Tutup Iklan
Logo BPJS Kesehatan

Solopos.com, SEMARANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang menyambut baik wacana kenaikan premi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per 1 Januari 2020 mendatang.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati, berharap kenaikan iuran BPJS itu bisa memberikan keuntungan kepada pihak rumah sakit. Salah satunya kelancaran klaim pembayaran BPJS kepada rumah sakit.

“Kalau benar itu, tentu kami diuntungkan dalam membayar pegawai. Memang lebih mahal, tapi kalau [pembayarannya] lancar, kan bagus. Total tunggakan atau piutang BPJS ke kami mencapai Rp52 miliar,” ujar Susi kepada wartawan di Semarang, Kamis (5/9/2019).

Susi mengatakan tunggakan pembayaran BPJS kepada RSUD Semarang sudah terjadi sejak 2018 lalu. Ia pun berharap dengan dinaikkannya premi BPJS Kesehatan oleh pemerintah bisa menutup piutang perusahaan itu kepada RSUD Semarang selama setahun terakhir.

“Kami berharapnya sih seperti itu. Kenaikan bisa menutup piutang BPJS ke kami,” imbuhnya.

BPJS Kesehatan berencana menaikan premi JKN per 1 Januari 2020 nanti. Kenaikan itu akan langsung berlaku bagi kelas I dan II.

Kelas I yang semula dikenai tarif Rp80.000/bulan akan dinaikkan menjadi Rp160.000/bulan. Sementara, kenaikan 100% juga berlaku untuk kelas II, yang semula Rp51.000/bulan menjadi Rp110.000/bulan.

Sementara untuk penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah dan kelas III akan naik setelah pemerintah melakukan data cleansing. Kenaikan untuk PBI, dari Rp23.000/bulan menjadi Rp42.000/bulan, sedangkan kelas III dari Rp25.000/bulan menjadi Rp42.000/bulan.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten