Ruang Brotowali II Boyolali Akan Tambah Kapasitas Untuk Pasien Covid-19
Petugas keamanan berjaga di pintu masuk ruang Brotowali II di rusunawa, Boyolali, Jumat (4/12/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Selain 16 tempat tidur yang akan disiapkan di RSUD Waras Wiris, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali juga berencana menambah 30 tempat tidur di ruang Brotowali II, untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan saat ini di ruang Brotowali II yang menempati bangunan rusunawa telah tersedia sekitar 100 tempat tidur untuk perawatan kasus Covid-19. Kemudian tingkat keterisiannya sudah sekitar 80%.

Viral Dokter Kecantikan di Solo Imbau Eks Pasien Covid-19 Donorkan Darah untuk Terapi Konvalesen

“Saat ini penyediaan kamar sudah sampai lantai tiga. Kemudian akan kami tambah lagi [memanfaatkan lantai di atasnya] sekitar 30 tempat tidur,” kata dia kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Dengan begitu ke depan Pemkab Boyolali akan memiliki tambahan 46 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19. Sebab saat ini di RSUD Waras Wiris juga sudah disiapkan satu gedung khusus dengan kapasitas 16 tempat tidur.

Tetap Diizinkan Beroperasi Selama Libur Akhir Tahun, Objek Wisata Air di Klaten Wajib Taati Protokol Kesehatan

Sedangkan yang sudah beroperasi selama ini adalah ruang Brotowali I di RSUD Pandan Arang dengan kapasitas 20 tempat tidur dan ruang Brotowali II di rusunawa dengan kapasitas 100 tempat tidur.

Tambahan Kasus

Sementara itu Ratri mengatakan untuk perkembangan kasus Covid-19, selama tiga hari di awal Desember ini sudah ada penambahan 85 kasus positif Covid-19 di Boyolali. “Pada 1 Desember ada penambahan 37 kasus, pada 2 Desember ada tambahan 23 kasus dan pada 3 Desember tambah 25 kasus,” kata dia.

Penambahan kasus tersebut tersebar di 13 kecamatan. Di antaranya ada di Kecamatan Banyudono, Simo, Teras, Mojosongo, Musuk, Ngemplak, Andong, Sambi, Juwangi, Nogosari, Ampel, Boyolali dan Klego. Di menyebutkan secara total kasus konfirmasi di Boyolali mencapai 2.156 kasus.

Dari jumlah itu yang masih dirawat ada 210 orang, yang menjalani isolasi mandiri 410 orang, selesai isolasi ada 1.464 orang dan meninggal dunia 72 orang. Dengan begitu angka kematian fi Boyolali sekitar 3% dan angka kesembuhan 68%.

Warga yang Isolasi Jangan Takut Kehilangan Hak Suara, KPU Klaten Siapkan Kotak Suara Keliling



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom