menggerebek tempat praktik prostitusi sesama jenis atau gay di Kota Solo yang membanderol tarif mulai dari Rp250.000.

Berkedok Tempat Pijat, Praktik Prostitusi Gay di Solo Terbongkar

Aparat Polda Jateng mengungkap praktik prostitusi berkedok tempat pijat di sebuah indekos di kawasan Banjarsari, Kota Solo.

Saiful Arifin, Wabup Sekaligus Bos PSG Pati

Nama Wakil Bupati Pati tiba-tiba mencuat karena kobtribusinya dalam sepak bola nasional dengan mengakuisisi klub sepakbola Jawa Timur, PSG Gresik dan mengubahnya menjadi PSG Pati.

Profil PSG Pati, Tim Kuda Hitam Saridin Diakuisisi Atta Halilintar

Klub sepak bola ini dikenal dengan julukan “Kuda Hitam Saridin”. Saridin  merupakan salah satu tokoh yang dihormati di Kabupaten Pati yang dikenal dengan kuda tunggangannya yang berwarna hitam.

Jagone Inyong Kie! Es Lontrong Slawi Seger Legender

Kuliner Tegal kali ini membahas tentang Es Lontrong Slawi yang legendaris dan hanya bisa ditemukan di Tegal.

Tol Kayangan Ini Viral di Medsos Lur, Cek Lokasinya

Tol Kayangan merupakan penghubung Dusun Surodadi dan Dusun Candran, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang sedang viral di medsos.

Pensiunan Polisi di Semarang Ngemis Jadi Manusia Silver, Ini Alasannya

Aksi manusia silver sering kali meresahkan pengguna jalan sehingga menjadi target razia Satpol PP.

Merpati Jaguar di Pekalongan Laku Rp1,5 Miliar, Ini Istimewanya

Kisah unik kali ini tentang seekor merpati Jaguar yang laku terjual seharga Rp1,5 miliar.

Profil Wali Kota Tegal Dedy Supriyono, Pionir Lockdown di Jawa Tengah

Wali Kota Tegal yang baru menjabat sejak 2019 ini menjadi sorotan karena menjadi Kepala Daerah pertama di Jawa Tengah yang menerapkan Lockdown saat pandemi Covid-19 mulai merebak pada tahun 2020 lalu.

3CM FKIP UKSW Serahkan Amongkrissa kepada SMP Kristen 01 Solo

3CM Center FKIP UKSW Salatiga menggelar kegiatan “3CM Berbagi” yang dilakukan dengan penyerahan aplikasi Amongkrissa.

Miris! Manusia Silver Semarang Ternyata Pensiunan Polisi

Kasus manusia silver di Semarang tak kalah mengundang keprihatinan.

Sejumlah Event Besar bakal Digelar di Borobudur, Vaksinasi Dipercepat

Pemprov Jawa Tengah akan mempercepat cakupan vaksinasi di kawasan Candi Borobudur karena sejumlah agenda atau event wisata bakal digelar.

Rumah Kamera Borobudur, Bisa Swafoto Bersama ‘Presiden Jokowi’ Hlo!

Di Rumah Kamera ini, pengunjung bisa dengan leluasa berswafoto dengan Presiden Ri yang akrab disapa dengan Jokowi ini dalam bentuk replika yang terlihat seperti sosok presiden yang nyata.

Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Bupati Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga sekaligus leluhur raja-raja Mataram Islam.