Vilya Lakstian Catra Mulia/Istimewa

Solopos.com, SOLO -- Pembukaan Gedung Djoeang ’45 di Jl. Mayor Sunaryo, dekat Beteng Trade Center Solo, menambah eksistensi Kota Solo yang nyaman dengan tersedianya ruang publik. Terdapat ruang publik lain seperti The Heritage Palace, Bendung Tirtonadi, Taman Balekambang, dan Taman Jaya Wijaya.

Ruang kecil seperti Taman Keprabon bisa menjadi pilihan di pusat kota sebagai tempat berkumpul keluarga yang dilengkapi gazebo joglo dan area bermain anak. Keberadaan ruang publik menjadi krusial di tengah hiruk pikuk perkotaan yang semakin dipenuhi gedung dan kendaraan. Hal ini mengingatkan kembali pentingnya ruang untuk bersama dan berinteraksi sebagai makhluk sosial.

Waktu untuk berinteraksi menjadi kebutuhan, sekaligus memperkuat kohesi sosial. Setiap individu berasal dari berbagai latar belakang menjadi bagian dari suatu kelompok sosial. Adanya ruang publik ini membuka interaksi sosial. Sesungguhnya setiap orang sedang mengatur dirinya seperti mendapatkan ketenangan, membangun jaringan sosial, hingga memperoleh kesehatan lahir maupun batin.

Sikap ini dilandasi kebutuhan diri maupun kelompoknya. Oleh karena itu, tidak jarang ruang publik juga menjadi kesempatan untuk menyelenggarakan sosialisasi dan diskusi. Ruang publik menjembatani kita untuk saling memahami saudara sesama warga Kota Solo. Tak jarang kita juga mengenal warga kota lain.

Gedung-gedung tinggi dan mewah banyak bertebaran, termasuk di Kota Solo, dengan fasilitas yang eksklusif. Meskipun tempat-tempat seperti kedai dan mal memberikan ruang untuk berinteraksi, perkembangannya masih terbatas. Dibatasi oleh sekat, tembok, dan jauh dari panorama dan penampakan alam. Hal ini berbeda dengan ruang publik yang menyediakan area yang terbuka, hijau karena pepohonan, hingga jaringan yang lebih luas dari mereka yang datang.

Terbangun Komunikasi

Ruang publik mampu memunculkan aktivitas berbahasa yang lebih performatif karena di sanalah setiap anggota masyarakat saling bertemu dan membangun percakapan. Dalam aktivitas berbahasa, terdapat mekanisme interaksi sosial yang berjalan mulus dengan menunjukkan sikap yang seirama.

Gallois, McKay, dan Pittam (dalam Fitch dan Sanders, 2005: 234) menjelaskan bahwa bahasa, aksen, dan perilaku nonverbal menandai sikap terhadap mitra tutur. Ketiganya akan menunjukkan kesamaan sebagai bentuk persetujuan (secara komunikatif) kepada mitra tutur. Dalam hal ini, dapat dilihat, misalnya seorang warga asli Solo bertemu dengan sesama orang Solo.

Ketika baru kenal, percakapan awalnya berbahasa Indonesia kemudian menjadi sama-sama berbahasa Jawa. Selain itu, seseorang akan mengubah bahasa yang dipakai menjadi bahasa Indonesia bahkan bahasa asing karena yang ditemui adalah pendatang atau wisatawan. Kontak mata, jabat tangan, ekspresi, dan unsur nonverbal lain menjaga komunikasi itu berjalan terus.

Begitu juga dengan tercapainya suatu tujuan, misalnya memperkenalkan Kota Solo, atau ada hal baru di kota ini. Hal ini menarik. Ruang publik dikatakan sebagai wujud eksistensi kota karena keberadaannya mereprestasikan karakter kota yang ingin diangkat atau disosialisasikan. Contohnya seperti pola batik di sudut-sudut kota, kata-kata mutiara berbahasa Jawa, figur pahlawan dari Solo, dan sebagainya.

Tentu tidak hanya dari penampilan fisik, jiwa juga dihadirkan oleh warga yang hadir di situ. Contohnya orang di Kota Solo jamak berbahasa Jawa, bertutur lembut, dan ramah. Disadari atau tidak, dalam pembangunan ruang publik menjadi semacam miniatur perwujudan kota yang dihadirkan di tengah masyarakat warganya sendiri maupun pendatang dari daerah lain.

Lingkungan Berkelanjutan

Manfaat ini terasa sekali bagi para wisatawan. ”Datanglah ke sana, dan kalian akan menemui masyarakatnya,” kurang lebih seperti itulah yang ada dalam batin ketika menceritakan pengalaman berwisata di Kota Solo kepada kerabat atau teman. Dapat disimpulkan, Kota Solo telah berinvestasi banyak dengan menghadirkan ruang publik, mulai dari aspek keindahan, kelestarian, sosial, hingga pariwisata.

Belum lama ini, Stadion Manahan berpenampilan baru di tengah area sebagai ruang publik yang terintegrasi sebagai ruang penggerak kesehatan kita. Ruang publik adalah bagian dari komitmen kota terhadap kualitas hidup masyarakat selain menyediakan ruang jalan, area hijau, taman, fasilitas, dan tempat rekreasi yang memadai.

Dalam keberlangsungannya, keberadaan ruang publik menjadi bagian dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals atau SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mengimplementasikan SDGs berarti mewujudkan lingkungan kota yang tertata baik, sehat, dan aman.

Suatu kota akan mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih maju dengan mencapai SDGs (UN Habitat, 2015: 4). Ruang publik menjalankan hal-hal yang dirumuskan dalam SDGs seperti kesehatan dan kesejahteraan yang baik (good health and well being), kesetaraan gender (gender equality), mengurangi ketidaksetaraan (reduced inequalities), kota dan komunitas yang berkelanjutan (sustainable cities and communities), aksi terhadap perubahan iklim (climate action), dan kemitraan mencapai tujuan bersama (partnerships for the goals).

Ruang publik berpontensi besar menghadirkan toleransi. Negara-negara maju dengan nilai demokrasi dan toleransi yang kuat didukung dengan hadirnya lebih banyak ruang publik dalam lingkungan sosial warga negeri itu. Keterbukaan terhadap ide, wawasan baru, dan kerja sama menjadi karakteristik ruang publik yang kita butuhkan saat ini.

Semakin banyak ruang publik yang dihadirkan membuat saya senang dan bangga menjadi warga Kota Solo. Kota ini menuju kota yang maju dengan dinamika penduduknya. Keberlangsungan ruang publik menjadi tanggung jawab bersama. Sudah seharusnya ruang publik kita rawat dengan baik sehingga kita memiliki ruang untuk berkumpul bersama.

Jika rumah menjadi tempat berkumpul bersama keluarga, ruang publik menjadi tempat kita semua sebagai bagian dari keluarga besar warga kota. Ketika rumah membuat kita tenang, ruang publik memberikan kenyamanan bahwa kota ini adalah pilihan yang tepat untuk ditinggali.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten