Wali Kota Madiun Maidi meninjau lokasi gedung instalasi farmasi yang ada di RSUD Kota Madiun, Selasa (14/1/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun kini memiliki pusat pelayanan baru yaitu gedung instalasi farmasi dan gudang obat. Pembangunan gedung ini menelan anggaran senilai Rp1,8 miliar.

Gedung instalasi farmasi ini berada di sisi selatan rumah sakit yang akrab disebut RSUD Sogaten tersebut. Gedung baru tersebut diresmikan oleh Wali Kota Madiun, Maidi, Selasa (14/1/2020).

Sejumlah pasien terlihat sudah mengantre menebus obat di layanan tersebut. Ada beberapa loket untuk menebus obat sehingga para pasien tidak perlu mengantre terlalu lama.

"Fasilitas bertambah, pelayanan juga harus semakin memuaskan. Tetapi, walaupun bagus, kalau bisa pasien datang ke sini cukup sekali saja. Jadi kepuasan membawa kesembuhan," jelas Maidi kepada wartawan.

Dia menuturkan gedung instalasi farmasi ini merupakan pusat obat-obatan di RSUD Sogaten. Seluruh pasien rawat jalan maupun rawat inap wajib menebus resep obat di gedung tersebut.

Wali Kota meminta kepada seluruh petugas yang berjaga untukĀ  melayani secara maksimal. Selain itu, petugas juga diminta untuk tidak membawa ponsel selama melaksanakan tugas.

"Nanti setiap tiga bulan sekali juga akan ada evaluasi dan melihat tren penyakit yang diderita masyarakat apa. Cara pengobatannya seperti apa," kata dia.

Direktur RSUD Sogaten, Agus Nurwahyudi, mengatakan melalui instalasi farmasi ini juga disediakan layanan antar obat gratis bagi warga Kota Madiun. Layanan Halodoc itu diharapkan bisa mengurangi jumlah antrean di apotek rumah sakit.

Terkait layanan ini, kata dia, setelah periksa dan mendapatkan resep obat dari dokter di RSUD, pasien akan melakukan pembayaran atas layanan konsultasi beserta resep obatnya. Dalam proses ini, pihak RS akan memberikan rekomendasi untuk menggunakan layanan pengantaran obat melalui Halodoc atau tidak.

"Kalau mau menggunakan layanan Halodoc, pasien akan diminta untuk mengisi data tambahan untuk pengiriman obat dan mendapat penjelasan mengenai aturan pakai oleh apoteker. Pasien bisa langsung meninggalkan rumah sakit dan obat akan diantar sesuai alamat," jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten